@MiskinTV_ - Juri pertama bilang tidak ada kata pertimbangan di jawaban peserta
- juri kedua bilang masa artikulasi tidak jelas
- MC malah gaslighting peserta menuduh mungkin hanya perasaan peserta sudah menjawab benar.
Ini menggambarkan bagaimana pemerintah Indonesia memperlakukan rakyat
Kebodohan yang nyata: ASN WFH 1 hari 'dipermasalahkan' seolah2 'merugikan' negara trilyunan dalam sehari padahal hemat 65 T setahun. ASN this ASN that, nanti jalan2 nongkrong, Bandingkan dengan program makan jadi tai, setaun habis 400 T.
Ada bangunan kost di daerah kampus Jogja dijual seharga Rp8 Miliar. Kos itu umurnya udah puluhan taun, bangunannya jelek dan sering kosong karena kalah bersaing sama kos2an lain yang lebih modern.
Orang yang ga punya pengetahuan finance dasar tanpa pikir panjang bakal beli buat penghasilan pasif.
Sedangkan kita yang ngerti langsung bikin itungan kasar di kepala.
Harga kostan Rp8 Miliar, biaya renov biar jadi kost eksklusif Rp2,5 Miliar, total capital expenditure Rp10,5 Miliar.
Rencananya, kita mau bikin 20 kamar kos, per kamar disewain Rp2juta sebulan jadi kalo penuh terus dalam setaun kita dapat Rp480 juta.
Untuk bayar penjaga, listrik, sampah, dan cadangan biaya renov, kita perkirakan 30% dari total pendapatan Rp480 juta, sisa keuntungan bersih jadi Rp336 juta setahun.
Untuk menghitung yield investasi, kita bagi antara pendapatan per tahun dengan CAPEX, jadi Rp336 juta / Rp 10,5 miliar, ketemulah yield 3,2% per tahun.
Yield 3,2% ini jauh lebih rendah dari obligasi negara yang ngasih 6% setahun, padahal obligasi negara ini bisa dikatakan risk free asset, kemungkinan gagal bayar sangat kecil, kita juga ga perlu effort apapun buat dapat 6% itu.
Ada yang bilang, kalo bisnis rental properti keuntungannya bukan di yield tapi di kenaikan harga aset, pertanyaannya, dengan yield yang sekarang cuma 3,2%, siapa yang mau beli properti tersebut dengan harga tinggi dan dapat yield di bawah 3,2%?
Terus, berapa harga yang pantas untuk beli properti tersebut?
Bisa kita hitung dengan formula:
Yield yang kita syaratkan = risk free rate + risk premium
Misal risk premium 1%, berarti total yield yang kita syaratkan 7%. Untuk mendapatkan yield tersebut dengan asumsi keuntungan bersih Rp336 juta dan biaya renov Rp2,5 miliar, berarti harga tanah harus turun ke Rp2,3 miliar.
Tahukah kalian, jika MBG dihentikan total selama Ramadan, maka seluruh guru honorer di Indonesia bisa digaji sekitar delapan juta per bulan selama setahun penuh?
(Gara-gara Ferry Koto dan Mas Guntur Romli debat, akhirnya saya ngitung juga. Dan kaget dengan angkanya)
Tahukah kalian menurut data ICW sepanjang 2024 tingkat pengembalian kerugian negara dari kasus korupsi hanya 4,84%.
Artinya, dari ratusan triliun uang publik yang diambil, lebih dari 85% tidak kembali.
Dalam praktiknya, ketika koruptor mengaku tidak sanggup membayar uang pengganti, maka kewajiban selesai dengan tambahan pidana,
Sementara keluarga koruptor tidak otomatis menanggung, dan aset yang sudah terlanjur dinikmati hampir tidak selalu berhasil dipulihkan.
Di sini berarti ada 2 case:
- selama melakukan korupsi bertahun-tahun seluruh harta hasil korupsi ikut dinikmati keluarga
- setelah dinyatakan bersalah, uang hasil korupsi 85% yang harusnya dikembalikan ke negara, sedikit banyak masih ada yang tetap dinikmati oleh keluarga.
Sekarang bandingkan dengan rakyat biasa.
Jika seorang ayah meninggalkan utang, harta warisan langsung dipakai untuk melunasi kewajiban. Rumah bisa disita, tanah dijual, kendaraan ditarik.
Padahal itu kan harusnya sudah hak milik anak/istri.
Dan ayah kalian bukan korupsi loh!
Menurut kalian, adilkah jika uang publik yang jelas hasil korupsi masih bisa berubah menjadi kenyamanan keluarga, sementara utang warga biasa langsung disapu bersih dari harta warisan?
Sebaiknya dipikirkan baik-baik lagi.
Es gabus tidak terbukti beracun tapi pedagangnya ditangkap dan dipukuli, hari ini ada puluhan murid di SMAN 2 Kudus keracunan MBG tidak ada yang ditangkap. 🤷♂️
Dari kemarin kutahan2, tapi tindakan goblok2 in orang selevel dosen dan subspesialis di medsos apalagi dosennya jelasin baik2 itu dah tindakan bajingan
Mencetak 1 dokter subspesialis yg berkenan mengajar itu sulit. Kok waton dibantah.
Koe ning ngarepku tak idoni su.
Sama demo, takut.
Sama tenda, takut.
Sama kritik, takut.
Sama lagu, takut.
Sama lukisan, takut.
Sama meme, takut.
Sama media, takut.
Sama sosmed, takut.
Sama warga, takut.
Sama tulisan, takut.
Sama bendera, takut.
Sama stand-up comedy, takut.
Ringkih bener ya?
Udah lama gak denger atau liat berita koalisi dan oposisi berantem di parlemen.
Mendebatkan kebijakan2 yang sedang diwacanakan buat rakyat, gitu,
Akhir2 ini, yang ada cuma eksekutif & legislatif bikin kebijakan, rakyat protes sendirian.
Gunanya legislatif apa? 😒