Ex jugador de la MLS:
“Yo jugué vs Messi, le quite el balón pero el árbitro marcó falta. Le dije al árbitro, le di al balón! Me fui caminando y por la espalda LIONEL MESSI me GRITÓ: POR QUÉ NO ME PIDES PERDON?”
INCREÍBLE JAJAJAJA 😂🐀
“Saya menghabiskan belasan tahun meneliti tentang perlindungan sosial di banyak negara. Saya menyelesaikan S2 dan S3 saya di inggris. Tidak ada satu pun negara di dunia yg program makan bergizi gratisnya dilakukan oleh aparat keamanan. Dari semua program perlindungan sosial di seluruh dunia, MBG adalah program terbesar dari segi anggaran, inefisiensi dan potensi korupsinya, di seluruh dunia.”
Video ini adalah paparan paling clear soal kekacauan tata kelola embege. Kalo ada yg nanya “emang apa salahnya sih embege?”, cukup suruh nonton video ini.
Ada jalan di Jakarta Selatan, dilewatin ratusan ribu orang tiap hari.
Gedung kementerian, kantor pusat perusahaan gede, hotel bintang 5, kedutaan besar, semua ngumpul di jalan ini.
Coba tanya orang yang lewat: siapa Rasuna Said?
Kebanyakan bakal diem
🚨 400 TIM BAYANGAN: INOVASI ATAU PINTU KORUPSI BARU?
Kalau benar ada sekitar 400 orang “tim bayangan” di Kemendikbudristek era Nadiem, pertanyaan publik tidak boleh berhenti pada: “Mereka pintar atau tidak?”
Pertanyaan yang lebih penting:
Siapa yang merekrut?
Siapa yang menggaji?
Dari pos anggaran mana?
Apa dasar hukumnya?
Apa output kerjanya?
Siapa yang mengawasi?
Kepada siapa mereka bertanggung jawab?
Negara tidak boleh dikelola seperti startup pribadi.
Dalam birokrasi negara, tidak boleh ada kekuasaan tanpa struktur, anggaran tanpa akuntabilitas, dan pengaruh besar tanpa pertanggungjawaban hukum.
Kalau ratusan orang di luar struktur formal bisa ikut mengendalikan arah kebijakan pendidikan nasional, maka ini bukan sekadar “tim inovasi”.
Ini berpotensi menjadi kotak hitam kebijakan.
Dan kotak hitam seperti ini wajib diaudit total.
Jangan-jangan setelah Chromebook dan Google Cloud, tim bayangan 400 orang ini menjadi pintu masuk kasus korupsi baru.
Pendidikan bukan ruang eksperimen elite teknologi.
APBN bukan venture capital.
Kementerian bukan perusahaan rintisan.
Anak-anak Indonesia bukan data pasar.
Buka semuanya.
Audit kontraknya.
Audit gajinya.
Audit output-nya.
Audit konflik kepentingannya.
#TimBayangan #NadiemMakarim #KorupsiPendidikan #WhiteCollarCrime #ChromebookGate #GoogleCloudGate #MerdekaBelajar #APBNPendidikan #PendidikanIndonesia #AuditDigitalisasiPendidikan
Lo semua pasti udah denger: 30 Juni 2026, Nadiem Makarim divonis 10 tahun penjara sama Pengadilan Tipikor Jakpus, kasus korupsi pengadaan Chromebook, kerugian negara Rp1,56 triliun.
Tapi sebelum lo simpulin apa-apa, gue ajak bedah utuh 5 tahun kepemimpinannya di Kemendikbudristek.
Data dulu, opini belakangan
Kasus NM.
1) Jadi pejabat, bikin kebijakan laptop harus sistem Chrome "𝗼𝗽𝗲𝗿𝗮𝘁𝗶𝗻𝗴 𝘀𝘆𝘀𝘁𝗲𝗺 𝗖𝗵𝗿𝗼𝗺𝗲 𝗢𝗦" melalui Permendikbudristek tahun 2021
2) Dikunci, negara ga bisa beli selain Chromebook
3) Google untung, inves ke PT. AKAB
4) PT. AKAB untung (punya NM)
Berikut perbedaan kasus Tom Lembong dengan Nadiem Makarim yang sesama Gen Z harus diketahui.
• Tom Lembong: Kebijakan impor gula kristal mentah (2015-2016) saat jadi Mendag. Ia menerbitkan izin impor kepada swasta/BUMN untuk stabilisasi harga, tapi dianggap melanggar prosedur (tanpa koordinasi lintas kementerian yang cukup).
• Nadiem Makarim: Pengadaan laptop Chromebook + Chrome Device Management (2019-2022) di Kemendikbudristek. Diduga merancang & mengarahkan spesifikasi teknis (wajib Chrome OS), bertemu pihak Google, melibatkan tim luar (stafsus & rekan tech/swasta), dan mengunci pengadaan ke produk tertentu.
Unsur Konflik Kepentingan & Pihak Luar
Tom: Tidak ada bukti kuat pertemuan dengan vendor gula atau kepemilikan saham di industri gula. Fokus pada kebijakan impor.
Nadiem: Jaksa soroti pertemuan dengan Google, pelibatan tim luar kementerian (dari ekosistem tech/startup-nya), dan dugaan menguntungkan investor Google yang pernah investasi di Gojek. Ini jadi poin pembedaan besar.
Lo mau tau ga apa yang bikin karir politiknya mati? berenti ngomongin doi
dia berusaha banget cari atensi dan jadi pembicaraan ampe nginjek kepala kebo segala setelah jurus ijazahnya mau abis
lo mau tau cara matiin termul? mute semua keyword tentang dia, dan bikin akunnya sepi
quote politik yang ampe sekarang masih dia pegang
"di politik itu harus jadi tren setter"
Melihat budiman dan fachri hamzah yg skrg sdh nyaman di dalam kekuasaan, tentu ada kekhawatiran kl suatu saat nanti aktivis2 yg msh lantang saat ini akan mengikuti jejak mereka. Tapi apa boleh buat, saat ini di legislatif tak ada lagi oposisi, semuanya bestie. Yg tersisa saat ini hanya berdiri bersama Feri Amsari.
Di Jerman, siaran Piala Dunia pake overlay diatas pemain yang lagi pegang bola, ada radar (mini map), dan live-data lainnya sepanjang pertandingan.
Bener2 kaya main game bola. 🤯