Sri Mulyani: "Jangan pilih Capres yang emosian, orang yang emosian tidak akan bisa menyelesaikan masalah, tapi malah akan nambah masalah". 🤟
#OrdeBaruReborn
@EliteTikus@Paltiwest Memang benar banyak yg cinta Jokowi dibanding Ganjar itu sebelum aksi drama dan cawe² Presiden, sesudah itu lebih banyak yang muak sama orang yang seperti kacang lupa kulitnya
Detik-detik Ibu Megawati Difitnah Nyuekin Kaesang
0:10 Gibran & Kaesang sudah salim dgn Ibu Mega, tapi kayaknya actionnya kurang bagus, jadi harus diulang, di 1:22 Mas Ganjar beritahu Ibu Mega kalau ada Kaesang dianterin Gibran datang lagi, action! bersimpuh, cakep, Ibu Mega melayani percakapan (dgn senyuman)
Dan arahan Konsultan, potong video terakhir Kaesang bersimpuh, bikin narasi "dicuekin Ibu Mega", narasi lain "soal adab, sopan santun" JANGAN ADA video salaman, SEBARKAN‼️
Demikian fitnah menyebar Ibu Megawati nyuekin Kaesang untuk kebutuhan playing victim 🙃
Silakan rakyat menilai sendiri, siapa yg jahat dgn berkedok sopan-santun 🫣
Rejim 32th saja kita lawan dan rubuhkan apalagi klean politikus2 busuk yg baru berkuasa kmaren Sore..
Jika Rakyat sudah bergerak pagar yg kalian pasang bakal berserak
Lionel Messi's all Ballon d'Or records:
▶️First & only Argentine player to win Ballon d'Or.
▶️First & only PSG (Paris) player to win Ballon d'Or.
▶️First & only Inter Miami player to win Ballon d'Or.
▶️First & only active MLS player to win Ballon d'Or.
▶️First & only Latin player to win 3 Ballon d'Or.
▶️First & only player to win 6, 7, 8 Ballon d'Or.
▶️First & only Player to win Ballon d'Or 4 in a row.
▶️First & only player to win Ballon d'Or in 3 decades.
▶️First & only player to win Ballon d'Or outside of European football competition.
▶️Most total Ballon d'Or win (8).
▶️Most total votes in Ballon d'Or. history.
▶️Oldest Ballon d'Or winner in 21st century.
▶️Youngest Ballon d'Or winner in 21st century.
▶️Longest distance between 1st & last Ballon d'Or.
Bagaimana mau menghasilkan Demokrasi yang berkualitas Pak Jokowi?!
Baliho bungsu bapak baru ditanyain beginian saja sudah mulai ada mengintimidasi..
Baliho Ganjar Mahfud dan bendera PDI Perjuangan dicopot supaya bapak nyaman, kita ga bisa protes apa-apa..
Jangan di depan lain, di belakang lain dong..
Makna di balik kata² "Tenang pak Prabowo, tenang pak, saya sudah ada di sini" adalah kesombongan.
Mengecilkan yg lain, menaikkan diri sendiri.
Para ahli bahasa, monggo...😁🤭
Masih segar dalam ingatan, saat Ganjar dicaci maki karena sikapnya yang berani menolak Timnas Israel. Saat itu, Anies hanya diam tak berani bersikap, sementara Prabowo sebagai Menhan juga tidak punya sikap yang jelas!
Setelah ramai saat ini, barulah para politisi dan capres lain itu muncul sok paling membela Palestina. Terkesan hanya memanfaatkan isu Palestina untuk menaikkan popularitas mereka.
Dari sini kita paham mana pemimpin yang punya integritas dan bisa dipercaya!
Pada tahun² politik publik disuguhkan fakta-fakta mencengangkan, yg ditengarai merupakan usaha dalam melanggengkan kekuasaan. Rakyat tak menduga sama sekali, hal ini dilakukan oleh keluarga presiden yg telah dianggap berprestasi selama 9 tahun.
Fakta terang benderang yg membuka mata kita semua:
✅️ Anak tertua tiba² bermanuver menjadi calon wakil presiden. Putusan MK yg mengubah syarat capres-cawapres terjadi MENJELANG penutupan pendaftaran. Ketua MK merupakan paman anak tertua.
Hati nurani siapa pun akan mengatakan ini ANOMALI, TIDAK WAJAR, JANGGAL.
✅️ Anak bungsu baru 2 hari menjadi anggota partai, langsung didaulat menjadi Ketua Umum Partai. Tanpa proses pengkaderan sebagaimana layaknya partai² lain. Ini juga janggal, anomali, aneh.
✅️ Baru kali ini ada anak presiden menjadi calon presiden, saat bapaknya menjadi presiden, pamannya menjadi ketua MK, adiknya menjadi ketua umum parpol pendukung, dan adik iparnya menjadi wali kota.
Sebenarnya klo semua proses dalam menuju kontestasi pilpres dilakukan fair, wajar, tanpa menabrak konstitusi, gak akan banyak terjadi protes dari masyarakat luas. Narasi "biar rakyat yg menilai, kalau ga suka jangan dipilih" itu sah-sah saja. Tetapi ini kan sebelum menuju pertarungan sudah ada indikasi tidak jujur dan tidak fair.
Batalkan Putusan MK