Stunning rainbow over a small village in the Baliem Valley, Western New Guinea. I spent time in this area years ago and it remains the most incredible experience of my life for its culture and nature.
Prelim M6.1 earthquake hits Papua New Guinea.
The quake struck at 7:17pm local time, at a depth of 110 km.
Epicentre was about 418 km NNW of Port Moresby and 51 km NNE of Kainantu.
A rare and highly protected Black Stork was shot down on Tuesday just outside Buskett, as it was being filmed by birdwatchers.
This is the reality migrating birds face in Malta.
https://t.co/vrHScbDzy0
A rare and highly protected Black Stork was shot down on Tuesday just outside Buskett, as it was being filmed by birdwatchers.
This is the reality migrating birds face in Malta.
https://t.co/vrHScbDzy0
@yeewenlow Hmmm, not entirely sure it's that bird "Only three specimens of the new species exist in scientific collections, and no photographs of a living bird are known to exist."
Beef production has been the largest driver of deforestation this century.
Over the last two decades, around 128 million hectares of forest have been cleared to make way for agriculture and forest plantations. That’s an area five times the size of the United Kingdom.
What has driven this deforestation?
A recent paper estimated the contribution of different agricultural products over the last few decades. In the chart, you can see the breakdown.
Beef production has been the largest driver by far, contributing over 40% of the total. This has mostly been the clearing of forest for grazing pasture, especially across Brazil and other countries in Latin America.
Oilseeds — mostly soy and oil palm — were the second-largest driver, again concentrated in Latin America for soy and in Indonesia and Malaysia for palm oil. While deforestation for palm oil was high in the early 2000s and 2010s, it has fallen a lot in recent years.
Forest plantations have been a large driver of deforestation in North America and East Asia. Deforestation for most other products — including cereals, roots and tubers, and cash crops like cocoa and coffee — has been concentrated in Africa, where yields have not grown quickly enough to offset rising demand.
(written by @_HannahRitchie)
Beef production has been the largest driver of deforestation this century.
Over the last two decades, around 128 million hectares of forest have been cleared to make way for agriculture and forest plantations. That’s an area five times the size of the United Kingdom.
What has driven this deforestation?
A recent paper estimated the contribution of different agricultural products over the last few decades. In the chart, you can see the breakdown.
Beef production has been the largest driver by far, contributing over 40% of the total. This has mostly been the clearing of forest for grazing pasture, especially across Brazil and other countries in Latin America.
Oilseeds — mostly soy and oil palm — were the second-largest driver, again concentrated in Latin America for soy and in Indonesia and Malaysia for palm oil. While deforestation for palm oil was high in the early 2000s and 2010s, it has fallen a lot in recent years.
Forest plantations have been a large driver of deforestation in North America and East Asia. Deforestation for most other products — including cereals, roots and tubers, and cash crops like cocoa and coffee — has been concentrated in Africa, where yields have not grown quickly enough to offset rising demand.
(written by @_HannahRitchie)
Mi instan dingin sedang populer di Jepang.
Bentuknya seperti mi instan dalam kemasan biasanya. Hal yang membedakan adalah air yang digunakan untuk menyeduhnya: air dingin.
Marie Sabacka, pakar ekologi gletser di Departemen Ekologi Charles University, Republik Ceko, naik ke sekitar Puncak Carstensz, Maret lalu. Dia merupakan salah satu peneliti terakhir yang datang dan meriset salju terakhir di Papua dan wilayah Pasifik.
Karena perizinan dan birokrasi yang dia sebut berbelit-belit, Marie dan timnya nyaris gagal meneliti salah satu ekosistem paling penting di Bumi yang akan segera lenyap ini.
"Ini adalah salah satu ekspedisi tersulit yang pernah saya organisir, meskipun terutama karena alasan administratif dan logistik, bukan karena tantangan pendakiannya itu sendiri," ujarnya.
"Sejujurnya, kami mungkin memulai proyek ini dengan sikap yang agak naif. Kami tahu bahwa urusan di Papua akan rumit, tapi kami tidak menyangka akan menghadapi banyaknya izin, lembaga, dan persyaratan hukum yang saling terpisah.
"Jika sejak awal saya memahami besarnya waktu, biaya, dan ketidakpastian yang dibutuhkan, saya tidak yakin kami akan mencoba datang ke Puncak Carstensz," kata Marie.
Marie berkata, hasil penelitiannya masih bersifat awal. Namun temuannya sejauh ini menunjukkan bahwa sisa es di Puncak Carstensz tidak kosong secara biologis.
Gletser di puncak gunung yang disebut dengan nama Nemangkawi oleh masyarakat adat Amungme itu, kata Marie, menjadi habitat bagi komunitas mikroorganisme dan hewan mikroskopis yang khas, termasuk garis keturunan yang jarang ditemukan atau tidak ada di banyak gletser lain dalam kumpulan data global kami.
"Oleh karena itu, hilangnya gletser di Puncak Carstensz berarti hilangnya sebuah ekosistem unik yang belum banyak dipahami," ujarnya.
Lapisan es di sekitar Puncak Carstensz kini tersisa 16 hektare dan diyakini akan segera mencair seluruhnya pada akhir 2026 atau awal 2027, menurut riset terbaru Badan Meteorologi Dunia.
Sumber: BBC
https://t.co/P0AiiFY0io
Masyarakat adat Suku Awyu di Kabupaten Boven Digoel menyatakan penolakan terhadap rencana Proyek Strategis Nasional atau PSN di wilayah adatnya. Mereka meminta dukungan dan rekomendasi resmi dari Lembaga Masyarakat Adat Kabupaten Boven Digoel.
Rencana PSN Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional tersebut disebut akan dilaksanakan di Kampung Anggai, Distrik Jair, serta enam distrik lainnya dengan melibatkan PT Agrinas Pangan Nusantara dan PT Agrinas Palma Nusantara (Persero).
Dalam suratnya, Suku Awyu Besar menyatakan wilayah tersebut merupakan bagian dari hak ulayat mereka berdasarkan sejarah, asal-usul, hubungan kekerabatan, serta penguasaan dan pemanfaatan secara adat.
Bagi masyarakat Awyu, persoalan ini bukan sekadar mengenai investasi atau pembangunan. Tanah ulayat dan hutan adat berkaitan dengan sumber kehidupan, identitas, sejarah, budaya, lingkungan, serta hak generasi yang diwariskan turun-temurun.
Mereka meminta agar tidak ada penguasaan, pelepasan, pembukaan, pengukuran, maupun kegiatan fisik sebelum status dan batas hak ulayat dibicarakan melalui mekanisme adat. Setiap rencana juga diminta melalui musyawarah bermakna dengan informasi yang lengkap, terbuka, dan tanpa tekanan.
Seluruh proses yang berkaitan dengan wilayah adat diminta memperhatikan prinsip Persetujuan Atas Dasar Informasi Awal Tanpa Paksaan atau PADIATAPA/FPIC. Suku Awyu juga menegaskan bahwa persetujuan harus berasal dari pemegang hak ulayat yang sah, bukan pihak yang tidak memiliki mandat.
LMA Boven Digoel diminta menerbitkan rekomendasi resmi, memfasilitasi musyawarah adat, mendorong pemetaan dan verifikasi wilayah hak ulayat, serta mendampingi masyarakat dalam pembahasan dengan pemerintah dan perusahaan.
Suku Awyu menyatakan tetap menghormati pemerintah dan pembangunan nasional. Namun, pembangunan tidak boleh menghilangkan atau mengurangi hak masyarakat adat atas tanah dan wilayah yang menjadi sumber kehidupan mereka.
Baca selengkapnya di https://t.co/6Sy9vsjYNb
#PengungsiInternalPapua #IDPsPapua #Papua #Indonesia #WestPapua #PapuanLivesMatter
🌐 Website: https://t.co/6Sy9vsjYNb | FB: JubiNews | X: @News_jubi | IG: newsjubi | TikTok: @jubinews | YouTube: @jubinews
Little video clip of collecting the bright green phloem sap of Phyllanthus balgooyi from Sabah, Malaysia. This weird viscous liquid contains 20% nickel (the Ni2+ ions make it green in fact).
Sebulan terakhir banyak yg nanyain kabarku.
Aku baik-baik aja, masih sibuk mengasuh bayi di Kaltim. Staf & orangutan kami sehat semua.
Karhutla masih terjadi & kabut asapnya lumayan tebal. Udah 3 hari penerbangan dari bandara Berau ditutup. Doakan semoga kondisi segera membaik.