قصة ملهمة ورائعة جداً شارك 🌹 👇
الابطال الحقيقيين
نوح كابارينو
نصراني اعتنق #الاسلام خلال عمله في #السعودية
حفظ القرآن والتفسير والسيرة في7سنوات عاد للفلبين و أسلم على يده أكثر م 70 ألف نصراني
لما فشل النصارى في مواجهته بالحجة
قاموا بإغتياله بالرصاص وهو ساجد يصلي العصر في مسجد مانيلا
رحمه الله تعالى
أي خاتمه وراء هذه الابتسامة يا الله 👇🏼
رحمة الله عليه واسكنه الفردوس الأعلى من الجنة اللهم آمين
#رصد_انتشار_الإسلام
#الإسلام #نور_الهداية #سبحان_الله
DARITADI NANGISIN INI😭😭,
“saya butuh makan”😭
“rumah saya dibekasi pa”😭
“anak saya sekolah” 😭
“saya butuh makan pak”😭
“tolong pak” “tolong”😭
“Saya minta tolong pak”😭😭😭😭
Driver ojol ini motornya diangkut dishub dia habis ambil orderan customer di pisang goreng bu nanik. Dan sekarang pihak bu nanik pun minta tolong buat yang kenal dengan drivernya. Tolong bantu viralkan ya!!!😭😭😭
Guys ini namanya Ketika hati nurani sudah tidak ada lagi nggak sih?🥲
Ntah kepada siapa lagi kita berharap😭
sc:threadsyetyhandayanii
motor kang ojol asal Bekasi di bawa Dishub DKI saat parkir mengambil order makanan di kawasan jakarta Timur
Pilu
Kang Ojol Sampai harus memohon untuk motornya bisa dilepaskan :
Tolong pak, Saya orang miskin , saya butuh motor buat antar makanan , saya butuh makan
Dokter Tifa @DokterTifa adalah simbol kegigihan. Seorang profesional kesehatan yg memilih meninggalkan zona nyaman utk menjadi penggiat media sosial yg tak kenal lelah.
Ia tak hanya bicara soal ijazah, tapi mewakili jutaan orang yg haus akan transparansi, akuntabilitas, dan kejujuran dari pemimpin negeri ini.
Penahanan hari ini bukan akhir, melainkan babak baru perjuangan. Seperti bara api yang ditiup angin kencang semakin besar nyalanya.
Sudah meresahkan banget. Di Rawamangun tuh banyak banget matel2 kek gini, anehnya lebih banyak berani pas perempuan yg ngendarain. Hari ini gue kena di stop in sama mereka, nanyain rumah gue di mana, untung nya dari tempat di stop in dket dari kerjaan ayah gue, jadi langsung gue suruh mereka ikut ke ayah gue. Yaps inilah yg terjadi. Bantu viralin ya gais
Seorang pria asing bernama Aaron Hutchings viral setelah membantu membebaskan sebuah keluarga di Pakistan yang terjebak dalam sistem kerja paksa berbasis utang selama hampir 140 tahun. Keluarga tersebut telah menjalani empat generasi bekerja di pabrik batu bata di wilayah Kasur, Pakistan, di bawah sistem utang turun-temurun. Dalam sistem itu, pinjaman dan biaya yang belum lunas diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya, membuat mereka terus terikat pada kerja paksa tanpa jalan keluar.
"Permadi Arya Dipelihara Prabowo"
Di Spanyol, Menghina Nabi Muhammad, bisa dipenjara sampai 15 tahun.
Di Indonesia, orang seperti Permadi Arya,menghina Nabi Muhammad dan berkali-kali menghina ajaran Islam, malah dipelihara @prabowo. Permadi harusnya digantung di Monas.
Untuk umat Islam, pun tak boleh menghina Yesus dan sesembahan agama lain. Alquran yang melarang.
- Al-An'am ayat 108
وَلَا تَسُبُّوا الَّذِيْنَ يَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ فَيَسُبُّوا اللّٰهَ عَدْوًا ۢ بِغَيْرِ عِلْمٍۗ كَذٰلِكَ زَيَّنَّا لِكُلِّ اُمَّةٍ عَمَلَهُمْۖ ثُمَّ اِلٰى رَبِّهِمْ مَّرْجِعُهُمْ فَيُنَبِّئُهُمْ بِمَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ
"Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan."
𝗥𝗮𝗸𝘆𝗮𝘁 𝗗𝗶𝗽𝗮𝗸𝘀𝗮 𝗧𝗲𝗹𝗮𝗻 𝗥𝘂𝗺𝘂𝘀 𝗞𝗲𝘁𝗶𝗱𝗮𝗸𝘄𝗮𝗿𝗮𝘀𝗮𝗻, 𝗟𝗶𝗺𝗮 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝗩𝗲𝗿𝘀𝘂𝘀 𝗦𝗲𝘂𝗺𝘂𝗿 𝗛𝗶𝗱𝘂𝗽.
Ada sebuah keajaiban hitung-hitungan di negeri ini yg tidak akan pernah bisa dijawab oleh guru matematika mana pun, bahkan oleh mereka yg telah mengabdi puluhan tahun hingga rambutnya memutih dimakan kapur tulis.
Rumusnya sederhana namun menyayat hati, “Lima tahun duduk equivalent seumur hidup kenyang.”
Teori formulasi yg ditemukan oleh sekumpulan manusia terpilih yg menyebut diri mereka “Wakil Rakyat” itu bahkan tak mampu dipecahkan otak sejenius Albert Einstein sekalipun.
Masa kerja mereka singkat, hanya satu periode jari tangan, 5 tahun. Yang disebut kerja itu pun adalah duduk di ruang berpendingin udara yg sejuk, di atas kursi empuk yg harganya mungkin setara gaji setahun 10 orang buruh pabrik. Di sanalah mereka duduk rapat, atau terkadang juga terlelap.
Tugas mereka mulia di atas kertas, namun ajaib di rekening. Hanya dengan modal lima tahun “bersuara”(atau diam), negara dengan sukarela mengikatkan diri untuk menanggung hajat mereka sampai liang lahat.
Seolah-olah keringat lima tahun mereka adalah elixir suci yg nilainya tak terhingga. Pensiun seumur hidup untuk kerja seumur jagung. Sebuah warisan feodal yg dibungkus rapi dengan pita demokrasi.
Di sisi lain, lihatlah ke bangunan sekolah yg atapnya bocor itu.
Di sana ada seorang guru honorer. Gajinya sering dirapel tiga bulan sekali, nominalnya pun seringkali lebih kecil dari struk satu kali makan siang sang "Wakil Rakyat" tadi.
Ia tidak duduk lima tahun, tapi berdiri dua puluh hingga tiga puluh tahun. Kakinya bengkak menahan lelah, suaranya serak mendidik anak-anak bangsa agar tidak bodoh, agar kelak bisa memilih wakil yg benar.
Apakah ia mendapat pensiun…?
Jangankan pensiun, bermimpi untuk diangkat menjadi pegawai tetap saja seringkali dilarang. Komplain sedikit soal MBG saja bisa dipecat.
Ketika masa baktinya habis dan tubuhnya renta, negara memberinya ucapan terima kasih berupa selembar piagam kertas, lalu membiarkannya mati perlahan dalam kemiskinan.
Tidak ada tunjangan hari tua, tidak ada jaminan kesehatan VIP. Pengabdian mencerdaskan kehidupan bangsa puluhan tahun ternyata harganya jauh lebih murah dibandingkan keahlian mengangkat jari tangan (yg lebih sering dipakai buat ngupil dari pada kunjungan ke dapil) dalam sidang paripurna.
Sungguh sebuah komedi tragis. Kita dicekoki dan dipaksa menelan mentah-mentah “Undang-Undang” yg isinya membuat kaya raya si pembuatnya, membiayai hari tua mereka yg bekerja hanya sekejap, sementara kita membiarkan pahlawan yg membangun fondasi negara ini mengais remah-remah di masa senjanya.
Hati nurani macam apa yg dipakai untuk mengetuk palu aturan itu..?Bagaimana mungkin kalian bisa menikmati uang pensiun itu dengan tenang, sementara guru yg dulu mengajari kalian mengeja kata “KEADILAN” itu kini sedang bingung mencari uang untuk makan..?
Di negeri ini, “Pengabdian” rupanya diukur bukan dari seberapa besar jasamu pada bangsa dan negara, melainkan seberapa dekat pantat busuk mu dengan kursi kekuasaan.
Bajingan kalian semua…!!!
Kemana kalian yang katanya si paling HAM ??
Ternyata definisi manusia, tidak sama bagi mereka..
Mari terus suarakan agar langit mendengar ada bangsa yg sedang dihabisi,
Sedang mereka kaum munafik berpura tak melihat, tanpa rasa
Sepertinya mereka bukan manusia
#SaveGaza #FreePalestine
Membayangkan dingin yang mereka rasakan,
Membayangkan kelaparan yang mereka rasakan,
Membayangkan kelelahan yang mereka rasakan,
Dan itu terjadi..
Bukan semenit dua menit
Bukan sejam dua jam
Bukan sehari dua hari
Bukan sebulan dua bulan
Bukan setahun dua tahun
Maaf ya Allah kami yang lemah
Tidak berdaya menolong begitu banyak jiwa manusia yang sedang dianiaya sesamanya..
Teruslah bersuara untuk Gaza dan Palestina saudaraku 🙏
Jika kita berdiam, penderitaan mereka takkan hentinya
#SaveGazaCivilians
#FreePalestine