Black women hairdressers have magic hands. Just come as you are and they'll fix you up.🥹🥰
You wouldn't believe that hair isn't growing from her scalp.
The colour, the style...suits her perfectly 👌👌
bukti nyata 1 langkah kecil bisa berarti besar..
meet Arief Kamaruddin
pemuda 34 tahun dari Ciliwung yang bikin gubernur Jakarta gelar rapat khusus soal ikan sapu-sapu
kenapa dia mulai gerak
> dari kecil hobi jala ikan
> dulu dapetnya udang atau lele liar
> sekarang isinya sapu-sapu semua
> spesies asli ciliwung hancur sisa 20 spesies
> sapu-sapu ini invasif dan nggak ada predator
cara kerjanya hardcore
> turun ke sungai 1-3 jam tiap hari
> kadang nyari sampe jam 2 pagi
> nyemplung ke air keruh beracun
> ngeraba akar pohon pake tangan kosong
> resiko: beling, paku, ulerdapet ikan, patahin lehernya, lalu kubur
impactnya nggak main-main
> viral sampe masuk podcast close the door
> gubernur dki langsung instruksi walikota
> dinas gelar operasi massal tiap jumat
> di jaksel kemaren tembus hampir 7 ton
> rilis warning bahaya makan sapu-sapu ciliwung
strateginya pinter
dia pake sapu-sapu cuma buat pintu masuk
tujuan utamanya nyentil isu sampah dan limbah
karena kalo bahas sampah doang publik gampang abai
dari jaring seadanya, dia sukses maksa birokrasi buat turun tangan.
di tempat kalian ada sosok
seniat ini nggak?
Ada laki-laki lain yg bersedia vasektomi, eh banyak yg gak terima~~
Gue pribadi udah ngalamin
-Alergi latex karena pake kondom
-Naik 19kg karena KB suntik 3bulan
-Kena pengentalan darah & anemia (sampe HB cuma 7,5) karena KB suntik
-Dislokasi IUD 2x selama pemakaian 1thn, bentuk rahim tidak cocok pakai IUD
-Polip rahim karena siklus mens berantakan (2thn gak mens selama Kb suntik)
Mungkin cuma ditanggepin “itukan kodrat perempuan…”🥱🥱
Izin saya menambahkan konteks biar diskusinya lebih tajam.
Kasus ini bukan cuma soal "jasa editing dihargai Rp 0." Itu memang bagian paling mencolok dan bikin emosi, tapi masalah strukturalnya lebih dalam. Amsal Christy Sitepu itu videografer yang bikin video profil untuk 20 desa di Kabupaten Karo, masing-masing Rp 30 juta. Videonya jadi, sudah tayang di YouTube, dan 20 kepala desa yang jadi saksi di persidangan bilang tidak ada masalah dengan pekerjaannya. Satu pun tidak ada yang komplain.
Yang bikin masalah adalah, auditor Inspektorat Karo menetapkan harga wajar cuma Rp 24,1 juta per video. Selisih Rp 5,9 juta dikali 20 desa, jadilah "kerugian negara" Rp 202 juta. Dan di dalam perhitungan RAB versi auditor itu, lima komponen pekerjaan kreatif, yaitu penciptaan ide/konsep, cutting, editing, dubbing, dan penggunaan mic/clip-on, semuanya dipatok Rp 0. Nol. Alasannya? Tidak ada kwitansi fisik pembelian dari pihak ketiga. Karena proses editing itu terjadi di kepala dan di depan layar komputer, bukan beli semen yang ada notanya.
Nah, ini yang perlu kita lihat lebih jernih. Logika auditor itu memang cacat, tapi cacatnya bukan karena orangnya bodoh. Cacatnya karena Standar Harga Satuan di hampir semua pemda di Indonesia memang tidak punya acuan untuk menghargai kerja kognitif. Pemda fasih menghitung harga semen per sak, aspal per ton, konsumsi rapat per orang.
Tapi tarif per jam kerja editor video? Biaya amortisasi lisensi software editing? Tidak ada pedomannya. Jadi ketika auditor dihadapkan pada komponen yang tidak bisa dibuktikan dengan nota belanja fisik, mereka ambil jalan paling "aman" secara birokrasi, yaitu menolkannya, daripada dianggap subjektif oleh BPK di atasnya nanti.
Tapi bukan berarti itu bisa dibenarkan Yah.
Menolkan nilai editing sama saja bilang bahwa raw video bisa langsung jadi video koheren tanpa campur tangan manusia.
Menolkan ide kreatif sama saja bilang storyboard, konsep visual, dan narasi itu muncul dari udara kosong. Ini penyangkalan total terhadap kekayaan intelektual.
Dan ada masalah hukum yang mungkin luput dari perhatian publik. Amsal didakwa pakai Pasal 3 UU Tipikor, yang intinya soal "menyalahgunakan kewenangan karena jabatan." Masalahnya, Amsal itu vendor swasta. Dia tidak pegang jabatan di pemerintahan, tidak punya akses untuk mencairkan dana APBDes, tidak punya wewenang administratif apa pun.
Yang punya wewenang otorisasi pencairan dana itu justru kepala desa. Tapi 20 kepala desa itu cuma dijadikan saksi, bukan tersangka. Yang ditahan justru penyedia jasanya. Agak aneh kalau dipikir, ya.
Saya nggak bilang Amsal pasti benar seratus persen. Bisa saja ada selisih harga yang perlu dipertanyakan.
Tapi kalau memang ada kelebihan bayar, mekanisme koreksinya seharusnya lewat jalur administrasi atau perdata, bukan langsung dilompati jadi pidana korupsi. Apalagi dengan nominal yang kalau dipecah per desa cuma selisih kurang dari Rp 6 juta.
Besok, 30 Maret, Komisi III DPR akan gelar RDPU soal kasus ini. Dan vonis dijadwalkan 1 April. Semoga majelis hakim punya keberanian untuk melihat bahwa ada yang salah dengan cara kita menghargai kerja kreatif di negara ini.
Karena kalau preseden ini dibiarkan, siapa yang berani ambil proyek pemerintah lagi?
Ini perspektif saya yah, bisa jadi ada sudut yang belum saya lihat.
NEW: MMA trainer chokes out Russian tourist in a headlock who was allegedly touching local girls inappropriately.
Belda Brig Sando, who is a Balinese Fighter and gym owner, is seen putting a Russian tourist in a headlock and choking him until he passes out.
Sando claims the man was drunk, touching people, walking in the middle of the road, and even slapping people on the head.
Sando said on his Instagram post of the video, “I’m tired of seeing some foreigners come here and act without respect.”
📹belda_brig_sando | IG
Proses budidaya dan distribusi bunga potong itu ga lepas dr perlakuan senyawa kimia anorganik. Di negara manapun ya.
Budidaya di Indo? Selalu pakai pestisida semprot, anorganik ya, bukan ngarang, tmn kuliah yg pernah kerja di G rosefarm cerita sendiri, doi bingung krn hama makin-
@tempodotco Pak @prabowo:
1. Anda belum jg move on dr pilpres.
2. MBG menggunakan uang negara, bkn uang pribadi, jd tdk perlu merasa jd pahlawan.
3. Anda senggol Aceh dan Sumbar, bukti Anda tdk iklas utk negara, anda cari pengakuan dr yg tdk memilih Anda, itu namanya dendam pak.🤦♂️
A Gen Z joined the team.
Week one.
During onboarding, the manager said,
“We sometimes stay late during peak periods.”
Gen Z nodded.
Then asked,
“Is that paid… or just expected?”
The room went quiet.
- No attitude.
- No rebellion.
- Just a question.
Later that day, HR mentioned “growth opportunities.”
Gen Z replied,
“Does growth include raises, or just more responsibility?”
Again, silence.
- No laziness.
- No entitlement.
- Just clarity.
That’s when the team realized something.
When people say
“Gen Z is lazy,”
what they really mean is:
Gen Z watched old generation
- skip meals,
- miss birthdays,
- work weekends,
- and burn out
only to be told
“budgets are tight”
and “be grateful you have a job.”
So Gen Z chose differently.
- They don’t romanticize overwork.
- They don’t confuse suffering with ambition.
- They don’t trade health for praise.
They still work hard.
They just refuse to work for nothing.
It’s not laziness.
It’s pattern recognition.
And honestly,
after everything old generation went through…
Can you really blame them?
Meet Ibrahim Arief. A top-tier Indonesian engineer involved with some of the nation's best-known tech unicorns. Now he's under arrest, awaiting trial in a politicized case that's deeply hurting Indonesia's reputation. His story is distressing. 1/6
I reaalllly reaallly love my son, but when my leg hurt and we have to be seperated for several hours in days, it really helps me healed in the way that is hard to understand. My mind is in peace so do my leg. I miss him but I enjoy my me-time.
Sorry Son, but this is my comfort
#Gempa Mag:6.1, 30-Sep-2025 23:49:43WIB, Lok:7.25LS, 114.19BT (47 km Tenggara SUMENEP-JATIM), Kedlmn:13 Km #BMKG
Disclaimer:Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data
Perihal merokok ini seadiktif apa sih?
Sampe sampe malam ini tadi liat keluarga lagi makan malam.
Anak-anak, ibu dan neneknya belum selesai makan, si ayah sudah merokok di meja makan sambil main game.
Ini bukan lagi egois.
Tapi dia udah gak mampu mikir kalau itu salah.