@NisshaNasir Iya betul, pernah dikatain anj*ng sm oknum poli**, kondisi igd lg rame, mau ada op cito, resus full, jaga sendiri, kepala udh mendidih pengen kubentak balik, tp kutahan seketika mikir udh capek kerja ngeladenin orang begitu, kuanggap dia yg anj*ng menggonggong.
@dimarsasongko98 Ya memang biasanya mereka begitu kok. Lumayan sering berantem sm mereka. Pernah ada yg teriak2 dari depan pintu kek org kesetanan. Pernah dilempar rekam medis ke muka. Ada yg ngaku anggota dpr, keluarga bupati, anggota partai tertentu. Kadang ada yg bawa golok.
@qutiews Terlepas dari ini rs-nya yg salah. Tp selama saya bekerja, petugas bpjs kl menjawab aduan masyarakat spt mengadu domba dg nakes ya. Pernah jelasin aturan bpjs, pasien ga terima, lapor ke bpjs, kata bpjs saya salah. Saya minta si petugas bpjs jelasin sendiri di igd, ga datang dia.
@kompascom Ya cobalah pak menkes ini suruh ke puskesmas di daerah. Di jkt puskesmas kecamatannya udh setara RS tipe D. Gausah jauh2 ke pulau terpencil. Ke puskesmas di jawa aja tp yg di kabupaten. Bandingkan sm yg di jkt. Baru dah kita diskusi.
@anggarasamvdr Langsung aja genjutsu kotoamatsukami. Krn ngomong pasti ga didengar. ((Suara rakyat cough cough)). Marah malah kita yg malu ah ga elegan.
@arayvn@tanyakanrl Kak jgn sedih tp sebagian besar masyarakat kita mengira info ini hoax kak hahaha. Udh di tahap capek ngejelasin. Kritis dibilang bacot. Kita disuruh telen mentah2 kebijakan yg ga ada bijak2nya ini haha.
@husain_fikri@apralzolam Udh ges tn fikri ga usah diladenin. Dia aja ga tau kondisi rakyat yg jd nakes gmn. Bro pikir nakes digaji tinggi, kaya raya dari lahir, dan sistem kesehatan kita sempurna. Cukup tiap hari nakes disalah2in, nanggung biaya RS yg tdk terklaim bpjs, dimarahin keluarga pasien, dll
@husain_fikri@ogutm3@apralzolam Bang saran coba studi banding dulu ke banyak RS. Ngobrol sama manajemen dan nakes yg bertugas di pelayanan. Sistem kesehatan ini sistemnya amburadul, anda ga bisa cm ngomong di medsos tp ga tau sebetulnya kenyataan di belakang layar spt apa. Kalau sudah tau, baru kita diskusi.
@tanyakanrl tergantung banyaknya pasien dan SDM kak. Pov rs tipe A yg polinya cukup lengkap (>35 poli), total >2000 pasien/hari. Farmasi rawat jalan ada 3 (1 farmasi khusus obat tertentu). Jumlah >2000 pasien, beda dosis, beda sediaan, ada yg diracik puyer, kapsul, dll. Sudah kebayang kah?