skena rap indo dulunya mostly sangat political dan very leaning more into concious rap. bisa dibilang hiphop indonesia lebih ke energi punk, beda sama hiphop negara asalnya yang lebih jadi simbol gang2 disono.
Dari sini munculah diskursus mengenai penggunaan lirik misoginis dan objektifikasi perempuan di track-track skena rap indo.
and here is my take : kritik terhadap lirik misoginis harus tetap relevan karena musik bukan ruang yang netral.
"Teori komunisme menjanjikan masyarakat tanpa kelas dan negara, namun dalam praktiknya sering kali melahirkan rezim otoriter yang memusatkan kekuasaan secara absolut"
@threevelation Teori komunisme menjanjikan masyarakat tanpa kelas dan negara, namun dalam praktiknya sering kali melahirkan rezim otoriter yang memusatkan kekuasaan secara absolut.
Kalo orang2 developmentalisme ala LKY punya slogan "look east" buat menjadikan Jepang patokan, Saya punya slogan "look north" untuk menjadikan Filipina sebagai patokan✌️
@IqrisL64399 I'll answer in part with another question: how can they be proletariat? Where's the reserve army of labor for professors? The surplus of labor? How do capitalists increase their rate of exploitation?
The majority of the intelligentsia is petit-bourgeois.
Anda tidak mau menguliahkan anak Anda di UGM karena mahasiswanya tidak beradab
Saya tidak mau menguliahkan anak Saya di UGM karena mahasiswi transpuan yang mengakses toilet perempuan dirundung habis-habisan
We are not the same
Udah kayak mahasiswa woke di Amerika yang main cancel culture bubarin acara yang mereka gak suka. Lupakan itu semua nilai demokrasi seperti kebebasan berpendapat dan pertukaran ide dan pandangan.