*Laki-laki usia 38 tahun dateng ke IGD*
๐จโโ๏ธ Keluhannya apa pak?
๐งโโ๏ธ Ini dok maagnya kumat, sakit di ulu hati, begah, sama mual kemarin habis makan pedes
๐จโโ๏ธ Ohiyaa, saya periksa dulu yaa
*VAS kesan 6/10*
*Diaphoresis (+)*
*๐ฉบ Bunyi denyut jantung kesan bradikardi*
*Nyeri tekan Epigastrium (+)*
๐จโโ๏ธSebelumnya ada riwayat sakit lambung pak?
๐งโโ๏ธ Iyaa, sering kumat kalau telat makan, biasanya disuntik obat lambung udah langsung enakan
๐จโโ๏ธOh gitu, kalo gitu saya rekam jantung dulu yaa pak
๐งโโ๏ธ Kenapa dok kok di rekam jantung?
๐จโโ๏ธ Mm protokol standar aja sih pak, keluhan nyeri perut diatas 35 tahun wajib di rekam jantung dulu
Hasil EKG nya :
@tanyarlfes Rata-rata pacaran emang penghambat masa depan anak muda, pertemanan jadi hancur, dan strict pacaran lebih ga logis daripada strict parents. Soalnya yg pacaran diancem bundirlah atau bahkan anu-anukan. Berujung ke psikiater mereka :)
Nasehat emang ga berguna.
Jadi bu dok yang kerja tiap hari ketemu pasien aku suka ๐ฅฐ. Jadi istri yang tiap hari bangun jam 4 masakin sarapan & bekal suami aku juga suka ๐๐ค๐ป
Istrinya sakit pinggang. 2 tahun.
dia beliin kasur baru. Rp 2 juta
Niatnya baik. Biar dia tidur nyenyak. Biar sembuh.
Gak sembuh.
Bantal ortopedi. Rp 1juta
Gak sembuh.
Kursi ergonomis. Rp 1 juta
Gak sembuh.
Sampai fisioterapis tanya satu pertanyaan:
"Ibu mandiin anaknya di mana?"
Sederhana tapi dokter IGD tidak suka, hmmm
Immobilisasi aja, pake bidai kaya patah tulang terus bawa IGD. Kayak gitu malah bisa bikin tanganya nekrosis.
Halo.
Saya sering memakai kereta api untuk perjalanan rutin Semarang-Jakarta, dan sebaliknya. Di kereta, saya sering mendapati contoh seperti ini.
Dan salat seperti ini: tidak sah (jika yang dikerjakan adalah salat fardu).
Pertama, semangat shalatnya patut diapresiasi. Tapi harus diketahui bahwa salat itu ada fikihnya, dan contoh di bawah ini bisa jadi melewatkannya.
Berdiri (qiyam) adalah rukun salat fardu. Kecuali si Mas salat sunnah, maka tidak perlu berdiri (meski bukan di kereta, salat sunnah dengan duduk diperbolehkan).
Maka berdiri, meskipun sedang di kendaraan apapun (termasuk kereta), masih menjadi wajib bagi orang salat. Fikih menjelaskan: jika kalian mampu berdiri, ya wajib berdiri.
Ada pengecualian, tapi sempit:
1. Kalau kendaraannya terlalu bergoyan sehingga berdiri benar-benar membahayakan kalian,
2. Tidak ada ruang sama sekali untuk berdiri, atau
3. Khawatir waktu salatnya habis sementara turun tidak mungkin.
Sebagai pengguna setia KAI, saya cukup tahu betul umumnya sudah ada musala yang bersih di gerbong dekat restoran.
Kalau ada musala, dan fisiknya si Mas mampu berdiri, maka salat di kursi penumpang seperti ini: belum sah menurut kebanyakan ulama (jumhur).
Sekali lagi, niat si Mas sudah benar, dan harus diapresiasi.
Tinggal mengubah caranya saja.
๐
Guys, Bu Rani Anggrini Dewi konselor pernikahan 25 tahun lebih, sudah menikah 44 tahun bilang sesuatu yang menurut gua adalah penjelasan paling nyesek yang pernah gua dengar tentang kenapa banyak perempuan menyesal setelah menikah.
Dan ini bukan opini.
Ini dari orang yang setiap hari duduk berhadapan dengan pasangan-pasangan yang pernikahannya sedang hancur.
Jawabannya satu kalimat
mereka masuk ke pernikahan
tanpa tahu siapa diri mereka sendiri.
Dan begitu mereka masuk
semua yang membentuk identitas mereka sebelumnya karir, mimpi, ambisi,
pengembangan diri pelan-pelan hilang.
Bukan karena dirampas.
Tapi karena struktur pernikahan
yang mereka masuki memang tidak dirancang
untuk menampung itu semua.
Bu Rani bilang polanya sangat konsisten dari ribuan kasus yang dia tangani.
Perempuan menikah.
Anak lahir.
Semua fokus beralih ke peran sebagai ibu dan istri.
Pengembangan diri berhenti.
Dan di suatu titik entah dua tahun kemudian atau sepuluh tahun kemudian mereka bangun dan bertanya siapa saya sekarang?
Saya sudah S1,
saya pernah kerja,
saya punya mimpi.
Sekarang saya cuma masak
ngurus anak, dan menunggu suami pulang.
Dan yang membuat ini sistemik dan bukan hanya nasib buruk individu adalah satu fakta yang Bu Rani sebut dengan sangat tegas orang tua Indonesia sekarang sudah sadar untuk menyiapkan anak perempuannya.
Mereka kirim ke universitas terbaik.
Dorong untuk berkarir.
Ajarkan untuk mandiri secara finansial.
Tapi mereka lupa menyiapkan anak laki-lakinya.
Hasilnya adalah collision yang tidak bisa dihindari. Perempuan yang sudah berkembang menikah dengan laki-laki yang masih membawa mindset bahwa suami harus dilayani, urusan rumah tangga dan anak adalah urusan istri, dan suami harus selalu lebih tinggi dari istri dalam segala hal.
Dua orang dengan level perkembangan yang sangat berbeda masuk ke satu institusi.
Dan perempuannya yang selalu diminta untuk menyesuaikan diri ke bawah bukan laki-lakinya yang didorong untuk naik ke atas.
Dan ini yang paling menyakitkan dari seluruh cerita ini. Banyak perempuan yang menyesal bukan karena suaminya jahat.
Bukan karena pernikahannya penuh kekerasan.
Tapi karena perlahan-lahan tanpa ada satu momen dramatis yang bisa ditunjuk sebagai titik balik mereka kehilangan diri mereka sendiri.
Dan begitu mereka sadar bahwa yang hilang itu tidak bisa dikembalikan oleh siapapun termasuk oleh suami yang mencintai mereka itulah penyesalan terdalam yang Bu Rani temui dalam kasusnya setiap hari.
perempuan yang menyesal setelah menikah bukan perempuan yang salah pilih pasangan.
Mereka adalah perempuan yang masuk ke struktur yang tidak pernah dirancang untuk menampung mimpi mereka.
Dan selama struktur itu tidak berubah selama anak laki-laki tidak disiapkan dengan cara yang sama dengan anak perempuan angka penyesalan itu tidak akan turun.
Jadi ceritanya bbrp hari lalu tiba2 ibu gw nelpon. Dalam kondisi agak panik, katanya ga sengaja ngeklik undangan digital yg formatnya APK.
Langsung lah gw minta forward APKnya ke gw. Lalu gw coba bongkar untuk caritau apa yg dilakukan sama app tersebut.
Innalillahi wa inna ilaihi rajiun, ada dokter internship meninggal di tempatnya bertugas karena campak... kalau ini bukan wake up call supaya Menkes serius mendata, menelusur, mengejar imunisasi dan menindak antivax sih sudah tak tahu lagi ya bicara apa. Lansia bisa kena.
Saya mau cerita. Saya pernah menangani kasus anak usia 5 bulan, yang beberapa minggu sebelumnya ia disuntik vaksin DPT kombo ke-3, tidak lama kemudian dia mengalami kelemahan gerak tubuh, padahal sebelumnya normal. Ini gara2 vaksin? Vaksin memang benar bisa buat lumpuh? ๐
asli konten kreator food vlog yang ngejelasin sampe tutorial belinya perlu diapresiasi dan ramein, krn berguna banget buat orang yang gk pernah beli itu makanan contohnya gue yang gk pernah ke aeon mall yap!