DON’T STOP TALKING ABOUT ACEH!🚨
siapa bilang Aceh sudah pulih dan ditangani secara merata?
BELUM PULIH!
sedihnya, mereka masih sekolah di tenda yang panas banget kalo siang hari
mata pencaharian merekapun hilang, karena sawah mereka hilang dan tersapu oleh banjir kemarin💔
Ingat baik-baik namanya, Nalince Wamang
Pelajar asli Papua, 17 tahun, tewas ditembak oleh tentara saat sedang mendulang emas di wilayah bekas aliran limbah tambang PT. Freeport demi mencari uang untuk kuliah
Dimiskinkan sistem, dibunuh aparat negara
Never forget, never forgive
If there is absolutely one piece of journalism you must read today, make sure it is this hard hitting reportage by @NickKristof on the rape of Palestinian prisoners by Israeli guards. I do hope mainstream news channels in America make it their focus tonight
Mungkin ada yang bertanya, "Kenapa tahun 1998 saat Rupiah anjlok ke 16.000, rakyat langsung turun ke jalan, tapi sekarang di 17.500 pada diam?"
Ini terletak pada kecepatan devaluasi. Pada 1998, Rupiah anjlok dari kisaran 2.500 ke 16.000 hanya dalam hitungan bulan.
Jelaslah ini ngebuat shock therapy yang meruntuhkan daya beli secara instan jelas bisa memicu kepanikan dan revolusi.
Sementara saat ini, pelemahan terjadi secara gradual layaknya sindrom "katak dalam panci yang direbus perlahan".
Harga beras naik sedikit demi sedikit, ongkos transportasi merangkak naik, dan porsi makan di warteg mengecil secara diam-diam.
Rakyat terlalu sibuk beradaptasi dan mencari kerja tambahan ekstra keras dari hari ke hari, sehingga energi untuk berontak sudah habis tersita di jalanan dan di tempat kerja.
Sehat selalu semua yahh guys 💕💕
Hanya ada satu kata untuk kawan-kawan semua yang tahu dan membaca Project Multatuli. Beli!
Buku ini kami dedikasikan untuk dijual. Agar kami punya pendapatan baru, dan bisa membuat liputan-liputan baru tentang mereka yang dipinggirkan.
#Buku#ProjectMultatuli #TersungkurDanTetapMelawan
Saya bersaksi, ada satu orang yang mungkin bisa menginspirasi.
Seorang Guru SD membangun taman baca di pedalaman Lebak. Membaca secara konsisten setiap sore. Pesertanya, ya muridnya.
Kata beliau, saking mengakarnya budaya baca, kata riding sampai dikenal masyarakat luas berbahasa Sunda kampung tersebut, "aya riding te kang." kata warga yang lewat.
Sampai rezeki datang, masuk Kick Andy, diundang sana sini, dibangunkan Museum sesuai dengan nama buku yang di baca tiap hari.
Dari guru SD menjadi kepala museum.
Apakah setelah itu
kegiatan membaca hilang?
Saya pikir, dunia berubah, jabatan berubah, kebiasaan berubah.
Ternyata tidak..
***
Saya bertemu kembali dengan beliau di acara seminar, di Jakarta. Selesai presentasi, Jam 1.30 siang, orang ini izin pamit, mau naik KRL, Tn Abang - Rangkasbitung.
'buru-buru kang ubaid?" tanya saya.
Dia mengejar waktu sore nanti ada reading.
Beliau mengejar jam membaca sore yang dilakukan komunitasnya sejak di pedalaman Lebak beberapa tahun yang lalu.
Betul, mamanya kang Ubaid, novel yang ia baca seperti mengaji,satu tahun hanya tamat beberapa bab saja. Novel yang dibaca tiap hari berjudul Max Havelaar. Kini beliau kepala Museum Multatuli.
Mungkin, ini yang disebut satu buku yang mengubah segalanya. Memang novel ini keramat, "novel antikolonial pertama," kata Ben Anderson, "di dunia."
Film Pesta Babi sering dituduh tidak kredibel (cover both sides) karena tidak memuat narasi versi pemerintah. Namun, kami memang sengaja begitu.
Pemerintah punya banyak anggaran untuk mengundang pemilik media dan menyampaikan narasi mereka. Sementara, 107.000 pengungsi, 1.800 palang adat, dan 2,5 juta ha pembabatan hutan Papua tak banyak diberitakan.
Terbaru di web Lontara Project: “Makanan dan Tradisi Perjamuan dalam epos La Galigo.” Mari dibaca!
Silakan akses melalui QR di bawah atau link berikut ini: https://t.co/PLnosaZCN3
Ada banyak karya‐karya sastra bersejarah tenggelam karena jejak fisiknya hilang dan dilupakan.
Maka lahirlah @KacabenggalaEds, situs preservasi dan digitalisasi typeset buku‐buku lawas yang hampir hilang, sepenuhnya gratis dan terbuka.
Selamat menjelajah.
Sebagai orang miskin struktural, izinkan saya menjawab. Begini, anggapan bahwa orang miskin cenderung mengambil keputusan buruk (yang biasanya datang dari kelas menengah) sering kali menyederhanakan realitas yang kompleks.
Mari saya elaborasi:
😭😭 Tangis Eva Meliani Pasaribu pecah, sudah hampir dua tahun Eva sebatang kara mencari keadilan atas pembunuhan ayah, ibu, adik dan anak semata wayangnya.
3 pelaku warga sipil telah dihukum, tapi auktor intelektualis yg diduga anggota TNI tak tersentuh sama sekali.