Inilah Daftar Nama nama terpidana diduga menempati fasilitas mewah di lapas Cibinong
1. KING Ferdi sambo,
2. Kuat Ma’ruf, pindah bersama Sambo
3. Ricky Rizal, pindah bersama Sambo
4. Harvey Moeis, Terpidana kasus korupsi dan TPPU
5. Surya Darmadi, Terpidana kasus korupsi kelas kakap terkait penyerobotan lahan kawasan hutan dan TPPU
6. Aulia Imran Maghribi, konsultan pajak Foresight Consulting, penyuap eks pejabat Ditjen Pajak
7. Winoto Kartono Then, kasus pemalsuan dokumen
8. Rochmadi Saptogiri, eks auditor BPK
9. Agus Winoto, eks Aspidum Kejati DKI
10. Andra Yastrialsyah Agussalam, eks Dirkeu PT Angkasa Pura II
11. Suharjito, penyuap Edhy Prabowo
12. Rizal Djalil, eks anggota BPK
13. I Ketut Suarbawa, eks pejabat Wijaya Karya
14. Elviyanto, kasus suap bawang putih
15. Rahmat Effendi, alias Pepen, eks Wali Kota Bekasi
16. Suparta, Dirut PT Refined Bangka Tin / RBT
17. Sontang Coin Manurung, Mantan Kepala Kantor Pertanahan (BPN)
Ombudsman menemukan sejumlah fasilitas mewah berstandar apartemen saat menggelar inspeksi mendadak (sidak) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu, 23 September 2026.
Ini korban kekerasan seksual dan perampokan kalian tertawakan?
bahkan dipertemukan dengan pelaku?
kalian sakit?!
Padahal UU TPKS Pasal 22 sudah jelas:
penyidik tidak boleh merendahkan hak dan martabat korban, apalagi intimidasi.
Pasal 69 huruf E juga jelas:
korban wajib dilindungi dari sikap dan tindakan aparat yang merendahkan.
Pak Kapolda coba liat ini anggotamu kelakuannya terhadap korban perampokan dan kekerasan seksual, mereka intimidasi dan jadikan bahan lelucon!
sebaiknya segera dicopot dan diproses propam, @bidhumaspoldasultra @komnasperempuan @divisipropampolri @divisihumaspolri
Indonesia bubar
bisa saja menjadi kenyataan.
Bukan karena rakyat benci bendera.
Karena pemimpinnya
dari pusat sampai daerah
sudah tidak peduli.
Sudah tidak dipercaya.
Sebagian sudah error.
Kritik membangun pun
tidak sanggup didengar.
Kalau negara hanya menarik setoran
lalu tuli pada daerah,
daerah akan mulai hitung sendiri.
Pemisahan bukan mustahil.
Yang pertama berpisah
belum tentu Papua.
Belum tentu Aceh.
Bisa Yogyakarta.
Lalu Kesultanan Cirebon.
Banten.
Kediri.
Pasundan.
Baru luar Jawa
satu per satu.
SDA akan ditata ulang.
Tidak lagi disetor ke pusat
untuk dikuasai segelintir oligarki.
Tambang, kebun, minyak, gas
yang selama ini mengalir ke atas
bisa balik ke tanahnya.
Luar Jawa yang kaya
bukan daerah miskin.
Yang miskin hanya kasnya
karena kerannya dipegang orang lain.
Kalau dikelola sendiri,
bisa melebihi negara kaya Timur Tengah.
Bisa saja
pak haji kondang di Kalimantan
kelak mengangkat diri jadi sultan baru
turun-temurun.
Menurutku itu urusan belakangan.
Yang ditanya duluan
rakyatnya makmur atau tidak.
Pendidikan gratis.
Kesehatan gratis.
Hidup lebih mudah.
Seperti Brunei yang tidak sibuk
jualan slogan.
Pilih mana, wak?
Demokrasi gila
yang dipimpin bandit
beli suara murah
pakai uang hasil korupsi?
Atau terus teriak NKRI harga mati
sambil rakyatnya yang mati pelan-pelan?
Yo, bisa mati tenan, wak.
Mereka yang tambangnya di luar Jawa
paling kencang teriak kesatuan.
Wajar.
Kerannya enak.
Boleh NKRI harga mati.
Asal tidak dipimpin bandit
yang otaknya error
dan akhlaknya sudah habis.
Sindiran Pak Hasan
Di Gontor kita hanya memanggilnya Pak Hasan. Tanpa sebutan Kiai, atau Gus. Dia adalah anak tertua KH Abdullah Sahal, yg tertua dari tiga bersaudara pendiri Gontor.
Pak Hasan dari dulu kiai yang hidup sangat sederhana. Dia tinggal di rumah peninggalan ortunya. Dulu, tahun 80 an, berada persis di samping masjid. Tidak ada mobil, ato motor yg terparkir di rumah itu.
Kesederhanaan juga kongkrit diwajibkan jadi nafas kehidupan pondok.
Santri, harus melepas semua atribut kemewahan. Dilarang pakek batik. Pakek baju polos biasa. Semua alat elektronik harus diserahkan ke bagian pengajaran.
Tahun 80 an, hanya ada satu mobil di pondok. Kijang pick up buaya hijau. Itu satu2 nya mobil punya pondok.
Kiai2 dan guru pengasuh kemana-mana pakek sepeda.
Kiai dan pengasuh gak pegang duit. Semua usaha pondok, dari dapur, kantin, toko kelontong, toko buku, duitnya dipegang santri. Santri yang setor ke bank. Santri yang ngelola.
Kiai dan guru di Gontor tidak digaji. Mereka hidup dari percetakan buku ajar atau usaha dapur untuk santri.
Karena hidup sederhana, kiai2 Gontor hidup dan berpikir merdeka. Hidup jauh dari penguasa Orba selama puluhan tahun gak masalah. Pondok tetep hidup dan berkembang.
Kalo Pak Hasan ngomong gak enak di depan Prabowo, ya itu biasa.
Tapi Pak Hasan tidak hanya menyentil para pejabat dan penguasa..
Dia juga menyentil kehidupan banyak kiai dan ulama.
Stres banget anj Kasat tolol. Bisa2nya korban gak boleh nangis? Korban pemerkosaan merasakan trauma, merasa takut, wajar kalo dia nangis malah dibentak. Sialan emang.
Pelaku pemerkosaan bukannya dihukum penjara malah nyuruh mediasi, otak lo di silit ta?
Manusia yang paling berhak menasihati pemerintah adalah para ulama, ash-habur ra’yi (para cendekiawan) yang dikenal baik akhlaknya, dan ahlu halli wal ‘aqdi (para ulama yang ‘alim di majelis Syura). - Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas
SATU KATA UNTUK BELIAU: K.H. Hasan Abdullah Sahal
Kata Kyai Hasan:
“Saya ingin menyampaikan kepada Bapak Presiden, kalau makan saya, pakaian saya, kendaraan saya, rumah saya melebihi makanan santri, pakaian santri, kendaraan santri, rumah santri, PROTES BOLEH! Boleh diprotes, boleh dikritik, boleh didemo!”
Meanwhile, reaksinya: 😭
Bicara Kepada Prabowo, Pimpinan Gontor: Jika Apa yang Saya Makan Lebih dari Santri, Silakan Didemo
Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, KH Hasan Abdullah Sahal, menegaskan komitmen kesederhanaan dan keikhlasan dalam memimpin pesantren di hadapan Presiden Terpilih RI, Prabowo Subianto. Pernyataan tersebut disampaikan saat Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur (19/9).
Di hadapan Prabowo dan ribuan hadirin, Kiai Hasan menegaskan bahwa pimpinan pesantren tidak boleh menikmati fasilitas yang melebihi para santri. Ia bahkan mempersilakan siapa saja untuk mengkritik hingga mendemonstrasinya jika terbukti hidup lebih mewah dari santrinya.
"Saya pengin menyampaikan kepada Bapak Presiden, boleh disaksikan. Kalau makan saya, pakaian saya, kendaraan saya, rumah saya, melebihi makanan santri, pakaian santri, kendaraan santri, rumah santri, protes boleh," kata Kiai Hasan dengan nada tegas.
Ia kembali menegaskan pernyataan tersebut untuk menunjukkan prinsip kesederhanaan yang dipegang teguh oleh Pondok Modern Gontor sejak awal berdiri.
"Saya ulangi, kalau apa yang saya makan, apa yang saya pakai, apa yang saya tempati, apa yang saya kerjakan lebih daripada santri, boleh diprotes, boleh dikritik, boleh didemo. Inilah Gontor, inilah Gontor," tuturnya.
Lebih lanjut, Kiai Hasan menjelaskan bahwa jiwa kesederhanaan dan pengabdian tersebut merupakan warisan dari para pendiri pesantren yang telah mewakafkan Gontor dengan penuh keikhlasan.
Orang NPD Gak bakalan Terima kritikan.
Di depan Presiden, Gontor tetap memilih pendidikan.
“Maaf ya Pak Presiden, saya ngomong tidak enak.”
Pesannya sederhana tapi menohok: **jabatan bisa berkuasa, tapi pendidikan yang membentuk masa depan.**
Diacara Syukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, Presiden Prabowo bilang:
“Jangan percaya isu-isu jelek pemerintahan di sosmed. Mereka antek-antek asing. Mereka punya uang bisa bayar buzzer di sosmed”
Alamak, disangkanya kita buzzer 😳😴
Tiba di Pondok Modern Gontor Ponorogo, Prabowo disambut lantunan Al-Qur'an surat Al-Ahzab tentang manusia yang harus berbicara dengan benar.
#Gontor#Prabowo#Ponorogo#100tahungontor