Nama Remy Sylado mulai tersohor pada awal 1970-an setelah mencetuskan gerakan puisi mbeling, sebuah gerakan anti-kemapanan yang mendobrak pakem penulisan puisi pada zamannya.
Puisi mbeling cenderung bebas, liar, dan mengikuti kehendak penulisnya. Tak jarang, puisi ini juga mengandung kata-kata yang terkesan vulgar.
Remy sering dianggap sebagai seniman yang nyentrik, bukan hanya karena penampilannya yang hampir selalu didominasi warna hitam atau putih, melainkan juga karena konsistensinya dalam melabrak status quo budaya kreatif.
Sosok Remy semakin dipandang kontroversial pasca membuat cerita bersambung Orexas (Organisasi Seks Bebas) yang terinspirasi dari gaya hidup orang muda di Bandung pada 1960-an yang dipandang serupa dengan budaya flower generation di Amerika Serikat.
Kaum milenial lebih mengenal Remy melalui film Ca Bau Kan, yang diadaptasi dari novelnya, Ca Bau Kan: Hanya Sebuah Dosa yang mengisahkan dinamika kehidupan serta interaksi romantis antara masyarakat Tionghoa dan Indonesia pada masa lampau, yang mencerminkan perbedaan kelas sosial.
Semasa hidupnya, hari-hari Remy dihabiskan untuk menulis. Jika dihitung, ia telah menghasilkan ratusan karya tulis, yang semuanya diketik menggunakan mesin tik.
(Sumber: https://t.co/NCsHFlSvSh)
Ada anak kecil di kampung saya, Ngada, Flores, meninggal bunuh diri. Anaknya dikenal cerdas dan ramah di sekolah. Dia meninggal karena putus asa. Sebelum pergi, dia cuma minta satu ke mamanya.
'Mama, saya minta buku dan pena'
Mamanya ga bs kasi dua hal itu lantaran kondisi ekonomi memburuk.
Mungkin buat penguasa dan media massa, anak ini cuma satu angka di dalam statistik. Bahkan bs jadi mudah dilupakan.
Tapi buat saya, anak ini jadi bukti nyata bahwa kita semua gagal bukan karena pengaruh asing. Kebanyakan kita semua gagal karena kita ga mau berbenah. Kita tetap memilih pemimpin yg itu2 aja. Kita tetap mempertahankan institusi yg diisi oleh orang2 itu aja.
Kita sibuk mencari kesalahan org lain, tp kita ga pernah mau sama-sama berjuang sebagai anak bangsa.
Pak Presiden, bapak selalu bilang kalo Bapak adalah presiden semua orang. Saya gak minta Bapak jadi NABI.
Saya minta bapak tidak membiarkan sistem yg uda bobrok ini semakin bobrok.
Belum pernah sesakit hati ini nulis postingan di media sosial.