Kemarin ngotot bilang "tidak di lokasi".
Stlh netizen menunjukkan video, baru mengaku. "memantau" katanya.
MEmantau sambil membawa pedang katana samurai ?? Dibiarkan polisi ??
Lha kemarin waktu demo mahasiswa UI, kapolres dengan bangga dan sok bijak bilang "telah menemukan pisau dapur ", seolah sdh menemukan bom saja. Skrg ada yang menenteng pedang di depan hidungnya, kicep.
Yungalah ,pak..pak..
Emang gak punya harga diri. Takut aja , udah... Yang penting selamet dan dapur tetep ngebul. 😊
Historis warga Pati yang demo hari ini. Yang sebenarnya tuntutannya konsisten dari Agustus 2025 ini aku tulis tanpa AI bermodal ingatan.
1. Bupati Pati membuat Kebijakan PBB-P2 naik 250%
2. Warga protest dan mengancam demo Bupati Sudewo untuk tidak memberlakukan pajak itu.
3. Bupati meremehkan bilang paling dikit yg datang
4. Warga tertantang dan yang aksi banyak.
5. Bupati mau dimakzulkan oleh DPRD ternyata gak jadi.
6. Bupati diadukan ke KPK.
7. Kecewa karena Sudewo tidak dilengserkan AMPB menginisiasi memblokir jalan Pantura.
8. Botok dan Teguh sempet ditahan polisi karena menghasut.
9. Bupati Sudewo ditangkap KPK atas kasus jual beli jabatan dan suap DJKA.
10. AMPB menaikkan isu perampasan aset koruptor.
11. Memaksa DPRD untuk mensahkan UU Perampasan aset koruptor.
12. DPRD gak punya wewenang dan hukumnya belum ada jadi diarahkan ke DPR RI.
13. Kejadian hari ini
KENAPA WARGA PATI DEMO DI DEPAN DPR | #INTINYADEH 💡
Karena banyak rekan yang nanya sebetulnya ini demo apa, kok dibesar-besarkan tapi banyak bias, sehingga mereka bingung harus ambil sikap gimana.
Jadi, warga Pati demo ke DPR karena marah korupsi + pajak PBB naik 250% era Bupati SDW (2025). Setelah demo di DPRD Pati 13 Agustus 2026 gak membuahkan hasil (karena DPRD bilang wewenang pusat), yaudah deh mereka bawa tuntutan nasional: sahkan RUU Perampasan Aset + hukuman mati koruptor ke DPR Pusat.
Sebetulnya warga Pati sudah demo besar-besaran dan secara marathon sejak Mei–Agustus 2025 terkait kenaikan pajak.
BUDAYA DEMONSTRASI WARGA PATI:
Orang Pati ini gak bisa dianggap remeh dalam hal Demo, mungkin itu yang bikin pemerintah agak panik ya. Padahal rombongan utama mereka gak sampe belasan bis loh.
Yang unggul dari warga Pati ini adalah endurance yang teruji untuk menggelar aksi berhari-hari dan semuanya totalitas.
Mereka demo sejak pagi hari hingga berganti hari. Gak cuma dari siang menuju maghrib seperti yang sering kita lakukan di Jabodetabek.
GIMANA KITA HARUS BERSIKAP PADA DEMO KALI INI?
Ini bukan perintah atau acuan moral ya, ini pendapatku pribadi aja. Menurut keyakinanku. Kita cukup mendukung warga Pati untuk menggunakan hak mereka dalam berdemokrasi dan menyampaikan pendapat. Itu saja sudah cukup sebetulnya.
Untuk yang mau turun aksi, silahkan jaga diri, karena warga Pati pun teteap butuh bantuan massa yang sejalan dengan tuntutan mereka.
Buat kamu yang gak bisa turun aksi, silahkan bantu like, share atau retweet setiap informasi yang lewat terkait aksi agar alogiritma medsos kita tetap bising dengan apa yang sebenarnya terjadi. Pastikan juga berita yang disebar masuk akal, benar, dan gak provokatif.
GIMANA KELANJUTAN DEMO KALI INI?
Jujur, hampir semua pihak yang tertarik turun sepertinya lagi mode "mantau dulu" dan melihat arah gerakan aksinya ke mana.
Jika massa lebih banyak yang organik dan tuntutannya konsisten pada RUU Perampasan Aset Koruptor + Hukuman M Pada Koruptor.
Niscaya tanggal 27 Agustus ini bukan demo hari terakhir, tapi baru permulaan. 😅
-----
Tapi ada hal yang pasti, yaitu banyak pelajaran dari warga Pati yang hari ini unjuk rasa. Dari mulai jam demo yang di luar kebiasaan warga ibukota. Hingga jiwa pantang menyerahnya meski ditekan secara sistematis sejak persiapan aksi.
-----
Jika ada info yang salah mohon dibenarkan, dan juga sangat terbuka untuk informasi tambahan ya. Panjang umur perjuangan!! ✊🇮🇩🔥
Sejak awal so-so saja sebenarnya demo tgl 27 ini dan tuntutannya.
RUU Perampasan Aset memang dibutuhkan, tetapi jangan sampai karena ingin mengejar aset koruptor, kita justru menciptakan senjata baru yang bisa dipakai kekuasaan untuk membekukan rekening lawan politik. Dalam negara dengan penegakan hukum yang masih bisa dipengaruhi kepentingan politik, kewenangan besar tanpa pengawasan ketat adalah resep bagi penyalahgunaan.
Yang lebih mendasar sebenarnya UU pembuktian terbalik. Negara tetap harus membuktikan lebih dulu adanya indikasi kuat tindak pidana dan ketidakwajaran harta. Setelah itu, pemilik harta wajib menjelaskan sumber kekayaannya. Jangan dibalik menjadi: negara cukup curiga, lalu rekening dibekukan dan warga dipaksa membuktikan dirinya tidak bersalah.
Jangan sampai kita membuat pedang hukum yang tajam untuk koruptor, tetapi gagangnya dipegang penguasa. Masalahnya bukan sekadar apakah RUU ini segera disahkan, melainkan siapa yang mengendalikan kewenangannya, siapa yang mengawasi, dan apa jaminannya bahwa senjata itu tidak kelak dipakai untuk membungkam lawan politik.
lokasi di kontrakan saya di slipi, gak jauh dari gedung mpr/dpr/dpd-ri. saya udah ngumpulin 60 dus aqua botol 600 ml buat peserta demo hari kamis, 27 agustus 2026.
buat nasi padang paket 10 ribu, baru saya pesen 250 porsi buat tanggal 27 nanti. semoga bisa bertambah lagi nasi padangnya.
saya bakal bagiin aqua dan nasi padang di hari h jam 13.00. semoga gak ada kendala di perjalanan nanti, biar selamat sampai ke tangan para pejuang kita.
ayo semangat untuk indonesia 🇮🇩
my biggest fear came true.. aku anak hasil diluar nikah. aku perempuan tahun ini menikah, gimana bilang ke calonku ya? btw aku Islam, saat akad nanti nyebut namaku pake binti ibu ya? huhu malu bgt… tolong jangan di judge:( 18!
@tunyekk Twit pertamamu (tertua yang tercatat) pada 6 Apr 2012:
polo yaa my twitter ady_both . . . .>>
https://t.co/N9NWcqC1Fq
Confirmed yang paling lama—tidak ada post lebih awal.
Tindakan paling berani seorang lelaki adalah.. ngajak selpi bojone Kim Jong Un..
Sampe tuit ini diposting tentara ini tidak pernah bisa liat mukanya sendiri..
Materi memang mempermudah untuk membantu orang, tapi jangan dijadikan alasan sebagai satu sebab untuk menjadi bahagia. Karena masih ada untuk dicari dengan alasan yang lain.