To the girl that still searching, trying to figure out who she is and willing to learn for the sake of her own good.
To my worst critic, my kindest supporter, happy mental health day, love.
adek gw kelas 3 SD
👦🏻: ada demo ya? sebenernya demo apa sih?
👩🏻: demo menghentikan MBG
👦🏻: kali ini aku setuju soalnya MBG ga enak
#MenujuIndonesiaBangkrut
Naik Grab di Penang dan drivernya nanya aku darimana, ku jawab dari Indo lalu response beliau adalah....
"How's the protest yesterday? Why do I saw your current President like Soeharto"
My honest reaction gw: 😭😭😭😭😭😭😭😭
Ini bener. Setuju. Mas & Mbak pekerja dari gedung pencakar langit itu nggak ada ngomel-ngomel karena demo tuh. Malah pada pegang hape, rekam kejadian.
Ada momen saya lagi videoin relawan yang bagiin logistik. Pas ketemu barikade aparat. Relawan bisa tembus juga. Dan karyawan-karyawan yang mau lewat juga diberi jalan.
Apalagi pas aksi nyalain klakson. Ojol-ojol yang tadinya nontonin, itu pada ikut ngebantu juga.
libraries literally aren't just places to obtain books for free. they're some of the few public spaces left in our society where you're allowed to exist without the expectation of spending money.
Kalau benar negara sedang sulit, seharusnya pengorbanan dirasakan bersama. Bukan rakyat yang terus diminta memahami, sementara fasilitas untuk penguasa dan aparat tetap berjalan tanpa kompromi.
Soalnya tadi gue denger sendiri, ada mas2 di trotoar depan UOB, kemeja kantoran rapih, nonton aksi, tapi ga berani ke jalan, ybs bilang
"Oh sbnrnya demo mahasiswa tuh ga rusuh ya, pada tertib tuh disuruh mundur dikit pada mundur. Jadi sbnrnya yg rusuh tuh siapa yak?"
Nahh
Benar dan setuju. Sebagai perempuan, ajarlah diri kita, anak perempuan kita, keluarga kita dan keturunan kita untuk tidak meminta-minta (mengemis) dan tidak pula berkira/lokek/kedekut. Nasihat ini terpakai untuk perempuan dan lelaki juga.
Pilihlah untuk berusaha kerana Allah.
Jangan salah sangka bahwa saat ini Prabowo takut pada mahasiswa karena melihat dulu mertuanya (Soeharto) ditumbangkan oleh Mahasiswa.
Sebab, bukan mahasiswa yang menumbangkan Soeharto secara langsung saat itu.
Prabowo tahu itu.
Yang berbahaya di mata Prabowo adalah intervensi asing dan penghianatan dari dalam.
Dua hal itulah yang menumbangkan rezim 32 tahun Soeharto.
Dan karena itulah Prabowo selalu menyebut “aseng aseng aseng!” dan hanya merekrut orang-orang loyalis (penjilat) di sekitarnya.
1. Peran asing
Ada peran Presiden Amerika Serikat periode 1993-2001 yakni Bill Clinton di balik lengsernya kepemimpinan Soeharto.
Kala itu Bill risau karena permasalahan Timor Timur tak kunjung terselesaikan dan malu saat dibahas di konferensinya oleh sidang keamanan PBB.
Saat itu Soeharto ditelepon oleh Medeleine Albrigt dari Manila yaitu menteri luar negerinya Bill Clinton.
Ia disuruh mundur.
Presiden AS Bill Clinton mendesak Soeharto untuk sepenuhnya mematuhi reformasi ekonomi.
Direktur Pelaksana IMF saat itu, Michel Camdessus, bahkan mengakui bahwa organisasinya menciptakan kondisi yang mewajibkan Presiden Soeharto untuk mundur.
2. Penghianatan dari dalam
Saat itu, Ketua DPR/MPR Harmoko, yang dikenal sebagai pendukung berat Soeharto, malah menuruti tekanan massa.
Ia mengeluarkan pernyataan agar Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya sebagai presiden.
Hal itu dilakukan Harmoko karena merasa mendapat dukungan dari pimpinan ABRI.
Pimpinan DPR/MPR secara terbuka meminta Soeharto mundur.
Situasi ini diperparah oleh mundurnya 14 menteri dari Kabinet Pembangunan VII.
Mundurnya para menteri saat itu juga mencerminkan hilangnya dukungan pada Soeharto.
Rakyat menentang, ABRI menarik diri, dan para menteri juga mundur, bahkan pembantu terpercaya sekaligus buzzer resminya, Harmoko menyarankannya mundur, artinya Soeharto sudah tak punya pendukung lagi.
Keesokan harinya, Selasa, 19 Mei 1998, Soeharto mengundang sejumlah tokoh Islam sebanyak sembilan orang.
Mereka adalah KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur (Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama), Nurcholis Madjid (Direktur Yayasan Paramadina), KH Alie Yafie (Ketua Majelis Ulama Indonesia), Malik Fajar dan Sumarsono (tokoh PP Muhammadiyah), KH Cholil Baidowi (Muslimin Indonesia), Achmad Bagdja dan KH Ma'ruf Amin (tokoh NU), dan Emha Ainun Nadjib (budayawan).
Soeharto juga mengundang pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra.
Para tokoh agama ini pun menyampaikan bahwa rakyat Indonesia tetap menginginkan Soeharto mundur dari jabatannya sebagai presiden.
Tapi Soeharto berkukuh bisa mengatasi keadaan.
Ia menyatakan akan mengubah Kabinet Pembangunan VII menjadi Kabinet Reformasi dan akan membentuk Komite Reformasi.
Tapi esok harinya, Rabu, 20 Mei 1998, malam, Soeharto menerima surat hasil keputusan dari 14 Menteri Kabinet Pembangunan VII yang intinya menyatakan sikap tak bersedia menjabat sebagai menteri dalam Kabinet Reformasi atau reshuffle kabinet.
Soeharto merasa terpukul dan ditinggalkan oleh orang-orang kepercayaannya.
Karena itulah bagi Prabowo, asing dan penghianatan jauh lebih berbahaya dibanding demo mahasiswa.
Ingat kawan, kemarin guru demo aja dia malah melambaikan tangan dari mobil dikira mendapat dukungan.
my feminist vision is a world where men are really scared to touch women and girls without their consent, or speak violently to or about them, knowing that the consequences will be painfully inevitable.