NEW: On Friday, dockworkers at 111 ports in 22 countries and regions on five continents will stop work in a coordinated strike against war, according to the most recent information from the organizing unions.
More than 25 dockworkers’ unions have now signed on, from Marseille to Mumbai, Hamburg to Montevideo, Melbourne to Oakland. Days ago the count stood at about 100 ports in 17 countries, and that figure doesn’t include the dozens of unions in other sectors that have pledged support. Their demand is simple: no weapons and no military cargo through their ports. Nearly everything the world ships passes through the docks, and without the workers who load and unload it, nothing moves.
In France, the main dockers’ union says the country’s ports will be 95% shut. Italy, India, Greece and Turkey face 24-hour strikes, and Morocco and Cyprus will see stoppages of up to two hours, with rallies planned in port cities around the world. In Greece, metalworkers, ship-repair workers and young people are joining the dockers, and in the US, ILWU Local 10 is striking in Oakland and San Francisco. The unions are working from the Istanbul Declaration, signed in May, with each one deciding for itself how to take part. They are also fighting for their own jobs, against cuts from automation and for contracts, raises, shorter hours and safety.
The unions point to escalating wars in Ukraine and the Middle East and the danger of a generalized war. They condemn Israel’s new crimes in Hebron, carried out with the backing of the US, NATO and the EU. Israel’s lockdown of the city is now in its sixth day, with more than 3,000 Palestinians displaced, according to the UN. Palestinian unions have endorsed Friday’s action.
In Italy, the fight has spilled beyond the docks. The union USB has called for a nationwide general strike. Last night, the Italian government ordered transport workers back on the job last night. USB said it would defy the order and accept the steep penalties.
The unions are calling on workers and young people everywhere to stand with the dockworkers, saying “Ports for peace and the peoples, not launching pads for war.”
I’m reporting from Calabria, Italy, and I will be in Genoa tomorrow ahead of the strike to report on the ground during the mobilzation.
keknya food reviewer kontol ini gatau esensi kenapa seblak dibuat menjadi makanan. oke lah lu bahas tekstur atau rasanya, tapi bahas "bumbunya cuma MSG" tuh goblok jir, kek ya emang???? namanya jg makanan ya pasti ada MSG lah?????
orang-orang yang masih suka menyorot kamera dan merekam wajah massa aksi di situasi2 tertentu harus paham bahwa tindakan mereka itu malah membuat massa aksi rentan tertangkap dan mudah teridentifikasi oleh silop.
Rojava, Aragon, Chiapas Adalah Bukti Nyata Revolusi. Maka Penting Kita Merenungi Tiga Point Krusial Ini Dalam Perjalanan Panjang Menuju Titik Finish Pengorganisiran. Sebab Yang Pasti Tantangan Terhadap Society Alternatif Semakin Kompleks Kedepannya
https://t.co/HZp2sG8POn
Pada aksi di Jogja (28/10), juga terdapat elemen Supporter yang turun ke jalan, bahkan bisa dibilang mayoritas dari aksi kemarin di Jogja kemarin adalah kelompok supporter, dan ternyata berlangsung secara alot, bahkan friksi mereka tak hanya dengan Polisi, melainkan (Supporter Jogja pasti ngeh)..
rivalitas diantara mereka tanggalkan, dan boom! kalian liat sendiri kemarin bagaimana mereka "mengorganisir" diri, baik dari pra hingga pasca aksi.
Sepertinya, para supporter di Indonesia mulai perlu bersatu untuk membentuk aksi kolektif guna menyuarakan apa yang perlu disuarakan, di Jogja terbukti untuk setidaknya melakukan perlawanan, bahkan hingga dinihari.
Skill adaptif para supporter ini di atas rata-rata, dengan polemik dan segala hiruk pikuknya, mereka tetap bisa lewati
mengapa supporter bola merupakan elemen yang supperior? jika ditilik dari percakapan Pangeran dan Zen Rs ada benarnya
>Suporter secara konsisten melakukan kerja-kerja kolektif setiap minggu, jauh lebih intens dibanding banyak kelompok masyarakat sipil lainnya
>Hal ini mencakup urusan logistik yang kompleks seperti mengatur transportasi untuk away days (melintasi daerah konflik atau berurusan dengan biaya), berkoordinasi dengan sesama anggota, hingga manajemen rute perjalanan
>Kelompok suporter memiliki kesadaran kolektif yang sangat tajam dalam mengelola dinamika di stadion. Mereka memiliki cara sendiri untuk menjaga solidaritas dan menjalankan aksi di tribun, termasuk taktik untuk membawa atribut (seperti flare atau spanduk) melewati pemeriksaan keamanan yang ketat
>Tidak seperti kelompok lain yang mungkin memerlukan stimulus finansial atau instruksi top-down, suporter bergerak berdasarkan common identity (identitas bersama). Mereka memanfaatkan waktu luang mereka untuk kepentingan yang mereka sadari sendiri
>praktik seperti ini menciptakan sistem jaringan yang tulus dan sulit dikontrol oleh pihak eksternal karena tidak adanya "tanah perjanjian" atau janji imbalan formal di luar kecintaan terhadap klub
setuju dengan perkataan Zen Rs tentang masyarakat sipil yang ingin membentuk front pergerakan, tapi masih belum melirik supporter, maka perlu diperhitungkan ulang.
merenung abis liat yang ikut bakar pembatas jalan aja disorot-sorot mukanya, yang lempar molotov kalo di lapangan mah pasti dijauhin, sayangnya juga gada jaminan keselamatan untuk lakuin aksi desktruktif kayak gini.