Kalau ada kutu di beras, reaksi pertama hampir semua orang sama.
“Berasnya jelek.”
Saya dulu juga berpikir begitu.
Ternyata kutu beras sering kali sudah “ikut” bahkan sebelum beras masuk ke karung.
Kalau beras ada kutunya, biasanya diapain?
👇️
BREAKING NEWS!!!
Kelompok Hacker Pro Palestina resmi luncurkan arsip digital Genosida Gaza 64.537 video dan 17.905 kejahatan kemanusiaan kini dapat diakses publik!!!
Ini link nya --> https://t.co/yKbdkQsfn2
beredar surat tentang kegilaan cara kerja kopdes :
- Barang datang , dikordinasikan Babinsa, bukan pengurus Kopdes
- Barang dijual, oleh pegawai Agrinas yang ditempatkan di gerai
- Uang hasil jual, diambil PIC Agrinas setiap 2 hari, bukan ke pengurus
- UMKM lokal jualan, tapi bayarannya nunggu Agrinas, kapan tidak jelas dan tidak di kasih sampe hari ini
- Pengurus Kopdes, tidak dilibatkan sama sekali dalam rantai manapun
- Yang punya kontrol, Agrinas + Babinsa/Kodim
- Kopdes bukan milik desa nama desa dipinjam,
- tapi kendali penuh ada di Agrinas & militer.
- Pengurus hanya jadi pajangan
🚨 LIVE FOOTAGE: Israel just dropped a
massive bomb to kill 18-year-old student
on her way to her school exam in Gaza.
Her name is Raghad Ashour. Repost this.
Bakar Jerami: Subur Sesaat, Tagihannya Panjang
Sering lihat petani membakar jerami sisa panennya di sawah? Mengapa mereka melakukan itu?
Saya pernah bertanya (protes, tapi dalam hati) pada beberapa tetangga sawah yang melakukan itu. Jawabnya mengejutkan.
"Kalau habis dibakar, tanaman berikutnya tumbuh subur kok nyatanya. Kalau langsung dibajak malah kurang bagus tanamannya. Bisa asem-aseman".
Yang lain juga sama. Membenarkan. Loh? Kok bisa? Jangan2 dia benar, dan saya yang salah. Bagaimana ini?
Utas
#literasipertanian #unsurhara #kimiatanah #biologitanah #ekologi
Pimpinan sama simpatisan kok kompak sama sama denial? Tahana politik adalah kriminalisasi dan salah tangkap itu beneran ada. MBG mangkas anggaran pendidikan itu beneran ada. Guru kena efisiensi karena borosnya MBG itu beneran ada. Aparat ngisi pos sipil itu beneran ada. Publik marah kepada negara itu beneran ada. Mau denial apa lagi?
"Kami mau melapor ke polisi, polisi punya dapur SPPG. Kami mau melapor ke TNI, tentara punya dapur SPPG. Kami mau melapor ke DPR RI, anggota DPR banyak yang punya dapur SPPG," kata Iman Zanatul Haeri, seorang guru, di hadapan Mahkamah Konstitusi.
Barisan tentara memblokade demonstran di sekitar Thamrin Plaza Jakarta yang akan menuju titik kumpul protes di Bundaran HI. Ini pertama kali militer diterjunkan mengadang demo publik sejak terakhir kali.
Tuntutan demo 12 Juni 2026 mengenai kenaikan BBM, proyek boros duit rakyat seperti MBG dan Kopdes Merah Putih, kementerin gemuk yang inkompeten, militerisasi di ruang sipil, dll.
Dokumentasi lapangan oleh tim redaksi Project Multatuli.
#AksiIndonesiaBangkrut #Mahasiswa
Lucu rasanya. Pasukan lengkap TNI-Polisi dikerahkan untuk menghadang barisan orang muda tanpa senjata yang hendak menyuarakan haknya. Mengingat berkali-kali menyaksikan negara begitu “softspoken” sama penjahat perang macam Trump dan Netanyahu. Tapi berlaga sangat galak kepada rakyatnya sendiri. Republik anomali
Kepada para pemimpin republik, kami orang muda bukan musuh bangsa ini. Jangan kerahkan tentara dan polisi untuk membatasi suara kami.
Ajak kami berdialog dan penuhi tuntutan kami. Kami bukan penyebab krisis, para pejabat brengsek itu adalah penyebab kekacauan ini.
CNN just showed an Israeli soldier beating a Palestinian man on camera, alongside settlers holding another man down. The soldier clubbed him in the head until he went motionless
Separately, Israeli forces shot and killed seven-month-old Sam, in Hebron
These aren't isolated incidents. It's happening daily. Every day, another video. Another "investigation" that leads nowhere.
Guys, KPK baru saja buka-bukaan tentang fakta baru korupsi di Indonesia yang menurut gue paling mengejutkan dan paling relate dengan kehidupan sehari-hari khususnya buat kalian yang masih muda.
Koruptornya makin muda.
Cara nyembunyiin uangnya makin canggih.
Dan salah satu caranya yang paling mengejutkan adalah melalui perempuan muda yang mereka dekati dengan uang panas.
Istilahnya sekarang: ani-ani.
Pertama kenapa ini terjadi:
Wakil Ketua KPK Ibnu Basuki menjelaskan polanya dengan sangat gamblang.
Koruptor sudah dapat uang besar. Langkah pertama: bagi-bagi ke istri, keluarga, anak, tabungan, bahkan amal.
Tapi setelah itu masih ada sisa uang tunai dalam jumlah masif yang tidak tahu mau diapakan.
Simpan di bawah kasur?
Takut dimakan kecoa.
Simpan di bank?
Takut ketahuan PPATK
Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan yang memantau semua transaksi mencurigakan.
"Bingung dia.
Ke mana uang Rp1 miliar ini?
Kalau ditaruh kolong, takut dimakan kecoa.
Kalau ditaruh tabungan, takut sama PPATK.
Ini yang paling ditakuti."
Nah di titik buntu inilah muncul solusi yang mereka pikir aman: dekati perempuan muda biasanya mahasiswi dan alirkan uang panas itu ke sana dengan dalih "bantu biaya hidup."
Dan ini gambaran yang KPK berikan yang paling menggelikan sekaligus mengerikan:
"Ngelihat dia yang cantik-cantik di sana.
Mulai cari yang bening-bening.
Didekati: adinda kuliah?
Di mana kuliah kamu adinda?
Hai Mas, sapa si cewek itu.
Dipanggil Mas padahal sudah tua
kemudian si cewek bilang: Mas kan masih muda."
Itu bukan gombal biasa.
Itu pencucian uang.
Uang yang masuk ke rekening atau dinikmati perempuan itu secara hukum masuk kategori Tindak Pidana Pencucian Uang atau TPPU.
Dan ini yang paling penting untuk diketahui terutama buat perempuan muda:
Menerima uang dari seseorang yang kamu tahu atau seharusnya patut menduga uangnya dari hasil korupsi itu bukan urusan dia sendiri.
Itu urusan hukum kamu juga.
KPK menyebutnya sebagai pelaku pasif TPPU yaitu seseorang yang menerima, menabung, atau menyimpan uang dari hasil tindak pidana meskipun bukan dia yang korupsi.
Dan kalau terbukti kamu tahu atau setidaknya patut menduga uang itu dari kejahatan ada pasal tambahan yang menanti: Pasal 480 tentang penadahan.
Jadi bukan cuma dia yang masuk penjara.
Kamu juga bisa ikut terseret.
Dan ini tentang tren yang paling mengkhawatirkan koruptor makin muda:
Direktur Pelacakan Aset KPK Mungki Hadipratikto mengungkapkan sesuatu yang sangat mengejutkan.
Dulu koruptor rata-rata berusia di atas 60 sampai 75 tahun.
Sekarang ada yang masih di bawah 35 tahun.
Dan perbedaan usia ini langsung mempengaruhi cara mereka menyembunyikan uang.
Koruptor tua: tanah, bangunan, apartemen, mobil, saham aset fisik yang kelihatan mata.
Koruptor muda: kripto dan aset digital tidak kelihatan, tidak ada di lemari atau garasi, dan jauh lebih sulit dilacak.
KPK mengakui ini adalah tantangan baru yang serius. Pola penyitaan harus berubah total karena aset digital butuh keahlian yang sangat berbeda dari aset fisik.
81% koruptor adalah laki-laki.
Mereka panik memegang uang tunai besar yang tidak bisa disimpan di bank.
Mereka mencari perempuan muda untuk jadi tempat mengalirkan uang panas itu.
Dan perempuan yang tidak tahu atau pura-pura tidak tahu bisa terseret ke dalam kasus hukum yang sama.
Ini bukan hanya soal koruptor yang makin canggih.
Ini soal ekosistem korupsi yang melebar ke mana-mana termasuk ke orang-orang yang merasa tidak terlibat tapi menikmati hasilnya.
Yang paling bahaya bukan koruptornya.
Yang paling bahaya adalah ketika kita tidak sadar bahwa kita sudah menjadi bagian dari sistem itu.
Saya bilang ini pasti banyak yang marah
"Padi RUSAK bukan karena kurang pupuk, tapi karena KEBANYAKAN Urea."
95% petani yang saya temui di lapangan pakai Urea overdosis. Dan mereka heran kenapa padinya roboh & hama ganas.
Ini penjelasannya 🧵👇
Tanggapan tim kolaborasi Pesta Babi, Sabtu, 30 Mei 2026
Mama Yasinta Moiwend adalah seorang tokoh perempuan adat Malind yang sudah lama berjuang untuk diri dan komunitasnya, jauh sebelum proses pembuatan film dokumenter ini berlangsung. Kami tim kolaborasi film Pesta Babi menghormati apa pun sikap Mama Yasinta saat ini dan meminta publik untuk tidak menyudutkan atau menghakimi beliau, sembari kami masih berusaha memahami apa yang terjadi dengan perubahan pilihan sikap ini.
Setelah videonya beredar pada Sabtu malam, 23 Mei lalu, hingga mendatangi Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya pada Jumat, 29 Mei, Mama Yasinta belum dapat dihubungi atau ditemui langsung. Kami terus berusaha membangun komunikasi dengan Mama Yasinta dan berkoordinasi dengan keluarganya.
Kami mengharapkan dukungan perhatian publik terhadap persoalan ini, sembari kita melanjutkan solidaritas untuk upaya penyelesaian persoalan yang begitu besar di Tanah Papua.
Kolaborator film Pesta Babi:
Ekspedisi Indonesia Baru
Greenpeace Indonesia
Jubi Media
LBH Papua Merauke
Pusaka Bentala Rakyat
Watchdoc
Narahubung: +628111463105
Gambar di bawah ini menunjukkan bagaimana Pulau Gebe hancur di tangan perusahaan milik Sherly Tjoanda.
Orang yang kekayaannya berasal dari penghancuran alam tidak layak disanjung dan dijunjung tinggi. Karena suatu hari nanti, halaman rumah Anda sendiri bisa tergusur jika orang seperti ini mendapatkan jabatan yang lebih tinggi.
Ustadz Bachtiar Nasir:
"Media yang menyuarakan Palestina kian melemah".
*Mengaji saja tidak cukup, kita harus jadi jurnalis²*
"Berbicaralah, tulislah tentang Gaza, agar kelak ucapanmu dan tulisanmu hari ini bisa menjadi pembelamu di hari kiamat." ‼️
Pagi hari, 30 April 2026, anak anda (10 tahun) lagi sekolah, jajan depan sekolah tiba-tiba ditabrak mobil. Kerumunan anak-anak dan pedagang jajanan terpental dan terhimpit mobil dan tembok sekolah. Kemudian anak anda meninggal dunia.
Pelakunya adalah Ahmad Mursidi (58), Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Pandeglang. Sudah dijadikan tersangka sejak 14 Mei 2026. Dua minggu kemudian, pelakunya, dilantik jadi Staf Ahli Bupati Pandeglang.
Silahkan,
BEDAH YUK !!!
KOK BISA HARGA SAPI KURBAN DARI APBN 91 JT/EKOR?
Rp 100 miliar untuk 1098 sapi.
Jadi rata-rata Rp 91 jt.
Dari Baznas, sapi premium 200-300 kg seharga hampir Rp 20 jt (termasuk distribusi).
Dari Dompet Dhuafa, sapi > 300-350 kg seharga Rp 26 jt.
Jadi, yang besar sapinya (1 ton an) apa mark-upnya?
Stop wak......✋️✋️✋️
Kalian harus lihat ini ⚠️⚠️⚠️
Banjir Bandang Terjang Desa Solimandungan II Bolaang Mongondow Desa Solimandungan II dilanda banjir bandang pada Rabu (27/5/2026) sekitar pukul 16.00 WITA.
Peristiwa tersebut terjadi di wilayah Kecamatan Bolaang, Kabupaten Bolaang Mongondow, dan terekam dalam siaran langsung akun Facebook milik warga bernama Lissa Mokodompit. Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat derasnya arus banjir membawa batang-batang pohon hingga menghantam rumah warga.
Material kayu tampak berserakan di sejumlah titik permukiman dan menyebabkan kepanikan warga setempat. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi terkait jumlah korban maupun tingkat kerusakan akibat banjir bandang tersebut.
Warga berharap bantuan dan penanganan darurat segera dilakukan untuk mengantisipasi dampak susulan