โกDi awal kedatangan, John Herdman menjanjikan asa..
Permainan atraktif di FM yg seolah mengobati luka kita karena Pattrick Star.
Spirit yg seolah mampu membuat kita move on dari mantan pelatih sebelumnya.
Tapu sejak piala Ciki itu, semua mulai terkuak satu demi satu.
Branding miskin taktik mulai sangat kuat menempel pada mr John.
Publik masih mencoba memberi kesempatan, oh mungkin itu karena pemain abroad tidak main.
Tapi di piala Toge ini, tidak ada lagi excuse.
Pemain heritage bahkan dipasang full melawan negara yg cuma seonggok kota kecil.
Apa yg terjadi menurut kalian?
Menurut gw sih Herdman panik, main konservatif, yg penting menang dulu.
Memang menang sih..tp cara mainya ga membuat publik kritis puas.
Brand miskin hal yg sama masih belum beranjak.
Ingatan akan pria Korea itu kembali mengapung.
Bukan masalah prestasi, karena di atas kertas dia jg belum membawa prestasi berbentuk piala branded.
Tapi soal gaya main.
Shin Tae Yong mampu menyuntikan adrenaline ke pemain mudanya dulu, utk bermain di ruang sempit, tiktak simpel namun susah ditebak lawan.
Dan yg lebih keren, dia melakukannya dgn anak2 muda, jauh kualitasnya dari squad yg dimiliki Indonesia saat ini.
Silahkan branding gw semau lo..
Tapi bagi gw sampai ttik ini, masih belum ada pelatih yg menyamai level Shin Tae Yong.
#BolaPlastik #KitaGaruda ๐ฆ ๐ฎ๐ฉ
๐จ SOS KALIMANTAN
WORLD, PLEASE LOOK AT THIS!
19 SEPTEMBER 2026 ๐ฎ๐ฉ
Kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan bukan lagi cerita lokal.
Sudah berminggu-minggu api membakar.
Asap menyelimuti permukiman.
Kualitas udara memburuk.
Dan dampaknya mulai menyeberangi batas negara.
Reuters melaporkan asap dari kebakaran Indonesia telah berdampak ke negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.
Laporan kawasan juga menunjukkan kabut asap lintas batas telah mencapai Singapura hingga selatan Vietnam.
Artinya, asap tidak berhenti di garis batas Indonesia.
ASAP TIDAK PUNYA PASPOR.
Hari ini Kalimantan.
Besok wilayah lain bisa ikut menghirup dampaknya.
Dan sekarang, di Ray 3, Desa Puntik, Barito Kuala, Kalimantan Selatan, karhutla dilaporkan semakin mendekati rumah warga.
WARGA SUDAH DI DEKAT API.
Pertanyaannya
HARUS MENUNGGU RUMAH WARGA TERBAKAR DULU BARU NEGARA BERGERAK?
Kepada media internasional:
@Reuters@AP@BBCWorld@CNN@AJEnglish@AFP@guardian@nytimes@dwnews@ChannelNewsAsia@SCMPNews@AlJazeera@elonmusk
Tolong lihat Kalimantan.
Tolong liput.
Tolong sebarkan.
Kepada lembaga internasional
@UN@UNEP@UNHumanRights@UNFCCC@WHO@WMO@ASEAN
Kami tidak meminta dunia mengambil alih Indonesia.
Kami meminta dunia MELIHAT.
Karena ketika asap sudah menyeberangi batas negara, ketika kualitas udara memburuk, ketika warga mulai terdampak dan ketika api semakin dekat dengan permukiman, persoalannya tidak lagi bisa dianggap sebagai sekadar kebakaran biasa.
IRONISNYA...
Dunia setiap tahun berbicara tentang perubahan iklim, perlindungan hutan dan emisi karbon.
Tapi di Kalimantan, warga justru sedang berjuang mendapatkan sesuatu yang jauh lebih sederhana:
UDARA YANG BISA DIHIRUP.
Kepada pemerintah Indonesia
Jangan tunggu dunia ramai memberitakan baru bergerak.
Jangan tunggu negara tetangga protes.
Jangan tunggu bandara terganggu.
Jangan tunggu sekolah diliburkan.
Jangan tunggu rumah warga terbakar.
DAN JANGAN TUNGGU KORBAN BERJATUHAN.
API TIDAK MENUNGGU RAPAT.
ASAP TIDAK MENUNGGU KONFERENSI PERS.
WARGA TIDAK BISA MENUNGGU SAMPAI MUSIM HUJAN.
Jika kemampuan di lapangan terbatas, kerahkan seluruh sumber daya yang tersedia.
Jika membutuhkan bantuan, buka ruang koordinasi dan kerja sama.
Jika ada dugaan pembakaran ilegal, usut.
Jika ada perusahaan atau individu yang terbukti melanggar, tindak.
Jangan hanya sibuk mencari siapa yang akan disalahkan setelah semuanya terbakar.
๐ฅ๐ณ
KALIMANTAN BUKAN TITIK KECIL DI PETA.
DI SINI ADA MANUSIA.
DI SINI ADA RUMAH.
DI SINI ADA SEKOLAH.
DI SINI ADA HUTAN.
DI SINI ADA KEHIDUPAN.
WORLD, PLEASE WATCH KALIMANTAN.
#SaveKalimantan
#KalimantanBurning
#IndonesiaForestFire