Disclosure Day adalah film yang bikin gua makin yakin kalo Steven Spielberg itu people pleasure.
Secara premis cerita, Disclosure Day menjanjikan banget. Tentang bagaimana reaksi manusia ketika dihadapkan pada fakta bahwa manusia itu ga sendiri. Sebuah isu yang kerasa original. Bukan tentang invasi alien yang begitu-begitu aja.
Dari premis yang sebagus itu, gue berharap ini jadi tontonan yang penuh kekaguman. Tapi sayangnya, ini bukanlah karya Spielberg yang sangat spesial, setidaknya di mata gue. Gue bisa ngerti kalau Spielberg mau supaya misterinya itu di-reveal pelan-pelan. Tapi setelah nunggu 2.5 jam, film ini ga benar-benar ditutup dengan klimaks yang memuaskan. Premis yang bagus tidak didukung dengan penulisan yang sama bagusnya.
Kekaguman gue jatuh di visualnya yang bagus banget. Disclosure Day juga mencoba agar ceritanya bisa diikuti oleh penonton dari usia remaja hingga usia lanjut, lewat dialog yang ringan dan tanpa istilah-istilah khas film sci-fi yang rumit. Performa Emily Blunt sebagai lead dalam film ini masih sama bagusnya ketika nonton Edge of Tomorrow 12 tahun yang lalu.
Overall, sebagai summer movie film ini cukup menghibur, khususnya untuk cerita sci-fi dengan angle yang berbeda tanpa istilah-istilah fisika yang rumit.
BERTANYA:
Kenapa kata โsinefilโ sekarang jadi sebuah kata yang dimaknai ke arah negatif?
Sejak kapan kata yang bermakna pencinta sinema/film berubah jadi pencinta film yang anti film komersil dan ringan?
@IDGoonerscom Taktik Arteta kalau ga ada perubahan sepertinya bakalan tetap 0 trofi tahun ini. Semua tim berbenah, Arsenal kalo masih pake cara yang begitu-begitu terus ya akan sulit buat bersaing.
Ga sedikit gua temuin orang yang ninggalin X. Tapi masih banyak yang memilih stay di platform ini.
Pertanyaannya, kenapa kalian masih memilih stay di platform ini?
@IDGoonerscom Ngeliat cara main Arsenal barusan di babak kedua malah sempat kepikiran mending kalah sekalian biar pemain & pelatih tuh mikir dikit.
@IDGoonerscom@Arsenal Tuh kanโฆ Ada yang salah dengan taktik Arteta. Pemain Arsenal ga punya daya juang sama sekali. Lebih milih wasting time daripada kunci kemenangan.