Wajah orang yang dimarahi itu tidak bisa bohong. Lihat paspampres yang bawa payung lalu dipelototi Teddy itu, ekspresinya gak bisa bohong.
Entah kenapa dia bawa payung, entah pula kenapa Teddy melotot begitu. Tapi ekspresinya jujur.
Teddy kan merasa berkuasa, jadi wajar dong melotot ke bawahan?
Masalahnya, "kuasa" Teddy itu nebeng. Bukan miliknya sendiri, tapi "pinjaman" dari jabatan presiden yang cuma lima tahun (itupun maksimal dua periode).
ASN dan orang lama di sana bisa sabar menunggu Teddy lengah (jika mau nakal), atau presiden sudah lengser. Mereka sadar betul Teddy numpang lewat, sementara mereka tetap di sana setelah Presiden (siapa pun) purna jabatan.
Itu sebabnya mereka bertahan. Dan saya yakin bukan demi Teddy juga, tapi untuk sistem yang tetap jalan sesudah dia tidak ada.
"Bocah tengik. Norak amat jadi orang. Untung aja cuma lima tahun doang." Mungkin begitu batin mereka.
Pembunuh mimpi nomor 1 itu bisa jadi kemiskinan yang struktural.
- bisa jadi, ada anak super genius seperti Einstein di Indonesia Timur yang gabisa lanjut sekolah karena jaraknya yang amat jauh.
- bisa jadi, ada anak yang berbakat musik seperti Bach di Depok tapi karena harus ngehidupin adiknya dan ditinggal ortunya, akhirnya jadi pemulung.
- bisa jadi, ada anak di Sumatera yang sangat suka bola dan jika diterusin bisa kayak Messi, tapi kena gizi buruk dan sakit-sakitan, ga mampu berobat.
Maka dari itu, fasilitas publik seperti kesehatan, pendidikan, transportasi, dsb tuh penting agar kita ga kehilangan bakat2 terpendam begini.
Ya gimana ya.... Banyak orang yg dari kecil mindsetnya udah dibiasain terusยฒan dalam Survival Mode ๐ฅน
Tiap mau explore:
"Dek, jangan nakal..."
"Jangan nangis.."
"Jangan suka coret-coret!"
"Jangan dimainin!"
Tiap mau eksplorasi, dilarang.
Mau ekspresi, disuruh diam.
Sambil diberi ketakutan/ancaman yg intens... dipelototin, diteriakin, atau bahkan disentil, dicubit, yg bikin kita dulu kehilangan rasa aman tiap mau eksplorasi...
Akhirnya ya.. pas gede, energi kita habis cuma buat "menjaga diri" supaya nggak salah langkah, supaya Papa - Mama ngga marah, supaya perasaan orang lain terjaga,
energinya habis untuk memastikan kita tidak melakukan kesalahan atau tidak mengecewakan orang lain
sampai dewasa masih kebawa: lupa gimana caranya lari ngejar mimpi, demi menjaga agar diri kecil kita ini tetap merasa aman ๐ฅน๐ฅน๐ฅน
stasiun bekasi timur, kamis 30/4/2026
pagi awalnya cuma ada 2 bunga, menjelang sore malem makin banyak bunganya
dari pihak KAI disediakan meja supaya bunganya ga ditaruh bawah, eh lama-lama bunga yang diatas meja membludak jadi ditaruh dibawah, sama pihak KAI dikasih alas supaya bunganya ga di lantai
gini aja mewek ๐ญ๐ญ
rest in peace wanita hebat ๐ฅ
al fatihah
gue suka banget kalimat ini:
โOrang yang gak terbiasa komunikasi sehat, tiap masukan kerasa kayak sindiran.
Orang yang kurang tanggung jawab, tiap kritik kerasa kayak disudutkan.โ
Ego itu harus dikontrol, bukan diturutin.
Karena kalau ego yang selalu pegang kendali, semua hal bakal diputer jadi soal harga diri.
Dikit-dikit ngerasa diserang, dikit-dikit pengen ngebela diri, padahal belum tentu orang lain punya niat seburuk itu.
Ego bikin kita susah denger, susah nerima, dan akhirnya susah berkembang.
Padahal gak semua masukan itu jatuhin kadang itu cara orang lain biar kita bisa jadi versi yang lebih baik.
Kalau ego terus diturutin, yang ada kita bakal stuck di situ-situ aja.
Gak belajar, gak berubah, cuma makin pinter ngehindar dan nyalahin keadaan.