There is something profoundly disturbing about the way Indonesia’s Cabinet Secretary, Teddy Indra Wijaya, chose to defend President Prabowo Subianto’s diplomacy on Palestine. The problem is not that he defended his president; that is, after all, part of his job. The problem is that in trying to elevate Prabowo into a heroic statesman, Teddy ended up revealing a far more troubling reality: the extent to which Indonesian officials have begun mistaking the management of catastrophe for the achievement of justice.
#Opinion by Dr. Muhammad Zulfikar Rakhmat & Shafa Kalila Aryanti
Read: https://t.co/GB8QxrzUlO
the dedication Indonesians have to this country (and the burden we carry everyday).. ga peduli tiap demo dilindes, dilempar, dibunuh… tetep mau turun ke jalan.. tetep ada yang berani turun ke jalan.. nangis 😭😭😭❤️🩹❤️🩹❤️🩹 stay safe people 😭🙏❤️🩹
Kalian sadar gk ?
banyak daerah yg udah mulai demo tapi gk disiarkan media
Daerah yg sudah mulai Demo:
- Jakarta (Cikini Raya & Badan Gizi Nasional)
- Bandung (DPRD Jabar)
- Medan (Lapangan Merdeka)
- Kendari (Bundaran Tank)
- Semarang
Katanya mulai merembet ke Sulawesi & Sumatera juga 💀
Banner “SHUT UP KDM” itu politis. Sama halnya seperti keberadaan bendera Palestina, Dago Elos Never Lose, dll. Tribun itu ruang inklusif utk mengutarakan hal2 politis. Yg harus dibold itu POLITICIAN yg menunggangi stadion/tribun utk kepentingan personalnya.
yang goblok-goblokin rakyat udah balik lagi jadi wakil rakyat, ga ada yang berubah pasca agustus, yang ada justru ratusan kawan-kawan kita yang jadi kambing hitam dan masih menjalani persidangan hari ini.
🚨 SATWA ENDEMIK KALIMANTAN YANG TERANCAM PUNAH
Satwa Endemik Kalimantan yang Populasinya Sangat Terancam Punah Gajah Kalimantan (Borneo / Bornean Elephant) Gajah Kalimantan secara genetik berbeda dari gajah Asia di daratan utama. Populasinya diperkirakan kurang dari 1.500 ekor, dengan jumlah reproduksi dewasa sekitar 400 ekor. Habitat mereka terus menyusut karena deforestasi, ekspansi perkebunan sawit, tambang, dan konflik manusia — sekitar 60 % habitat hilang dalam 40 tahun terakhir. Orangutan Kalimantan (Orangutan Borneo / Bornean Orangutan) Dulunya tersebar luas di Kalimantan, kini populasinya menurun drastis. Sekitar lebih dari 50% habitat hilang dalam 20 tahun terakhir dan populasi mengalami penurunan tajam selama 60 tahun terakhir. Ada tiga subspesies: Northwest Borneo ~3.000 ekor, Northeast ~16.000 (termasuk di Kalimantan Timur) dan Central ~35.000 ekor. Badak Kalimantan (Bornean Rhino / Bornean Rhinoceros, Dicerorhinus sumatrensis harrisoni) Badak Kalimantan berada di ambang kepunahan—hanya 2 individu yang dipastikan tersisa: Pari (masih di alam liar) dan Pahu (sudah dalam pusat konservasi). Untuk menyelamatkan spesiesnya, pemerintah merencanakan relokasi Pari ke kawasan konservasi yang lebih aman. Pesut Mahakam (Dolphin Air Tawar Mahakam / Irrawaddy Dolphin di Sungai Mahakam, Orcaella brevirostris) Pesut Mahakam adalah satu-satunya lumba-lumba air tawar di sungai Kalimantan. Statusnya Sangat Terancam Punah / Kritikal. Populasinya diperkirakan sekitar 60–70 ekor di alam liar menurut survei terkini. Ancaman utama termasuk terjerat jaring nelayan (≈ 66% angka kematian), benturan kapal, polusi, dan gangguan habitat. Ajakan 🌱 Mari kita bersama lindungi warisan alam Kalimantan! Dukung organisasi konservasi lokal & internasional Promosikan penggunaan alternatif terhadap produk yang merusak habitat (misalnya sawit berkelanjutan) Edukasikan masyarakat di sekitar habitat satwa Tekankan pentingnya koridor satwa dan perlindungan kawasan inti Sumber Utama IUCN / WWF / Natural History Museum: data Gajah Kalimantan WWF & laporan konservasi: data Orangutan ANTARA News: pernyataan relokasi badak ANTARA & KLH: data Pesut Mahakam Yayasan RASI: survei jangka panjang Pesut
Aceh bagian dalam hampir tak tersentuh 💔
Begini kondisi Aceh saat ini kamis 5 februari 2026
📍 Pidie jaya
Teruslah bantu 🆙🆙🆙🔝 kondisi Aceh sesungguhnya semoga viral dan berdampak baik untuk warga supaya lebih cepat proses pemulihannya 🙏🙏🙏
Di negara ini no viral no tindakan 🥀