Menkeunya ceplas ceplos bercanda mau nutup selat Malaka.
Ini presidennya straightforward ngomong Iran punya nuklir.
Btw "Iran punya nuklir" adalah narasi zionis ya.
15 badan intelijen US menyatkaan Iran tidak punya senjata nuklir dan tidak mengejar pembuatan senjata nuklir.
Mending stop pidato deh pak. Bahaya bener takut.
Saya baru disensus BPS, pantas saja banyak yg meragukan akurasi datanya. Iseng sy jawab : saya ga berpenghasilan, saya makan tabungan
Si mba survei ternyata tidak punya kolom isian untuk jawaban semacam itu, jadi dia tanya : sehari hari pengeluaran habis berapa? Ternyata itu diakui sebagai sumber pendapatan. Dia tidak peduli ternyata pengeluaran kita itu dari hutang atau jual-jual aset.
Ya pantas saja diatas kertas ekonomi kita terus naik kalau cara pencatatanya begitu
cc : ige_pranata
Indonesian officials and govs are funny
When a policy makes our life harder, we’re told to compare ourselves to developed countries
But when there’s a major screw-up that hurts the public? (ex: PLN)
Suddenly nobody wants to compare us to developed countries anymore 💀
Guys, gue mau ngasih info, terserah kalian mau percaya atau tidak, gue gak bakal detail banget cerita soal MBG, soalnya demi keselamatan emak gue juga, nah, mak gue sebagai guru cerita pada gue kalo dia ditugaskan untuk mengembalikan ompreng MBG setelah para siswa makan dan kualitas makanan yang dikasih itu lebih hina dari makanan binatang.
Guru-guru di sekolah emak gue ini tuh dibayar 20.000 rupiah dan dibagi jumlah guru yang bertugas soal ompreng MBG ini, hasil pembagiannya itu dapat sekitar 600 rupiah/hari, karena segitu gak layaknya, akhirnya emak gue dan guru-guru lain sepakat buat membagikan uang ini ke satpam sekolah, dan satpam sekolah emak gue dapat 20.000 rupiah/hari.
Kalian sendiri tau lah kan gimana peringatan, ancaman dan tindakan represif dari aparat yang ada di SPPG dan BGN itu tuh, mereka memberitahukan kalo cerita ini tuh jangan diberitahukan di sosial media, termasuk keseharian MBG di sekolah emak gue.
Tapi gue tetap bersuara mengenai hal ini, gue butuh banget bantuan kalian kalo gue kena masalah sama aparat karena cerita gue ini.
Maaf kalau bahasa gue kacau, karena gue sepenuhnya menyuarakan ini pakai hati dan gak pakai AI sama sekali
cc:threadmohammad_habbelda_zulfie
Dulu company gue di Jepang banyak hire orang Indo buat kerja remote, karena banyak yg gue bawa juga.
Gue pernah dikomplain sama management karena beberapa karyawan Indo itu sering mati lampu. Masalahnya kalo mati lampu, banyak karyawan yg harus out sampai 1 jam. Mereka harus pindah ke coworking space karena back-up ga bertahan lama. Dan masalah utama sebenernya di koneksi internet yg buruk kalo pake back-up/tethering.
Bahkan company sempet nge-blacklist kandidat dari beberapa daerah dan cuma mau terima mereka kalo mereka mau relocate ke kota2 besar (Jkt, Sby, Bandung, etc.) gara2 kejadian mati lampu ini.
Sekarang malah tambah parah dengan adanya kejadian mati lampu beberapa hari ini karena mati lampu-nya sampai 4-5 jam. Ini kalo di business yg pacing-nya tinggi bener2 terdisrupsi.
Jangan heran kalo nanti company luar lebih milih hire karyawan dari Vietnam, Malaysia, PH, India karena di sana koneksi internet dan listriknya lebih stabil. Ada kemungkinan karyawan remote yg dari Indo bakal diblacklist (dan ini udah bahkan udah kejadian di beberapa company)
Kasian banget ya jadi pekerja remote di Indo. Udah ga dicariin kerja, ga dapet fasilitas apapun, kalo gajian dipajakin. Eh ini terancam industri-nya rusak gara2 kelakuan pemerintah yg ga bisa jaga pasokan batu bara.
“kami mau melapor ke polisi, polisi punya dapur sppg, kami mau melapor ke TNI, TNI punya dapur sppg, kami mau melapor ke DPR, DPR pun punya dapur sppg. jadi ini jalan terakhir kami untuk mengadu, kepada konstitusilah kami berharap”
—ucap seorang guru, pendidik anak bangsa. ironi.
Kemaren Reuters (portal berita luar negeri) menayangkan secara live aksi demo mahasiswa. Tayangan tsb ditonton lebih dari 100 ribu orang.
Dan kabarnya hari ini ada yang bela-belain kirim surat ke The Economist. Takut terlihat jelek di mata internasional dan biar gak keliatan titik lemah dan bobroknya dia (lagi).
Buat yang gak tau, bulan Mei 2026 kemaren The Economist pernah nulis terang2an kalo wowo dianggap lagi membahayakan ekonomi Indonesia sekaligus pelan2 mengikis demokrasi.
So, aksi kemaren yang katanya gagal, namun tetap ada yang ketar-ketir nih yeee...
American actor Mark Ruffalo says
I have cut ties with celebrities who support the killing of children in Palestine
“I do not want to talk to them anymore”