sebuah hacks :
setiap kali penasaran sama satu buku, cek Google Play Books > cari judulnya > baca free sample nya > then i decide mau tetep beli buku fisik/ebooks nya atau engga
beneran ngebantu supaya engga impulsive buying😌👍🏻
Meanwhile aku umur 30 just restart everything.
Btw kemaren aku ketemu org2 baru, ternyata banyak jg yg abis resign (?) jd kupikir mereka jg restart.
Anyway, sebenernya secara objektif, normalnya 30 tuh baru mateng. Jd 25 dianggep telat tuh ya ngaco. 20-30 tuh masih remaja.
Anne Of Green Gables — udah kubaca puluhan kali kayanya (bahkan series yang tahun 1985 atau yang di netflix Anne with an E udah ku rewatch berulang2)
Ketemu novel ini gak sengaja, iseng beli karena kepincut judul "Anne Of Green Gables" di tahun 2017 karena dibikin penasaran "apa itu Green Gables?"
Kupikir novel fantasi, aku gak baca blurbnya sebelum beli.
Saat aku baca, agak bosen karena itu pertama kali aku baca novel roman klasik, yang identik dengan narasi panjang dan detail buat deskripsiin keadaan sekitar.
Terus sempet ngerasa novel ini agak cringe, karena tiba2 Anne ngobrol sama pohon😭 terus ngasih nama danau dengan dramatis—mata terpejam sambil bergumam "Lake of Shining Waters"
Tapi... anehnya, aku ngerasa relate🫠 karena aku juga se cringe itu. Semakin aku baca, aku semakin ngelihat pantulan diriku di dalam dirinya Anne.
Sifatnya yang meledak2 kalo marah, impulsif, dan suka berimajinasi (kayak hidup di dunianya sendiri, karena seumur hidupnya tinggal di panti asuhan dia gak punya temen deket, penuh kefrustasian karena dibully).
Di umurku 14 tahun, aku merasa, Anne kayak ngajak ngobrol traumaku. Nemenin perkembangan karakter dia, sampai jadi seorang perempuan dewasa, bikin aku yang kepikiran buat mengakhiri hidup saat itu, kembali nemuin alasan hidup lagi.
Novel ini termasuk nyelametin aku, di masa2 terpuruk tiap tahunnya.
Waktu suami bangun dan sedang cuci peralatan MPASI dan nyuci piring, aku mendengar lagu yang diputar suami -rek lagu sal kecil kecilan dulu. Disitu aku langsung bangun dan peluk suami 😭😭
Aku abis nemu satu quote kurleb gini;
“Ketika buku itu tidak menarik atensimu sejak awal, maka buku itu diperuntukkan untuk pembaca lain. Carilah buku yg diperuntukkan untukmu, toh di hidup yg singkat ini kita tidak akan bisa membaca semua buku di dunia.”
Kalau kamu ke Gramedia, lalu ketemu buku yang minat dibeli, JANGAN langsung buru-buru bawa ke kasir. Ada cara ampuh biar kamu dapat harga lebih murah 25% (kadang selisih harganya 10-20rb).
1. Buka situs web https://t.co/YBSgWszpKt (pastikan kamu sudah punya akun dan login di sana);
2. Search judul buku yang tadi mau kamu beli;
3. Di kolom toko, pilih Gramedia Warehouse yang sedang kamu kunjungi;
4. Langsung masukkan buku pilihanmu ke keranjang belanja;
5. Pilih opsi “ambil di toko” (biasanya ada tambahan voucher diskon kalau memenuhi syarat minimal belanja);
6. Nah, di sini tugasmu untuk komparasi harga offline dan online. Kalau sudah yakin harga di web lebih murah, langsung bayar (bisa pakai Qris);
7. Setelah dibayar, cek kode transaksi via email, lalu tunjukkan ke kasir untuk ambil buku fisiknya.
Selamat! Kamu sudah beli buku offline tapi dengan harga online! Buku yang dibeli lewat web ini bisa lebih murah karena tidak kena tambahan harga display Gramedia.
Catatan: persentase diskon di web sewaktu-waktu bisa berubah.
SURAT PERMOHONAN MAAF DARI UGM
Aksi simbolik surat permohonan maaf dari UGM kepada Rakyat Indonesia sebagai bentuk penyesalan karena turut membiarkan bobroknya kepemimpinan Prabowo - Gibran sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI.
Sumber FB Tiyo Ardianto Ketua BEM KM UGM
@txtdarionlshop Kunci pernikahan itu saling pengertian dulu, baru komunikasi. Kita tidak bisa memaksa pasangan selalu paham tanpa mau mengerti latar belakangnya. Daripada menuntut, lebih baik fokus improve diri dan punya keberanian untuk berkata "TIDAK" demi prinsip. 🧵