Mungkin karena masih terbawa suasana hari pendidikan nasional, sehingga MU penuh dengan semangat mendidik dan mengajar. Kebetulan hari ini yang harus dididik dan diajar oleh MU adalah Liverpool.
Tentu saja MU sebenarnya bisa menang 3-0, tapi prinsip “Menang tanpo ngasorake” membuat MU sengaja memberikan dua gol buat lawan agar tim tamu tidak terlalu kehilangan muka dan tetap punya harga diri. Memuliakan tamu.
Logo boleh setan, tapi prinsip hidup tetap harus Habluminannas dan Habluminallah.
Musim lalu, finish 15th. Ancur-ancuran sepanjang musim hingga dipastikan tidak tampil di kompetisi Eropa manapun.
Masuk musim baru dengan pesimis. Ditendang dari Carabao Cup oleh tim divisi 4 Grimsby Town. Main jadi seminggu sekali, bahkan kadang sebulan sekali. Amorim dipecat di tengah jalan setelah konferensi pers lawan Leeds, Carrick ditunjuk sebagai head coach untuk sisa musim, dan perlahan MU naik dari posisi 7 ke posisi 3.
Dan semalam, Manchester United resmi dipastikan kembali ke Liga Champions setelah absen dua musim.
Bayangin dalam setahun, hidup fans MU dibuat se-roller coaster ini. 😭
Jangan Pernah Membandingkan Sir Alex dengan Guardiola
Sir Alex Ferguson dan Pep Guardiola.
Dua nama besar, sering dibandingkan.
Padahal… kalau kita tarik dari awal, ceritanya akan berbeda jauh.
Pep Guardiola baru pertama kali dipercaya melatih tim utama Barcelona pada musim 2008/09. Setelah menimba ilmu di Barcelona B, selama satu musim (2007/08)
saat memegang kendali team utama Barcelona, dia langsung dikasih tim yang isinya Lionel Messi, Xavi Hernandez, Andres Iniesta, sampai Sergio Busquets, Samuel Eto’o, Thierry Henry
Generational talents. Sistem udah jadi. Filosofi klub juga udah kebentuk dari akademi.
Pep tinggal nyusun puzzle yang emang udah mahal dari sananya, ibarat dia lagi balapan di Moto3 tapi dia pake motor spesifikasi MotoGP
Hasilnya? Treble. Dominasi Eropa. Sepakbola yang katanya “beautiful game”.
Fair. Gak ada yang salah, dia jenius.
Tapi.........
hancurkan apa yang telah kami bangun sehancur hancurnya jika memang masih mengikuti ego mu. Kami membangun wadah itu bukan untuk ajang siapa yang paling gagah dan keras, tapi untuk siapa yang mau berkorban dan berpikir lebih jauh dan dalam.
Geoff Bent.
Roger Byrne.
Eddie Colman.
Duncan Edwards.
Mark Jones.
David Pegg.
Tommy Taylor.
Billy Whelan.
Walter Crickmer.
Tom Curry.
Bert Whalley.
🌹 Eternal.
Exactly one year before the Munich Air Disaster, in the European Cup, the Busby Babes showed the world what a special team they were.
On the night they beat Athletic Bilbao 3-0.
Membiasakan mengutarakan pendapat, ide & gagasan, ataupun keresahan lewat forum. Karena keputusan tertinggi adalah FORUM!! Rangkul kanan kirimu dari lingkup yang terkecil.
Jelang hari esok. Hari bersejarah dan penuh duka. 68 tahun yang lalu, Sir Matt Busby melalui rekaman yang diputar di speaker di Old Trafford memberi kabar tentang kesehatannya dari tempat tidur rumah sakit di Munich setelah bencana
Merinding euy 🌹🔴