Orang miskin di Indonesia lebih percaya kalo kemiskinan mereka adalah takdir dari Tuhan atau cobaan dari Tuhan, ketimbang percaya bahwa mereka sebenernya dimiskinkan oleh rezim yang inkompeten dan sistem kapitalis yang sudah mengakar.
mulai sekarang sebelum bayar pajak berdoa dulu guys.
aku haramkan uang pajakku untuk para pejabat korup sampai ke anak cucunya.
dan miskinkan harta mereka yang memakan uang pajakku.
AAMIIN
Hundreds of university students in Indonesia took to the streets of Jakarta on Tuesday to protest Indonesia’s government policies. The protests came a day after the country marked its 81st Independence Day.
15 Agustus 2026 - Di Aceh, merah putih diturunkan, Bintang Buleun dikibarkan, dan garuda Pancasila diinjak-injak.
Di Papua, ribuan orang turun ke jalan memprotes Perjanjian New York (1962).
Bendera Borneo Raya dikibarkan di Kalimantan.
"Persatuan Indonesia tinggal mengandalkan bedil. Bukan keadilan"
-- Bedah buku "Reset Indonesia" di masjid Al Mukaromah, Karanganyar, 11 Agustus 2026.
NTB MELAWAN🚨🚨🚨
Panggung politik dan representasi publik kita makin hari makin hanvur wak. Seorang pejabat publik yang harusnya paham cara memediasi konflik dengan dingin dan bijaksana malah mempsisikan diri bak HAKIM MORAL yang AROGAN.
Kasus perundungan, intimidasi, dan gestur rasis yang dialami warga NTB di Bali kemarin jelas bukan sekadar gesekan antarpribadi. Itu adalah intimidasi terbuka. Warga NTB dihina, dipermalukan, lalu ketika ruang mediasi dibuka, yang didapat bukannya keadilan, melainkan dominasi ego wam.
Dan siapa aktor utamanya? Siapa lagi kalau bukan Arya Wedakarna bangek ini.
Anggota DPD RI ini tampaknya lupa bedanya memediasi dengan mengintimidasi. Mediasi itu duduk sama rendah, berdiri sama tinggi bukan malah menjadikan forum resmi sebagai ajang pamer kekuasaan lokal dan memuluskan tindakan rasisme.
Tapi tenang, babak terlucu baru saja dimulai wak.
Langkah pelaporan AWK ke Badan Kehormatan (BK) DPD RI oleh perwakilan masyarakat/Dapil NTB adalah serangan balik yang sangat elegan wak. Ini bukan lagi soal Adik Hilda semata, ini soal harga diri warga NTB yang ditantang di depan umum.
Nah, sekarang baru seru wak!
Selama ini, AWK mungkin merasa jabatannya adalah tameng baja yang membuat kata-katanya kebal hukum dan moral. Dia lupa bahwa DPD RI itu lembaga negara, bukan majelis pribadi tempat dia bisa bertindak sesuka hati. Ketika perlakuan rasis dan intimidasinya dibawa ke BK DPD, sorotan publik nasional otomatis mengunci ke arahnya wak.
Mari kita lihat wa.
- Apakah Badan Kehormatan DPD RI berani menindak anggotanya yang hobi memproduksi kontroversi identitas?
- Atau lembaga tersebut cuma jadi penonton pasif saat harkat martabat warga dari satu daerah diinjak-injak oleh wakil daerah lain?
Satu hal yang pasti wak, Jangan pernah mengira kesabaran warga NTB itu tanda kelemahan. Ketika rasa hormat dibalas dengan pelecehan, maka jalur konstitusional dan tekanan publik adalah jawaban paling telanjang.
Seluruh mata sekarang tertuju ke Jakarta dan Bali. Kita tonton sampai tuntas, seberapa tahan panggung kesombongan itu berdiri ketika keadilan mulai menagih janji wak.
@indepenSumatera Bacotnya senator AWK & penjahit sdm rendah hrs dikasi pelajaran. Lanjutkan jalur hukum sampai selesai. Supaya tidak ada lagi rasisme dan Islamophobia di Bali
Kebiasaan jelek sebagian orang Indo..
Mereka ga ngecek:
- Tambang-tambang Sherly
- Kinerja Sherly sebagai gubernur
- Kebijakan Sherly sebagai gubernur
- Rekam jejak dan pendidikan Sherly..
Yang mereka tahu...
"Wah, suami Sherly meninggal karena speedboatnya meledak saat kampanye"
"Wah, Sherly janda yang ditinggal sendirian secara tiba-tiba"
"Wah, Sherly punya pundak berat untuk meneruskan cita-cita suaminya"
Please lah rakyat Indo. Jangan fokus ke drama dan tragedi. Fokuslah ke hal yang objektif.
Demokrasi kita akan jalan di tempat kalau rakyat Indo masih berpikir seperti itu.
B.J. Habibie adalah kebalikan total dari stereotype orang ITB. Makanya ia berhasil jadi presiden.
Triknya, Habibie yang profesor doktor sengaja memposisikan diri sebagai orang bodoh tidak berpengetahuan di bidang yang Soeharto kuasai, yaitu politik dan ilmu Jawa.
Soeharto sangat senang karena ternyata, ada bidang di mana ia jauh lebih pintar dari Habibie. Habibie memastikan bahwa hati Soeharto merasakan hal ini.
Habibie secara terencana mengafirmasi ego Soeharto bahwa benar, Soeharto memang layak dan pantas untuk berkuasa sebagai presiden dan sebagai bosnya.
Soeharto yang lulusan sekolah tak jelas di antah berantah dan ahli survivor politik pun menjadi guru dan mengambil Habibie sebagai murid dan protege dan mengajarinya ilmu-ilmu Jawa yang ia kuasai, sementara Prof. Dr. Habibie berperan menjadi murid taat yang mendengarkan dengan antusias.
Ini terus berlangsung selama bertahun-tahun. Orang dan jenderal jadi takut dengan Habibie yang rajin keluar masuk kantor Soeharto. Banyak orang bahkan menduga bahwa Soeharto sedang mempersiapkan Habibie, muridnya, sebagai penerusnya. (Pada akhirnya ternyata Soeharto berencana menunjuk anaknya sendiri, Tutut Soeharto, sebagai penerus).
Habibie bahkan memberi julukan pada Soeharto: SGS, atau "Super Genius Soeharto" untuk memuji ilmu-ilmu dan kebijaksanaan Soeharto yang bersifat non-teknis.
Kerendahan hati yang ditunjukkan Habibie di depan Soeharto ini sangat lucu karena Lee Kuan Yew dalam memoirnya menilai Habibie sebagai orang yang sangat sombong, sok tahu, belagu, tengil di posisi jabatan, bahkan delusional terhadap kepintarannya sendiri, sebagaimana stereotype anak ITB pada umumnya.
Tetapi nyatanya, berbeda dari kritik LKY itu, Habibie ternyata self-aware dengan sifat buruknya itu, dan dapat memanajemennya dengan dewasa dan terkontrol ke kursi kepresidenan. Inilah contoh orang yang pintar jenius betulan.
Orang ITB kebanyakan sok pintar padahal bodoh. Habibie, yang pintar betulan, berlaku sok bodoh, kemudian jadi presiden.
Di kursi kepresidenan, Habibie lalu membuktikan kelayakan dan kompetensi teknokratis dirinya sendiri dengan jelas, yaitu berhasil mengendalikan krisis moneter.
Genjutsu Habibie bahkan terus berlanjut hingga hari ini. Imej publik pribadinya berhasil Habibie bentuk dengan sempurna pasca lengser sehingga berubah secara benar-benar total dari imej publiknya tahun 1999 dahulu.
Tetapi daripada imej tahun 1999, barangkali yang paling sukses Habibie genjutsukan di dalam kabut tebal adalah ambisinya yang sangat, sangat raksasa dan gila menyala, baik dalam hal menciptakan industri pesawat Indonesia maupun dalam mengincar karir yang tertinggi.
Dalam hal ini barangkali Habibie, yang orang Gorontalo, benar-benar berhasil belajar dan mempraktikkan ilmu Jawa yang diajarkan Soeharto. Barangkali hubungan guru dan murid itu ternyata memang nyata.
Live player.
Menurut operator CSIS Jusuf Wanandi, Soeharto itu aslinya sangat insecure. Ia lulusan SD. Kicep dikelilingi profesor.
Soeharto pun punya ambisi ego: ia harus bisa unggul dari mereka, yaitu dengan menjadi bos dan menjadikan mereka pion dalam papan caturnya.
Ini contoh manajemen insecurity yang sukses. Soeharto, yang emosinya matang (dan jahat), berhasil menyalurkan insecurity nya untuk membentuk kleptokrasi yang sangat efektif dan bertahan 32 tahun.
Ia sangat gembira ketika dikelilingi profesor seperti Mafia Berkeley kemudian melihat bagaimana para profesor itu tunduk dan mengikuti kepemimpinannya, yang hanya lulusan SD.
Habibie paling sukses dalam hal ini. Ia bisa mencium insecurity Soeharto. Ia tahu reputasi pribadinya sebagai orang jenius terpintar di Indonesia. Habibie pun gercep menjilat habis Soeharto, yang langsung kesengsem karena terus menerus dipanggil "Super Genius Soeharto" (SGS) oleh orang sekaliber Habibie. Kemudian Habibie jadi wapres lalu jadi presiden.
Insecurity negatif adalah kecemburuan. Melihat orang pintar, orang rusak seperti ini tidak akan berpikir "bagaimana saya bisa mengungguli mereka", melainkan "bagaimana saya bisa menghancurkan mereka".
Orang toxic egomaniak gila sombong seperti ini sangat gelisah, sakit, tersiksa, kejang berbusa melihat orang lain lebih pintar dan lebih jago daripada dia yang bodoh, betulan bodoh, dan dihina dan ditertawakan sebagai bodoh oleh jutaan orang. Hatinya yang busuk penuh dengan iri, dengki, dan kebencian.