gue nggak ngeliat masa depan gue di sini karena
1. gue queer
2. indog masih misoginis dan patriarkis
3. pemerintah demoin rakyatnya sendiri
4. feminis dianggap freak di sini
5. racist, corrupt, and homophobic country
HP temen gue hilang. Besoknya syok berat, tagihan Paylater Rp12 juta dari transaksi yang gak pernah dia lakuin.
Aplikasinya dengan enteng bilang, "Pelaku masuk pakai PIN asli, berarti kelalaian user."
Temen gue sampai depresi. Gue langsung turun tangan.
3 hari kemudian, tagihan itu resmi jadi Rp0. Total biaya jadi Rp0.
Ini yang gue lakuin:
Bukan nyari HP lewat GPS. Prioritas utama adalah, amankan semua akun finansial dari perangkat lain. Login dari device cadangan, force logout semua sesi aktif. Terus telpon operator, blokir SIM card sementara. Ini krusial biar pelaku gak bisa terima OTP via SMS.
Yang paling penting dan kebanyakan orang gak tahu yaitu, minta log IP address + Device ID dari semua transaksi. Email resmi ke CS, minta data lengkap. Ini bukti kuat kalau transaksi dilakuin dari perangkat dan lokasi yang BEDA dari lo.
Buat laporan polisi (STPL). Banyak orang males ke polisi, padahal ini bukti hukum resmi bahwa lo korban, bukan pelaku yang pura-pura hilang.
Kirim surat sanggahan resmi via EMAIL, bukan chat CS biasa. Lampirkan kronologi, foto STPL, permintaan pembekuan tagihan selama investigasi. Chat CS gampang diabaikan, email formal punya kekuatan hukum.
Mereka masih nolak? Lapor OJK. https://t.co/vDQmTDwwDW atau telpon 157. OJK punya wewenang penuh buat nindak platform yang abai perlindungan konsumen. Begitu laporan OJK masuk, respons mereka biasanya berubah 180 derajat.
Alasan "PIN asli = kelalaian user" itu gak valid secara hukum. POJK 6/2022 bilang perusahaan WAJIB punya verifikasi berlapis untuk transaksi tak wajar. Kalo sistem mereka gak bedain pemilik asli vs pelaku, itu kegagalan MEREKA.
Hasilnya, hari 1 laporan polisi + sanggahan. Hari 2 eskalasi OJK. Hari 3 tagihan Rp12 juta DIHAPUS jadi Rp0.
Btw, stop nyatet PIN di Notes HP lo.
Genuinely penasaran, kalian orang religius ini beneran percaya diterima di sisi-Nya kalo bersikap hateful, diskriminatif dan genocidal ke kelompok yg beda dari kalian ?
Genosida ga cuman bunuh doang loh tapi juga penghapusan identitas, budaya, dan sejarah suatu kelompok.
Being WNI is weird coz wdym gue digodain bule di Canggu and instead of flirting normally they ended up saying things like,
“I can give you European passport”
😔iyaiya ak tau paspor ak lemah😔😔
@stxrryrai Ini ada list resources dari server queer, jadi kuasumsikan queer friendly. Tapi just in case coba background cek dulu ya kalo mau kontak mereka, aku ga pernah pake so unfortunately I cannot vouch for them
Banyak lelaki tidak sadar kl mereka hidup di realitas yg jauh berbeda dgn perempuan. Lelaki cuma takut penolakan + takut ego nya tersakiti, perempuan takut di bunuh, di perkosa, takut besok mati di dalam parit tanpa busana.
Kisah nabi luth mulu dibawa2, pd beneran baca ngga sih orang sodom tu RAPIST. Mereka RAPING TRAVELLERS, bahkan mau RAPING MALAIKAT yg nyamar sbg cowok2 ganteng. Mereka MERAMPOK, MEMERKOSA, GAK MELAYANI TAMU.
sex is used as an insult for women “i fucked your mom” “suck my dick” “your mom is whore”,women that have sex are “sluts” while men arent, people refer to sex as “cracked” “used” “smashed” “destroy her holes” and still have the audacy to talk about sex as “intimacy and love”
stop ribut perkara LGBTQ+, damn. we're all getting killed slowly. keadaan ekonomi begini you and me both bisa jatuh miskin kapan saja. who cares whether people kiss men, women, or others. get your head straight, you're not God. focus on the issue at hand instead of urus dosa org