yang kuminta dalam hidup
telah kuberikan pada hidup.
Jakarta, Singapura, dan Praha
telah cukup.
tinggal genta, kerbau berkubang,
hijau alam, damai kampung halaman yang memelukku dari belakang. #PestaSajak - @hanif_alhanan
sungguh piawai tangan terbuka, mengilhami dengan rendah hati dan suara lembut "apakah ini yang disebut, Cinta?" betapa takjub—doa mewakili yang kurang waras.
didengarnya: Labbayka,
Aku di sini. @filesajak#PestaSajak
kau yang hapal setiap pojok dan kelok jalan, mungkin tersesat kala menuju hatiku. sebab cinta adalah misteri: ia tak tempat, tapi juga bukan tujuan. dan ia sesuatu yang mesti kau antarkan!
#PestaSajak - @sajakindie
Usai dosa didesahkan
cinta --yang bukan Cinta
usia tinggal runtuk takdir buruk:
menanggung murung
berkalang wirang
"Maka mati, mati saja!" sangkaku.
agar tersarung mala dan malu, agar tersarang di balik batu.
#PestaSajak - @sangkaku
dikritik, ngerasa geli. tiba digelitik, eh, meradang.
o, penguasa, tidakkah rusak itu teropongmu?
yang jenaka dibidik seolah mengangkat senjata melawan negara.
"huh, ter-la-lu!!"
#PestaSajak@filesajak
boleh jadi, selembar daun itu menggugurkan diri tanpa campur tangan angin ataupun sebab lain.
serupa satu dua cinta, yang jatuhnya tidak tahu entah kenapa.
#PestaSajak@filesajak
ada yang bilang kepadaku, "sehancur apapun dirimu, sejelek apapun engkau, jangan pernah membenci dirimu sendiri, karena itu tugas orang lain"
sepertinya dia benar.