Sesekali, keluar dari comfort zone.
Coba kerja yang belum pernah kita lakuin. Belajar hal yang belum pernah kita tau. Kenalan sama orang baru. Pergi ke tempat baru. Ambil peluang yang selama ini kita takut buat ambil.
Mungkin awal-awal ngerasa awkward. Mungkin ngerasa gak pinter. Mungkin pengen give up.
Tapi dari situ kita berkembang.
Kita gak akan jadi versi diri yang lebih baik kalau kita takut ninggalin versi lama. 🤍
MBAK, SIAPAPUN KAMU… TOLONG TANGGUNG JAWAB!! 😭🙏🏻
AKU UDAH RECOOK BERKALI-KALI GAK PERNAH BOSEN. ANAK-ANAK MAKANYA JADI LAHAP, HAPPY BANGET 🥹😍
TELUR MINGGIR DULU YAAAH...
SEKARANG WAKTUNYA UDANG MAU TAMPIL ‼️
Ada orang yang kalo sakit hati itu ga teriak, ga marah, dia itu cuma diam, bukan karena ga ada yang mau di omongin, justru di kepalanya ribuan kalimat tuh udah muter-muter terus, semuanya jelas, semuanya rapi, tapi pas mau di keluarin nyangkut di mulut. akhirnya yaudah di pendam aja dan pelan-pelan pun jadi kebiasaan, jadi kayak tombol otomatis, ketika di sakitin ya tarik diri, ketika di kecewain ya diam. sampai lama-lama orang lain pun salah paham, dikiranya dia dingin, dikiranya dia ga peduli padahal sebenarnya hati dia itu penuh dengan badai, tapi badai itu ga pernah dikasih izin untuk keluar.
Adalah benar bisa makan bareng keluarga tu termasuk privilege. Karena ga semua keluarga punya waktu buat kaya gini, ada yg punya waktu tp hubungan antar anggota keluarga yg bikin duduk bareng di 1 meja makan itu ga nyaman jd mereka milih makan terpisah or just simply they didn’t do that.
Dan kalo udah pisah rumah alias menikah, makan sama ortu begini jd ngangenin, walopun kita dah punya keluarga sendiri dan melakukan hal yg sama, sama keluarga kita.
Makanya sebisa mungkin aku kalo pas pulang, selalu ngajak bapakku sama adekku makan bareng di luar, walopun cuma sarapan soto wkwkwkw, dulu 1 meja kecil cukup, skrg butuh meja agak panjangan krn anggota keluarganya nambah 🤍
Aku suka menghabiskan waktu sendirian. Karena buatku melakukan apa-apa sendirian lebih nyaman.
Tapi beberapa hari lalu setelah menghabiskan waktu bersama teman-teman, aku baru sadar sesuatu.
Selama ini, waktu sendirian, aku memang merasa jadi lebih mengenal diriku sendiri. Dan ternyata, saat bersama orang lain pun aku bisa mengenal bagian dari diriku yang selama ini tidak kusadari.
Mungkin memang mengenal diri sendiri tidak hanya terjadi saat kita sendirian. Kadang, orang lain juga membantu kita melihat diri kita dari sudut yang berbeda.
4. Kamu Belajar Menikmati Kehadiran Dirimu Sendiri 🌅
Ini mungkin pelajaran yang paling nggak aku sangka.
Karena sebelum perjalanan ini, aku termasuk orang yang selalu merasa harus punya teman untuk menikmati sesuatu.
Makan enak harus bareng.
Jalan-jalan harus bareng.
Ngopi harus bareng.
Foto-foto juga harus bareng. 😭
Tapi selama dua minggu itu, hampir semua hal aku lakukan sendirian.
Naik kapal sendirian.
Duduk berjam-jam di kereta ekonomi sendirian.
Menunggu bus berikutnya sendirian.
Menikmati matahari terbit di Bromo sendirian.
Melihat birunya laut di Bali sendirian.
Melihat tinggi dan mendengar berisiknya air terjun sendirian.
Melihat luasnya hutan sendirian.
Makan di warung yang nggak kukenal sendirian.
Awalnya terasa aneh.
Kadang juga sedikit kesepian.
Tapi lama-lama aku mulai menikmati semuanya.
Aku nggak perlu menyesuaikan jadwal dengan siapa pun.
Nggak perlu menunggu keputusan orang lain.
Nggak perlu khawatir apakah orang lain sedang menikmati perjalanan yang sama atau tidak.
Aku benar-benar hadir untuk diriku sendiri.
Dan di situlah aku sadar:
Kesepian dan sendirian itu ternyata dua hal yang berbeda.
Sendirian belum tentu kesepian.
Justru ada banyak momen selama perjalanan itu ketika aku merasa sangat utuh meskipun tidak ditemani siapa pun.
Aku belajar mendengarkan pikiranku sendiri.
Belajar memahami apa yang sebenarnya aku inginkan.
Belajar nyaman dengan diriku sendiri tanpa perlu distraksi apa pun.
Menurutku, salah satu tanda mental yang semakin kuat adalah ketika kita bisa menikmati kebersamaan dengan orang lain, tapi juga tetap baik-baik saja saat hanya ditemani diri sendiri.
Dan solo traveling mengajarkan itu dengan cara yang nggak akan pernah aku lupakan✨
Lanjut ke alasan terakhir yang paling mengubah cara pandangku tentang hidup 👇