Istrinya masak tiap hari. Pagi, siang, malam. 2x sehari. 365 hari setahun. Selama 5 tahun nikah.
Gak pernah libur. Gak ada THR. Gak ada cuti tahunan.
Suatu malam istri capek. Bapak itu pesen GoFood. Nasi ayam geprek 2 porsi. Rp 47.000.
Sambil nunggu driver, Bapak itu iseng buka kalkulator HP. "Kalau tiap kali istri masak, aku bayar dia pakai tarif jasa catering rumahan PALING MURAH, berapa total selama 8 tahun?"
Angka yang keluar bikin dia naruh HP pelan-pelan di meja.
Sejak kapan Kopdes itu jadi mini market yah?
Awalnya Kopdes dikonsepkan untuk bekerja sama dengan Bulog yg menjadi jalur logistik kopdes. Petani menjual hasil pertanian dan perkebunan ke Bulog, lalu Bulog menyalurkannya ke berbagai daerah. Kopdes menjadi salah satu ujung penjualan ke masyarakat, dan seharusnya ditambah hasil-hasil UMKM lokal.
Kalau berjalan ideal,
Sekali lagi, kalau berjalan ideal ya...
Artinya produk yg dijual kopdes seharusnya berbeda dengan Indomaret atau Alfamart. Fokusnya ada di hasil pertanian, perkebunan, dan kebutuhan pokok yg memang menjadi bagian dari rantai pangan nasional. Makanya menutup indomaret dan alfamart adalah sesuatu yang agak nggak pas.
Kopdes seharusnya hanya jadi salah satu channel penyaluran barang bulog dan hasil UMKM.
Bicara soal tujuan awal kopdes, seharusnya ada masalah yg ingin dipecahkan sehingga muncul solusi kopdes dong.
Gw baca dari inpres nomor 9 tahun 2025:
https://t.co/4MBbsQnucD
Pertama soal swasembada pangan yang berkelanjutan, meskipun gw gak pegang datanya, gw yakin masalah swasemabda/ketahanan pangan bukan "jumlah toko yang jual kurang". Kalau yg dikejar adalah ketahanan pangan, menambah jalur toko bukan artinya menambah stok kan? Kalau berasnya tetap segitu, ya berasnya tetap segitu.
Dan kalau yang ingin dipecahkan adalah masalah pembangunan desa dan pemerataan ekonomi, sekali lagi, meskipun gw gak lihat datanya, gw yakin solusinya bukan "bikin tempat belanja baru" apalagi di tengah hutan.
Yang menarik, setelah gw baca lagi, UMKM malah nggak disebut di Inpres itu. Kalau gw kelewat tolong diinfokan.
Anyway, kita lihat implementasinya sekarang.
Kenyataan di lapangan, kita bisa lihat yang dijual malah barang-barang minimarket, bumbu dapur aja bumbu instan hasil produsen besar! Bukan bawang merah atau bawang putih UMKM apalagi gelondongan hasil petani. Nggak salah kan kalo masyarakat menilai ini adalah minimarket baru dengan nama berbeda?
Salah dimana? Coba? Salah dimanaaaa??
Kekhawatiran gw adalah, jangan-jangan setelah MBG mulai kehilangan momentum karena Dandadan CS dan penolakan masyarakat makin sulit ditutupin, kopdes ini bisa jadi "pengalihan isu MBG" atau malah sekalian aja jadi "pengalihan tempat bancakan".
Setelah ia mati pun, ia ingin suaranya tetap menggema di atas langit. Ia memang tidak pernah benar-benar membumi. Ia hanya terus berambisi untuk menguasai dari atas, bahkan jika maut datang pun ambisi itu tidak pernah benar-benar ingin ia lepas.
Bayangin rakyat cari kerja harus ngelewatin psikotes, online assessment, interview HR, FGD, interview user, sampe direksi. Sementara yang jadi presiden ngitung 10 + 6 = 17 ☺️😇
guys lu pada tau kan hari ini
prabowo, bahlil dan teddy ada pidato
tapi tak satu pun dari mereka
menyinggung tentang kenaikan pertamax
kenapa dan bagaiamana nya lohh
Masih inget ga, dulu SBY mau naikin harga bensin 400 perak aja sampai pidato live di TV, minta maaf berkali-kali dengan wajah yang beneran sedih.
bahkan ada pengumuman seminggu
sebelum dinaikkan
Beliau punya banyak kekurangan tapi momen itu susah dilupain.
Pas Tsunami Aceh, beliau stay di lokasi bencana dan turun langsung. Bukan sekadar konferensi pers dari Jakarta.
Itu bukan hal yang luar biasa sebetulnya itu memang standar minimum seorang pemimpin. Tapi terasa luar biasa karena sekarang jadi langka.
Karena yang rakyat butuhkan dari seorang pemimpin di saat krisis sebenarnya sederhana:
Diakui. Ditemani. Dan kalau terpaksa ada kebijakan yang menyakitkan minimal dikasih penjelasan yang jujur, bukan denial.
Ini adalah debat capres - cawapres 23 Desember 2023 silam. Hanya selisih satu tahun sebelum ribuan kubangan lumpur (espepege) dibangun, dan insentif 6jt/hari secara serampangan masuk ke rekening-rekening babi yang serakah.
Nampak wapres kebanggaan kalian ini menyebut diksi-diksi yang sama sekali tak berkaitan dengan proyek embege ketika saat ini sudah satu setengah tahun berjalan. Warteg? Usaha-usaha katering? Ibu-ibu masak bersama?
Inilah potret rezim ini. Mereka lantang teriak ingin melakukan tugas mulia dengan melahirkan program ini dan itu, tetapi perencanaanya 0 (NOL) besar.
Gak usah heran kalau KDMP juga sudah menghabiskan dana sekian ratus milyar untuk pembangunan gerai fisik, ujian seleksi manajer, menggandeng parjo-parjo pengangguran, tetapi banyak hal dasar nan fundamentalnya yang belum keurus.
Rezim sampah!
Gara-gara riuh tepuk tangan orang-orang Hipmi pada saat prabowok salah dalam melakukan penjumlahan 10 + 6, kami jadi meyakini kalau Hipmi hanyalah himpunan orang-orang idiot.
Sampai detik ini, aku masih belum bisa memahami betul-betul cara berpikir dan di semesta mana sebenarnya Prabowo hidup saat ini.
Apa yang disampaikan dalam setiap pidatonya, selalu berbeda dengan realitas kehidupan di lapangan.
Prabowo, seolah hidup di semesta Indonesia yang lain; Indonesia yang maju, bangsa yang besar, dan bangsa yang tidak gentar dengan negara lain.
Entah di mana salahnya, pembisik yang busuk atau memang pribadinya sulit mendengar orang lain karena merasa terlalu tinggi dibanding yang lain; aku juga tak tahu.
Giliran bbm naik, langsung disandingkan dengan negara maju. Giliran bicara gaji dan pendapatan masyarakatnya, diam-diem bae lu.
Pakai perbandingan narasi negara maju mulu buat nekan suara kritik.
Jadi sebenere boleh kritik government ga ini?
Soale tiap kritik dicounter, seolah2 yg kritik tu “ga nasionalis” bahkan dijawab “nyenyenyenye”
Ditanya “trus solusimu apa!”
Banyak juga yg udah kasi solusi. Ttp aja dibales dengan narasi offensive.
tuhan melindungi setiap langkah mereka yang turun ke jalan hari ini. terima kasih sudah memperjuangkan kepentingan semua orang. doa baik selalu. ✊🇮🇩 tinju ke atas.