Bayi berisik, balita rewel, nenek kakek yg jalannya lambat etc adalah dinamika wajar di ruang publik. Orang-orang yg nggak siap keluar rumah untuk menghadapi dinamika semacam itu dipersilakan gak usah keluar rumah sama sekali 👍
I know I’m not the target audience tapi ini membuka wawasan kalau ternyata konten semacam ini laku(?) 🤔 beneran penasaran sisi mananya yang merangkul audiens? Apakah karena minuman keras? Duduk di sofa? Ajeb di rumah?
bukan.
ini foto gagalnya negara dan pemerintah menyediakan transportasi umum yg selamat, nyaman dan terjangkau utk rakyatnya yg sudah berkontribusi patungan lewat pajak.
Suami gue mau ganti popok anak di family room-nya BXC Bintaro ga boleh, alesannya ada ibu2 lagi nyusuin. Terus suami minta mereka masuk ke bilik menyusui ke penjaganya tp dia ga mau, alasannya emang laki ga boleh masuk family room. Ya pantesan orang indo banyak yg fatherless
‼️ Lagi-lagi konten jelek nan wagu ‼️
Baca sajian makanan yg pedomannya 'Isi Piringku' dari Kemenkes dulu sana, baru kerja di dapur. Kerja 'sepele' kan ya tetep butuh belajar.
"Terus kami harus gimana?"
HARUS TUTUP! Keberadaan dan kerja-kerja kalean sungguh gak guna. 🫵🏻
Kalu misal persalinannya ada penyulit macam panggul sempit, plasenta nutupin jalan lahir, ruptur rahim, gawat janin, eklamsi, dll gmn? Masih mau dipaksa lahiran normal?
Klo ini diamini oleh orang banyak terus bnyk yg gk selamat gara2 ente, mau tgg jawab?
Apa bakal ngemeng “aku ga ngajak kok, kan cm sharing prinsip aku aja.” kayak sebelum2nya?
Sumpah dah ini orang harus bener2 ada yg menindak tegas krn bahaya banget 😭😭😭
ini demo sampe malem, sampe manjat pager. kok boleh?? kok ga ditabrak & dilindes pake rantis?? kok ga ditembakin gas air mata?? kok ga digebukin & ditendang tendang sama polisi??? kok ga adil??
Bapaknya koruptor btw, kena kasus suap proyek pembangunan PLTU Tarahan, Lampung di tahun 2004.
makanya lo jangan heran kalau anaknya ngang ngong ga nyambung gini, apesnya jadi wakil rakyat.
Kita memang lembek banget sama keluarga koruptor sampah.
Kemarin ada satu coffee shop yang bikin campaign "NGENTOT", katanya singkatan "Ngenal Total".
Menu kopinya dikasih nama-nama cewek.
Jadi pas barista nanya "mau pesan apa?", pelanggan jawab "mau pesan Nadia."
Lucu? Kreatif? Nggak sama sekali. Ini pelecehan yang dikemas jadi marketing.
Seolah-olah harga diri perempuan bisa dibeli seharga kopi.
Yang bikin gue lebih kesel: "permintaan maaf" mereka kayak ga niat gini.
Cuma tulisan doang. Ga ada video. Ga ada statement langsung dari yang bertanggung jawab.
Gak ada penjelasan kenapa ini bisa lolos. Gak ada akuntabilitas. Cuma damage control yang berasa template dan malah lanjut jualan.
How the fuck was this approved by the higher ups? Did they hire misogynist perverts?