Faktanya dalam sejarah dunia, demo yang berhasil memang biasanya yang terjadi di jantung kota.
Jadi polisi ini jadi ironis banget, dia pikir rakyat cuman ingin bersuara...
Rakyat ingin tuntutannya didengar broo!!
Ok buat yang penasaran apa saja list demo di jantung kota yang berhasil, ini list-nya:
1. EDSA, Filipina, 1986.
Jutaan orang nggak ngepung istana Malacañang. Mereka memenuhi EDSA, jalan arteri utama Manila. Jalan tempat orang kerja, dagang, hidup.
Empat hari kemudian Marcos kabur naik helikopter setelah 20 tahun berkuasa. Dunia mengenalnya sebagai People Power Revolution.
2. Leipzig, Jerman Timur, 1989.
Tiap Senin warga jalan kaki mengelilingi ring jalan pusat kota, mulai dari Gereja Nikolai, Rute orang belanja dan pulang kerja. Bukan gedung partai, bukan parlemen.
Dari ratusan orang jadi 300 ribuan. Sebulan kemudian Tembok Berlin runtuh.
3. Praha, Cekoslowakia, 1989.
Velvet Revolution terjadi di Wenceslas Square. Itu bukan kompleks pemerintahan. Itu boulevard komersial, pusat keramaian kota.
Ratusan ribu orang berdiri di situ tiap hari sambil goyangin kunci. Rezim komunis 41 tahun tumbang tanpa satu jendela pecah.
4. Seoul, Korea Selatan, 2016.
Skandal Park Geun-hye meledak. Warga nggak ngepung Gedung Biru. Mereka nyalain lilin di Gwanghwamun Square, plaza publik di jantung kota, tiap Sabtu malam. Puncaknya jutaan orang.
Beberapa bulan kemudian Park dimakzulkan dan dipenjara. Damai dari awal sampai akhir.
5. Kairo, Mesir, 2011.
Tahrir itu bundaran. Persimpangan lalu lintas tersibuk di pusat Kairo, dikelilingi hotel, museum, kantor. Mirip banget fungsinya sama Bundaran HI.
18 hari diduduki, Mubarak mundur setelah 30 tahun. Catatan jujurnya: setelah itu militer yang ambil alih, jadi hasilnya nggak seindah harapannya.
6. Mundur lebih jauh. Montgomery, Amerika, 1955.
Warga kulit hitam nggak demo di gedung capitol. Mereka boikot bus kota selama 381 hari. Nyerang langsung urat nadi ekonomi transportasi publik.
Hasilnya: Mahkamah Agung AS menyatakan segregasi di bus inkonstitusional.
7. Dan Gdańsk, Polandia, 1980.
Buruh nggak march ke Warsawa. Mereka mogok dan menduduki galangan kapal tempat mereka kerja sendiri, jantung ekonomi kota. Lahirlah Solidarność, serikat buruh independen pertama di blok Soviet.
Sembilan tahun kemudian, komunisme di Polandia selesai.
Polanya kelihatan. Demo yang didengar sejarah jarang terjadi di depan gedung pemerintah yang pagarnya tinggi dan penghuninya bisa pulang lewat pintu belakang.
Demo yang didengar terjadi di tempat yang nggak bisa diabaikan. Di jantung kota. Di pusat masyarakat.
Jadi waktu polisi bilang Bundaran HI itu "central of gravity-nya Indonesia" sebagai alasan melarang demo di sana, sebenarnya beliau lagi menjelaskan dengan sangat akurat kenapa mahasiswa milih titik itu.
Pertanyaannya tinggal satu. Aspirasi itu mau diabaikan, atau mau dikelola?
Tetap kita pantau dan kejar, sampai menang!
Terbongkar! Intimidasi terhadap mama Yasinta dilakukan oleh TNI dan PT Jhonlin Group yang dimiliki oleh Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam.
___
Tanah Air, Kemerdekaan, dan Perdamaian!
#laolao_papua
Guys, barusan gue tonton Bocor Alus soal Letkol Teddy.
Video ini menguatkan dugaan yang selama ini beredar bahwa Teddy disebut sebagai salah satu pintu utama menuju ke presiden.
Berikut poin-poin penting yang Tempo beberkan..
- Menteri disebutkan melapor ke Teddy, tidak hanya ke Presiden
- Menteri dan pejabat yang dekat dengan Teddy disebutkan memiliki akses lebih mudah ke Presiden
- Tempo menyebut Teddy berada dalam grup komunikasi menteri dan wakil menteri untuk memantau kinerja mereka.
- Teddy disebutkan ikut mengawal program prioritas presiden dengan detail...
- Misalnya, untuk program perumahan, Teddy dikabarkan sampai mengecek penerima subsidi, pembiayaannya, hingga detail lapangan acara peresmiannya.
- Media sosial Teddy tidak hanya dipakai untuk melaporkan program presiden, tetapi juga untuk membranding dirinya sebagai tokoh yang teliti dan pekerja keras.
INFO PALING SENSITIF: Tempo menyebutkan ada cerita dari internal militer dan istana yang menduga bahwa Teddy sedang disiapkan menuju jenderal bintang satu.
Dan seperti yang kita tahu, karier militer Teddy sebelumnya juga sempat dipersoalkan sejumlah pihak.
Source Info: Bocor Alus Tempo
Source Gambar: Harian Jogja.
@bayiajaib@virdianaurellio@zanatul_91 contohnya tweet ini.
https://t.co/ofB4kjUlkn
berita soal tuntutan Nadiem 18 tahun gara2 korupsi PENGADAAN, di-tweak jd soal keamanan data. ga nyambung, tp bisa bikin orang mikir "wah Nadiem beneran korupsi kalo gitu". padahal fakta2 sidang mengatakan sebaliknya.
@metallbat@komentator_bola@zanatul_91 udah ada buktinya kok
tp semua menyalahkan nadiem seakan2 semua itu keputusan dia. malah lupa nyalahin aktor utamanya. zhalim bgt pokoknya.
https://t.co/6kWgCkWuB3
Sorry, Bud. Ini keliru. Sebagai orang yang ngikutin proses kasus Chromebook dari awal, setidak-tidaknya ada 3 hal yang bisa gw bantu jelaskan untuk membuat terang.
Pertama, narasi pengabdian tidak pernah muncul duluan dari Ibam. Secara kronologis, framing Ibam menerima gaji Rp163juta/bulan dari Yayasan PSPKI seakan-akan ini untuk memuluskan project pengadaan Chromebook muncul duluan.
Padahal kenyataannya Ibam turun gaji saat ingin berkontribusi lewat PSPKI, dan terbukti pula di pengadilan kalau Yayasan PSPKI menggaji Ibam dari donor yang tidak ada sangkut pautnya dengan pengadaan Chromebook.
Ini lah yang membuat narasi white savior tampaknya seakan-akan muncul duluan dari Ibam. Padahal ini adalah fakta persidangan yang terungkap begitu saja.
Kedua, karena gagal membuktikan gaji Ibam itu bukan uang haram yang didapatkan dari pengadaan Chromebook, sangat patut diduga kalau JPU menggeser fokus dengan memaksakan ESOP Ibam di BukaLapak yang sempat naik ke angka Rp16,9 Miliar.
Padahal harga saham setinggi itu bukan realized gain, karena saham tersebut tidak bisa dijual karena masih dalam locked-up period saat IPO (Penawaran Saham Perdana).
Mas Ibam dalam podcast di Ngomongin Uang sebenarnya sempat sebut kalau dia salah satu nyangkuter juga. Realized gain-nya sangat jauh dari angka Rp16,9 Miliar.
Ketiga, persoalan gaji maupun ESOP Ibam bukan lagi fokus pada fakta hukum di persidangan, karena baik gaji maupun ESOP Ibam tersebut adalah penghasilan yang sah atau halal (lawful enrichment), bukan memperkaya diri sendiri secara melawan hukum (illicit enrichment).
Terungkap di persidangan kalau aliran dana korupsi pengadaan malah mengalir pada saksi yang seharusnya itu jadi tersangka. Semua orang yang mempelajari hukum pidana seharusnya tahu kalau pengembalian uang hasil kejahatan tidak menghapus pidana, terkecuali Fajar Trio.
Ironinya, malah yang dipermainkan itu adalah amarah masyarakat akan kegagalan sistem ekonomi kita yang menciptakan problem ketimpangan. Saya yakin kita semua bisa setuju kalau sistem ekonomi kita saat ini masih belum bisa menyejahterakan banyak orang.
Tapi melempar kemarahan ini ke mas Ibam keliru, karena dia bukan pejabat eselon kementerian, menteri, ataupun Presiden yang mempunyai kekuatan/wewenang untuk mengambil keputusan.
Mas Ibam hanya seorang konsultan.
Kita harus adil sejak dalam pikiran kalau mas Ibam juga merupakan korban dari kegagalan sistem yang ada.
Setidak-tidaknya tidak berlebihan untuk bilang mas Ibam adalah korban dari kegagalan sistem hukum yang sudah busuk dan masih terus membusuk.
Tonton kepanikan pejabat saat upaya mengkambinghitamkan Ibam runtuh di sidang 👇🏼
Masukan netral Ibam, dipelintir pejabat jadi Chromebook, sambil bilang itu arahan Ibam.
Pejabat tersebut akui terima aliran dana, dan membocorkan spek Chromebook ke vendor pemenang.
Tapi dia bebas, tidak jadi tersangka sama sekali, sedangkan Ibam dituntut 15 tahun penjara, denda Rp16,9 miliar, dan tambahan 7,5 tahun penjara jika tidak bisa bayar.
Dan kami sudah pasti tidak bisa bayar, Rp16,9 miliar itu dari salah paham surat saham, dan hanya "patut diduga" tanpa adanya bukti aliran dana sama sekali.
Tapi kebenaran sudah terungkap lewat fakta-fakta di persidangan.
Dari semua kebenaran yang terungkap, perkara Chromebook untuk kasus Ibam ini sebenarnya sederhana.
Ibam sebagai konsultan, sudah netral, profesional, tanpa kewenangan, tanpa kuasa, namun dikambinghitamkan pejabat-pejabat yang terlibat dalam pengadaan.
Kita tentu berharap proses hukum berjalan secara adil, jernih, dan berdasarkan fakta yang terungkap di persidangan.
Namun tuntutan 22,5 tahun yang tidak masuk akal dan penuh ketidakadilan seperti menampar harapan kami tersebut. Kekuatiran kami terhadap adanya kriminalisasi terstruktur semakin dalam.
Kini harapan kami tertumpu pada teman-teman sekalian yang membaca pesan kami.
Tolong, suarakan ketidakadilan ini.
Kepada Presiden Prabowo, kepada Komisi III DPR, kepada siapapun yang kita tahu punya kepedulian dan kemampuan menyediakan perlindungan hukum dari kriminalisasi.
Sembilan hari menuju putusan. Kita masih bisa jadikan perkara ini preseden baik bagi semua profesional yang ingin berbakti bagi negara dengan keahlian mereka.
Bahwa tetap bisa ada perlindungan hukum dari kriminalisasi bagi seluruh pekerja pengetahuan yang ingin bantu Indonesia.
7 vendor pengadaan chromebook rupanya sdh jadi langganan di proyek pemerintah 😏 Berikut rinciannya:
1. PT Bhineka Mentari Dimensi
2. PT Acer Indonesia
3. PT Tera Data Indonesia (Axio)
4. PT Bangga Teknologi Indonesia (Advan)
5. PT Zyrexindo Mandiri Buana (Zyrex)
6. PT Supertone
7. PT Evercross Technology Indonesia
Vendor2 ini teridentifikasi ikut proyek tanpa lelang lho. Kira2 suap ke Kemendikbudnya brp ya gais? 🤔
Selain Panama Papers, setahun kemudian muncul kasus serupa:
Paradise Papers (2017), yang dibocorkan dari Appleby.
Nama-nama yang muncul diantaranya:
Prabowo, Sandiaga Uno (lagi), Tommy Suharto, Mamiek Suharto dll.
Pemerintah (Sri Mulyani) saat itu cuma bilang akan menyelidiki 96 WP Indonesia yang disebutkan dalam dokumen tersebut.
Hasilnya?
64 sudah “patuh” SPT alias ikut Tax Amnesty, sisanya katanya akan dipelototin satu-satu, dan sampai sekarang belum terdengar lagi apakah ada atau tidak sanksi yang terdengar publik.
Ya, begitulah.
@karinyoo@gentsemane Yaa kali orang yang gak bisa naik motor karna selalu naik mobil dari SMP dijadiin role model financial sama orang yang garasi motor jadi satu sama ruang tamu
Radit itu rafathar pada jamannya, alias pas brojol udah kaya. Bapaknya KAYA BANGET. Bapake masuk panama papers jir wkwk
Dia pinter manage duit YES
Tp kalo dijadiin financial freedom role model? Kayaknya gak dulu.
Btw, ini ada turun tangan TNI, tapi komando dari Pak Jonan. Meski inovasi utamanya semua gerbong kasih AC, tapi penertiban pedagang, yg jaga pas bangun batas stasiun, dan pas awal penertiban sweeping tiket juga TNI.
TNI ditempatkan pada fungsi yg benar, dengan pemimpin teknokrat, dampaknya terasa.
Tapi pelibatan TNI yang BUKAN PADA PORSINYA ya emang bikin bencana.
Adik-adik, kakak-kakak semuanya. Kali ini gw mau bicara tentang sesuatu yang sudah menyiksa rakyat Indonesia selama bertahun-tahun. Bukan korupsi. Bukan inflasi. Tapi sesuatu yang lo rasain setiap kali mau mudik atau liburan dan buka aplikasi Traveloka, lalu langsung menutup aplikasinya lagi karena tidak sanggup melihat angkanya.
Yes. Tiket pesawat domestik Indonesia. Yang harganya bisa lebih mahal dari tiket ke luar negeri. Yang bikin relawan bencana harus muter lewat Malaysia dulu baru bisa ke Aceh. Yang udah dikeluhkan jutaan orang tapi tidak pernah beneran berubah.
Gw udah baca risetnya. Gw udah cek datanya. Dan sekarang gw mau cerita ke lo semua, pelan-pelan, dengan bahasa yang bisa dimengerti semua orang, kenapa ini terjadi dan siapa yang sebetulnya diuntungkan dari penderitaan kita bersama. 🧵
"Ya wajar lah, avtur mahal, Indonesia kan kepulauan, operasionalnya susah."
Ini narasi yang selalu didengungkan. Dan gw paham kenapa banyak yang percaya, karena kedengarannya masuk akal. Tapi gw minta lo perhatiin dua hal yang tidak bisa dibantah siapapun.
Pertama, soal relawan Kemenkes yang tadi gw ceritain. Kalau masalahnya murni avtur dan geografi, kenapa terbang lewat Malaysia justru lebih murah? Pesawat Jakarta-Kuala Lumpur juga pakai avtur yang sama. Pilotnya juga manusia biasa. Pesawatnya juga Boeing atau Airbus yang sama. Bedanya cuma satu: Rute internasional tidak dikenakan PPN 11%, tidak dikekang tarif batas bawah, dan dilayani maskapai yang bersaing ketat satu sama lain.
Kedua, coba lo iseng buka aplikasi tiket pesawat sekarang. Cari rute domestik, Jakarta ke Bali misalnya, lalu bandingkan harga Lion Air, Garuda, Batik Air, Citilink. Lo akan menemukan sesuatu yang aneh: Harganya mirip-mirip semua. Tidak ada yang berani jual jauh lebih murah dari yang lain.
Sekarang coba cari Jakarta ke Singapura. Lo akan menemukan variasi yang jauh lebih besar, ada yang murah banget kalau lo booking jauh-jauh hari, ada promo, ada perang harga antar maskapai.
Riset LPEM FEB UI 2019 mengkonfirmasi ini dengan data: Variasi harga tiket domestik empat kali lebih kecil dibanding tiket internasional. Itu bukan karena Indonesia kepulauan. Itu karena di rute domestik tidak ada kompetisi, jadi tidak ada yang perlu banting harga untuk rebut penumpang.
Avtur mahal itu benar. Geografi kepulauan itu fakta. Tapi itu bukan alasan kenapa harga tiket domestik nyaris seragam antar maskapai. Itu dua hal yang berbeda, dan selama ini sengaja dicampur aduk supaya lo nggak nanya lebih jauh.