ternyata being appreciated itu penting yaa
dulu setiap aku kasih gift ke pasangan, i never really got much of a “thankyou” or any little gesture yg showed how much he appreciated it. jd lama2 aku juga ngerasa, yaudah… biasa aja kalau ngasih sesuatu ke orang
n now, setelah ngerasain gimana rasanya to b genuinely appreciated, i finally understand how much it actually means.
aku ngerasain itu semua dari temen2ku. mereka always appreciate even the little things ab me, notice small details, n make me feel like my effort actually means something.
its such a simple thing, but feeling appreciated can make me feel so loved. 🤍
nemu ini bagus bgt :
i don’t regret loving people wholeheartedly.
banyak yang bilang jangan terlalu nunjukin rasa, jangan terlalu effort, takutnya nanti disia-siain. but honestly, i don’t wanna love with a calculator in my hand.
my love tank has always been full. i grew up surrounded by love, effort, and people who made me feel cared for. so when i genuinely care about someone, giving comes naturally.
kalau suatu hari ternyata it doesn’t work out, yaudah. it doesn’t make everything i gave any less real.
lepasin aja kalo dia terlalu samar untuk ditunggu. seriously, you've been carrying the whole relationship on your back sekian lama. kamu udah terlalu lama mengorbankan segalanya, and for what? not even once kamu ngerasain gimana rasanya diperjuangkan the same way you do. it’s literally always you yg harus menunggu, memahami, dan mengalah, sampai hati kamu perlahan burnout dan kehabisan tenaga. listen to me, letting go is not a crime.
kebaikan itu “long-term asset”, bosen itu solvable problem/bkn fixed condition. bisa diatasi dgn komunikasi dan nyari novelty dgn melakukan shared-activities.
for self-expansion, you will grow better in a kind environment than in hostile one 😗👍🏻
paling benci sama orang yang suka ngeremehin perasaan orang lain. kaya "gitu doang nangis, gitu doang sakit hati, gitu doang stress" eh bgst ga semua orang perasaan nya sama ya. hal yang menurut lo kecil, bukan berarti menurut orang lain juga kecil.
one day, gue pengen anak gue belajar tentang cinta bukan dari film atau novel, tapi dari cara orang tuanya yang sabar, lembut, tanpa nada tinggi dan tidak patriarki.
gue pengen dia ngeliat kalau orang tuanya dipenuhi rasa cinta setiap harinya.
"sayang aku lagi iniiii"
"sayang nanti aku kabarin yaa"
"sayang kalo aku ngilang 2 jam aku lagi iniii"
"sayang aku lagi main sama temen-temen aku, namanya inii…, dll"
dikabarin gini, dikasih pap, dikasih video dan kadang pas lagi nongki dia malah vc.
it feels so good to always be seen, loved, and cared for it makes me really happy
jangan dikasi gagal ya allah, aku mau mengembalikan apapun yg dikasi orangtuaku berkali kali lipat dan ngebuat mereka bangga karena sudah mengusahakan dan menghidupkan aku🥹
jujur dari buku the art of loving bikin gue nyadar mungkin sekarang waktunya belajar love without attachment, care without possession, and let things be without making everything a ‘what if’
Karhutla yang sibuk handle malah Malaysia
Krakatau erupsi yang sibuk mantau dan planning mitigasi malah Jepang
Punya Presiden tapi perannya kek owner catering anjir! MBG doang yg diomongin, jelek