@cucacuwiit kalo memang boleh ngerasain surga duniawi, aku pengen surga duniawiku dimana keluargaku kembali utuh dan bahagia seperti ingatanku saat aku berumur 6 tahun
5. Aku hanya seorang anak yang dipaksa menjadi dewasa, dipaksa menjadi kuat, dan dipaksa mengerti bahwa tidak semua orang beruntung memiliki rumah yang benar-benar bisa disebut rumah
1. Aku hidup bukan hanya untuk diriku sendiri, melainkan untuk memastikan dua adikku tetap bisa melangkah mengejar masa depan mereka. Sementara aku sendiri bahkan tidak tahu ke mana arah hidupku akan pergi.
Lucunya, aku selalu berusaha terlihat baik-baik saja.
4. Kadang, sebuah keluarga tidak hancur saat surat cerai ditandatangani. Keluarga hancur jauh sebelum itu, saat kasih sayang, perhatian, dan tanggung jawab perlahan menghilang tanpa jejak.
3. Dan jika suatu saat kedua orang tuaku memilih untuk berpisah, mungkin aku tidak akan menangis. Karena yang membuatku sedih bukan perceraian itu sendiri, melainkan kenyataan bahwa sejak lama aku sudah kehilangan sosok orang tua yang seharusnya ada.
2. Padahal di dalam hati, ada begitu banyak lelah yang tidak pernah sempat diceritakan. Ada begitu banyak tangis yang harus ditelan sendirian setiap malam.