Lo semua pasti udah denger: 30 Juni 2026, Nadiem Makarim divonis 10 tahun penjara sama Pengadilan Tipikor Jakpus, kasus korupsi pengadaan Chromebook, kerugian negara Rp1,56 triliun.
Tapi sebelum lo simpulin apa-apa, gue ajak bedah utuh 5 tahun kepemimpinannya di Kemendikbudristek.
Data dulu, opini belakangan
Selamat Nonton Bikini Nuns (2025) 🙂🙂🙂🫡🫡☕☕
Dalam "Bikini Nuns" (2025), tiga biarawati tak takut membenci dendam setelah dianiaya oleh pria kejam. Mereka berganti jubah dengan senjata berat dan mengambil hukum ke tangan sendiri. Dengan aksi yang mematikan, mereka memburu para penjahat yang telah menyakiti mereka, membawa keadilan dengan cara yang brutal. Apakah mereka akan berhasil membalas dendam atau akan terjebak dalam permainan kriminal yang berbahaya
Kita akan tunaikan janji kemerdekaan. Merdeka dari kebodohan, merdeka dari kemiskinan, dan merdeka dari ketergantungan. Kita bersatu demi Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.
Anggaran 2021, volume kurang lebih 375 m³ menghabiskan dana 49 jt
Anggaran 2024, volume kurang lebih 113 m³ menghabiskan dana 190 jt
masih masuk akal ga nih kira"??🤔
7 Kota Terkenal yang Hilang dari Peradaban Dunia
Bila mendengar tentang kota yang menghilang dari peradaban, mungkin kota yang paling sering terdengar adalah Atlantis. Namun sebenarnya selain Atlantis terdapat kota lainnya yang cukup terkenal yang telah menghilang dari peradaban dunia.
Kota-kota yang menghilang ini memiliki peradaban yang cukup maju pada masanya. Sebagian kota-kota ini memang meninggalkan bukti-bukti peradaban mereka, sedangkan yang lainnya hilang tanpa jejak. Entah memang benar keberadaannya ada ataupun hanya legenda. Berikut ini adalah 7 kota paling terkenal di dunia yang menghilang dari peradaban.
DENGAN MODAL AWAL 1 PELETON PASUKAN, BERHASIL MENGGULUNG PEMBERONTAK YANG BERKEKUATAN 1 DIVISI.
Penumpasan G30S/PKI bukanlah operasi militer yang melibatkan kekuatan yang seimbang, sebab gerakan pemberontakan berdarah itu berhasil menghasilkan efek kejut yang mampu membuat TNI-AD mengalami kelumpuhan dalam hal garis komando.
Lumpuhnya struktur komando TNI-AD disebabkan oleh penculikan pucuk pimpinan TNI-AD berikut beberapa pejabat teras dibawahnya oleh gerombolan pemberontak G30S/PKI, secara otomatis garis komando tak terpenuhi sehingga menimbulkan terganggunya sistem koordinasi terhadap struktural dibawahnya.
Secara militer, di fase awal G30S/PKI berhasil melumpuhkan slagorde TNI-AD. Maklum saja, G30S/PKI sudah dipersiapkan selama kurang lebih 1 bulan sebelum gerakan dilakukan, dalam kurun waktu tersebut komplotan pemberontak berhasil mengkoordinir beberapa unit militer dan milisi bersenjata yang secara keseluruhan berkekuatan setara dengan 1 divisi.
Sementara di pihak TNI-AD, hampir seluruh pasukan sempat tak berfungsi secara normal dikarenakan kehilangan komando. Di pagi itu, tanggal 1 Oktober 1965 menurut tradisi internal hanya tersisa seorang jenderal TNI-AD yang memiliki kewenangan untuk mengambil alih komando setelah seluruh pejabat teras TNI-AD berhalangan, yakni Pangkostrad yang dijabat oleh Mayjen Soeharto.
Dan tak banyak orang yang memahami terkait tradisi di internal TNI-AD kecuali sesama pejabat teras TNI-AD itu sendiri, terlebih lagi tradisi garis komando ini merupakan norma tak tertulis, membuat pihak diluar TNI-AD tak mengerti kebiasaan tersebut termasuk para pimpinan G30S/PKI yang kemudian menganggap bahwa Pangkostrad tak perlu dijadikan target penculikan.
Wajar jika Mayjen Soeharto luput dari radar para gembong G30S/PKI, karena memang bersifat 'cadangan' kala itu Pangkostrad tak memiliki kewenangan langsung atas pasukan TNI-AD. Di pagi itu kontan pasukan yang murni berada langsung dibawah komando Pangkostrad hanya 1 peleton pasukan penjaga markas, tak seimbang jika dibenturkan secara langsung dengan kekuatan G30S/PKI.
Sekira pukul 07:00, Mayjen Soeharto mendengar pengumuman G30S/PKI dari siaran RRI. Sebagai jenderal dengan segudang pengalaman tempur, Mayjen Soeharto dapat dengan cepat membaca situasi. Langkah strategis segera dilakukan setelah menerima informasi tentang adanya peristiwa penembakan dan penculikan terhadap para pejabat pucuk pimpinan TNI-AD.
Setelah gagal menghubungi Jenderal AH Nasution dan mendengar penembakan di kediaman Letjen Ahmad Yani, maka berdasarkan naluri militer dan kebiasaan dalam garis komando internal TNI-AD Mayjen Soeharto segera mengumpulkan para pimpinan TNI-AD yang tersisa lalu menggelar rapat darurat. Diakhir rapat, Mayjen Soeharto memutuskan untuk mengambil alih sementara komando tertinggi TNI-AD.
Keputusan Pangkostrad mendapatkan dukungan dari seluruh peserta rapat yang hadir di Makostrad. Diantara para petinggi TNI-AD yang hadir saat itu antara lain:
1. Kepala Staf Brigjen Achmad Wiranata Kusumah.
2. Asisten Intelijen Kol Yoga Sugama.
3. Asisten Operasi Kol Wahono.
4. Asisten Teritorial Kol Sru Hardojo.
5. Asisten Logistik Kol Djoko Basuki.
Setelah rapat, Mayjen Soeharto segera mengirim radiogram kepada seluruh Pangdam, lalu menghubungi Kol Sarwo Edhie Wibowo dengan mengutus Letkol Herman Sarens Sudiro. Naas saat itu Letkol Herman justru ditahan oleh RPKAD, selain secara garis komando RPKAD berada langsung dibawah komando Menpangad, karena peristiwa yang terjadi membuat situasi saat itu dalam kondisi saling curiga.
Setelah Letkol Herman menjelaskan bahwa Pangkostrad mengambil alih pimpinan sementara TNI-AD, barulah Kol Sarwo yang memahami hierarki internal TNI-AD berkenan mematuhi perintah untuk menghadap Pangkostrad.
Tepat pukul 13:00, Mayjen Soeharto telah memiliki pasukan elit pemukul berkekuatan 1 Batalyon RPKAD. Langkah Pangkostrad selanjutnya yaitu melemahkan kekuatan lawan, sasaran yang dituju adalah Yon 530 dan Yon 454 yang mengepung Istana Negara.
Boikot Raffi Ahmad, Pelaku Gentrifikasi Digital
Raffi Ahmad diberitakan mendapat tawaran sebagai Wakil Menteri setelah memenuhi undangan di kediaman Prabowo, kabar tentang Raffi Ahmad pun membuat hati semakin gundah.
Pasalnya, Raffi Ahmad merupakan salah satu pelaku gratifikasi Digital selain dr. Richard. Sedangkan isu tentang gentrifikasi ini begitu senyap, hingga tidak banyak orang tahu bahwa gentrifikasi merupakan salah satu penyebab semakin parahnya ketimpangan sosial.
Gentrifikasi pertama kali diperkenalkan pada tahun 1960-an oleh Ruth Glass, seorang sosiolog Inggris. Gentrifikasi digambarkan sebagai sebuah pemindahan kelas pekerja oleh pekerja pendatang kelas menengah di London. Menurut Glosarium, gentrifikasi merupakan usaha peningkatan vitalitas suatu lingkungan melalui peningkatan kualitasnya.
Gentrifikasi merupakan sebuah fenomena yang kontroversial, karena dikaitkan dengan masuknya pekerja kulit putih yang menggeser pekerja warna kulit gelap. Namun seiring berjalannya waktu, gentrifikasi menjadikan pekerja kelas menengah yang menggeser pekerja kelas bawah.
[Sebuah Esai]