Kasih pemahaman ke saudara, keluarga dan teman kalian bahwa suara saat pemilu itu sangat berdampak. Jangan asal pilih, cari tahu bibit dan bobot. Kulik rekam jejak. Jangan seperti kemarin, udah naik dengan cara licik, konflik kepentingan seabrek, sevulgar itu masih ditoleransi.
Mengkiritisi kebijakan-kebijakan pemerintah, itu bukan bentuk memusuhi. Malah bentuk kepedulian masyarakat sebagai warga negara.
Itu memang kewajiban masyarakat sebagai bagian dari negara ini.
Memastikan program kerja dan kebijakan yang dibuat, benar-benar berguna dan berjalan dengan baik.
Masyarakat yang mengkritisi, itu tanda mereka peduli pada kemajuan bangsa ini.
Kalau semua sudah berjalan dengan baik, pasti dengan sendirinya kritik-kritik itu akan berkurang juga.
“Gak seru ah timeline isinya demo sama marah2 ke pemerintah terus”
Kak, Indonesia makin berantakan jg gak seru, hidup yg udah susah jadi makin susah juga gak seru, rentan dapet kekerasan juga gak seru.
MAKSUT LO???????????? kak please deh ini bukan soal sakit hati. toh kalo dibilang sakit hati ya bener, GUE GA IKUTAN MILIH TAPI KENA DAMPAK JUGA KARENA LO SEMUA TOLOL
Mahasiswa yang dihadang jalannya sama polisi dkk aja sampai jalan kaki ke Bundaran HI... Oh God... Look at them. Look at their dedication and unwavering hope for a better future....
REVISI UU POLRI: SKEMA NEGARA MEMFASILITASI REPRESI!
Selain multi(dis)fungsi, kami memberi catatan pada Pasal 19 ayat (2) yang meneruskan pola kriminalisasi dan brutalitas polisi yang banyak dilakukan pada kriminalisasi Agustus lewat penerapan Pasal 170, 212, & 214 KUHP lama.
Yang unjuk rasa mahasiswa. Seusia anak bahkan cucu mereka. Tapi mereka kerahkam polisi dan TNI. Bukan untuk menjamin keselamatan pengunjuk rasa, tapi untuk memastikan bahwa unjuk rasa tak mengganggu kekuasaan mereka!
Pengecut!