Saat hari berganti malam, jauhkan kekhawatiran dari pandangan. Pejamkan mata dan tidurlah, doakan kebaikan malam ini agar besok datang kebahagiaan. Selamat malam dan selamat beristirahat #RekanCommuters.
Biarkan aku menjadi pujangga bagi kisah yang tak pernah nyata. Sebab dalam bait-bait khayalku, kau adalah milikku yang paling utuh, tanpa perlu terbentur kerasnya realita yang mengatakan kita hanyalah dua asing yang berselisih jalan.
Pada akhirnya, yang paling menakutkan bukanlah perpisahan itu sendiri, melainkan ketika bayanganmu di cermin ingatan mulai kabur, digantikan oleh potret asing yang diciptakan oleh waktu yang curang.
Kita adalah cerita yang bermula di bawah lampu jalan kota ini, namun berakhir sebagai ironi. Di sudut yang sama saat aku masih memeluk sisa-sisa rasamu, kau telah membangun rumah di hati yang lain, menetap di kota yang serupa; dengan cinta yang tak lagi untukku.
Sangat kontras denganku yang selalu gagal menguasai diri; ketidakmampuanku mengendalikan emosi ini telah mengubah kepercayaannya menjadi jarak yang membentang, perlahan melenyapkan namaku dari dalam ingatannya.
Bagaikan bulan yang meneduhkan sesaat, kau bisikkan damai hingga aku terlelap. Namun saat mataku terpejam, kau menjelma bintang malam yang bercumbu dengan cakrawala lain. Ah, betapa agungnya topengmu, Puan.