Sidak MBG hari ini menarik.
Wapres marah karena masak jam 3 pagi, nanti keburu dingin katanya.
Masuk kelas, ternyata lebih dingin lagi: masa depan muridnya.
Lampu nggak ada, fasilitas minim, tapi yang dikejar dulu nasi kotak.
Negeri ini memang unik. Belajar bisa gelap-gelapan, asal makan jangan telat. ๐คก๐ฟ
๐ฃ๏ธ Declan Rice :
"Ini adalah lotre. Beberapa tim terbaik sepanjang sejarah pernah kalah lewat adu penalti di final, dan kali ini kami yang mengalaminya.
Kami menang dan kalah bersama, dan saya sangat bangga kepada para pemain ini. Musim yang luar biasa. Saya sangat terpukul, tetapi saya mencoba melihat semuanya secara lebih luas, mengingat dari mana kami memulai pada bulan Juli dan di mana posisi kami sekarang. Kami akan kembali.
[Tentang Gabriel dan Eze], kami mencintai mereka dan kami selalu mendukung mereka. Hal seperti ini memang terjadi dalam sepak bola. Mereka bukan pemain pertama dan juga bukan yang terakhir yang gagal mengeksekusi penalti di final. Tanpa mereka berdua, kami tidak akan memenangkan Premier League.
Untuk Gabriel, saya sudah kehabisan kata-kata untuk menggambarkan betapa hebatnya dia sebagai pemain. Dan Eze, dia telah mencetak gol-gol krusial bagi kami musim ini. Ini memang kejam, tetapi kami akan mengambil sisi positifnya dan terus melangkah maju."
๐ via @JacobsBen
Pep Guardiola on Mikel Arteta ๐ง
โHe went to the team he dreamed of, when we scored a lot of goals, he jumped and celebrated except one team. Everyone we. scored against, I celebrate but when I come back, heโs sitting there, that team was Arsenal
In the moment I said: โthat guy loves Arsenalโ, and honestly, I respected it. In modern football people hide their feelings, but Mikel never could when it came to Arsenal. That club stayed in his heart even while he was helping us win trophies at Manchester City.
When Arsenal called him, I was not surprised for one second. That was not a career move for him, it was destiny. Some managers choose projects, but Mikel chose home.โ