Let me tell a story about this guy and LPDP.
*
*
*
*
*
*
Perhatikan riwayat pendidikan di poster terbaru. Karena ini penting untuk konteks
4 Juli 2024
- Sebuah poster tentang "Serba-serbi kuliah di luar negeri" dengan nara sumber Billy Mambrasar dan Deris Nagara beredar
- Judulnya "A-Z Berkuliah di Luar Negeri"
- Dilaksanakan 7 Juli 2024
- Sebuah akun (sayangnya sekarang sedang gembokan) menanyakan kepada LPDP:
"Dia kan master KEDUA di Harvard dan kabarnya pakai LPDP?"
- Dari poster terbaru, dia sudah menyelesaikan MBA di Australian National University (ANU)
- Dia S2 di ANU pakai beasiswa Australia Awards Scholarship (AAS)
Catatan aturan LPDP:
"Pendaftar yang telah menyelesaikan studi magister (S2) tidak diizinkan mendaftar pada program beasiswa jenjang magister."
Poin utamanya:
Dia udah S2 pakai AAS, terus S2 lagi pake LPDP??
5 Juli 2024
Admin Twitter LPDP mengklarifikasi, saya copy paste threadnya:
1. Sesuai ketentuan Beasiswa LPDP, LPDP tidak memperkenankan pendanaan beasiswa pada jenjang pendidikan yang telah diselesaikan. Oleh karena itu bila seseorang telah menyelesaikan pendidikan magister tidak dapat magister kembali, demikian juga berlaku untuk pendidikan doktor.
2. Billy Mambrasar adalah penerima beasiswa LPDP yang dinyatakan lulus seleksi beasiswa pada tahun 2017 untuk jenjang pendidikan doktor/S3, sebab ia telah merampungkan studi S2 nya di ANU pada tahun 2014.
3. Billy Mambrasar juga telah mengikuti Persiapan Keberangkatan (PK) Angkatan 128 yang berlangsung pada 15-19 Oktober 2018.
4. Pada tahun 2019, LPDP menerima Surat Permohonan Penundaan Studi dari Billy Mambrasar dengan alasan harus mengemban tugas sebagai Staf Khusus Presiden.
5. Sesuai dengan ketentuan beasiswa LPDP, penundaan studi yang disebabkan mendapat penugasan dari pejabat setingkat menteri dapat diperkenankan.
Aturan ini berlaku pula untuk beberapa orang lain dengan kriteria kasus yang sama, bukan hanya berpihak pada satu orang saja.
6. Yang bersangkutan kemudian mulai mengajukan administrasi penerbitan Letter of Guarantee (LoG) pada Januari 2023 dan tercatat telah memulai perkuliahannya di University of Pennsylvania, Amerika Serikat, pada Februari 2023 untuk program doktor/S3.
***
Oh, jadi dia tidak ambil S2 lagi tapi S3 yang pake LPDP, cuma belum berangkat?
Selesai? Clear?
Ohoho, belum, tentu saja.
***
Cek lagi therad dari admin LPDP:
Nomor 2:
2. Billy Mambrasar adalah penerima beasiswa LPDP yang dinyatakan lulus seleksi beasiswa pada tahun 2017 untuk jenjang pendidikan doktor/S3, sebab ia telah merampungkan studi S2 nya di ANU pada tahun 2014.
***
Aturan LPDP
Penerima Beasiswa dapat menunda waktu mulai studi paling lama 1 (satu) tahun akademik apabila:
a. Sakit,
b. Hamil dan/atau melahirkan untuk Penerima Beasiswa wanita,
c. Mengalami kendala dalam memperoleh visa,
d. Mengalami bencana, dan/atau
e. Terjadi wabah.
Penerima Beasiswa dapat menunda waktu mulai studi paling lama 2 (dua) tahun akademik apabila:
a. Telah dinyatakan lulus seleksi penerimaan CPNS, dan/atau
b. Mendapat penugasan dari pejabat sekurang-kurangnya setingkat menteri untuk kepentingan nasional.
***
Nomor 6:
Memulai perkuliahannya pada Februari 2023.
2017 ke 2023.
Ada selisih 6 tahun.
PENUNDAAN, 6 TAHUN
***
Lalu dibalas dengan thread dari Admin LPDP:
Dalam memproses izin penundaan studi, LPDP dapat menggunakan ruang dan kewenangan diskresi yang ketat dan terbatas.
LPDP memberikan izin penundaan studi atas dasar tugas yang melekat kepada Billy Mambrasar sebagai Staf Khusus Presiden RI masa bakti 2019-2024.
Diskresi yang ketat dan terbatas ini diberikan setelah melalui proses pertimbangan matang dan arahan pimpinan, agar dapat memberikan ruang kepada yang benar-benar layak sekaligus meminimalkan adanya oknum-oknum yang berpotensi memanfaatkan celah tersebut untuk menunda studi.
Perlu diketahui pula pada tahun 2020 terjadi pandemi COVID-19, LPDP kemudian memberikan diskresi pula dengan memberikan perpanjangan masa pencarian LoA dan penundaan studi selama 18 bulan, ketentuan ini berlaku secara umum.
Selama masa penundaan studi tersebut, yang bersangkutan juga tidak mendapatkan dana beasiswa LPDP dalam bentuk apa pun. Penyaluran dana beasiswa baru dilakukan saat ybs memulai studi S3 nya pada tahun 2023.
Untuk hal lain seperti kegiatan studi S2 nya dalam masa izin penundaan studi tersebut belum diatur secara spesifik sehingga belum bisa dinyatakan pelanggaran.
LPDP turut berterima kasih kepada seluruh masyarakat yang dengan sangat ketat mengawasi proses bisnis layanan LPDP.
LPDP tentu sangat terbuka memahami bahwa selalu ada ruang hukum yang perlu disempurnakan.
Segala kritik dan saran yang menjadi perhatian masyarakat selalu menjadi pertimbangan LPDP untuk merumuskan kebijakan-kebijakan di masa yang akan datang.
Kebijakan yang tentu lebih mendukung usaha kita bersama membangun SDM bangsa yang lebih baik.
***
JADI DIBERIKAN DISKRESI UNTUK PENUNDAAN SELAMA 6 TAHUN.
Karena jadi Stafsus.
ARAHAN PIMPINAN.
Pimpinan yang mana yang ngasih? Gak tau.
Aturan mana yang bolehin diskresi? Gak tau.
***
Oke, jadi dia dikasih diskresi selama jadi Staf Khusus Presiden RI dari 2019 sampai 2024.
Wait a minute.
Kayanya ada yang kelewat?
S2 Harvard-nya kapan???
Tahun 2020 - 2022.
WAKTU DIA JADI STAFF KHUSUS.
Jadi dia:
- Dikasih diskresi penundaan selama jadi Stafsus
- Selama jadi stafsus dia sekolah di tempat lain
- Di Harvard? Di Amerika?
- Kenapa dia gak berangkat ke UPenn aja?
???
Status dan tugasnya jadi Stafsus gimana? Dia tugas belajar? Izin belajar?
Terus pendanaan dia di Harvard gimana?
Ternyata dia dapat beasiswa TANOTO FOUNDATION SCHOLARSHIP.
Sekali lagi, saya rekap dia:
- Dikasih diskresi penundaan selama jadi Stafsus
- Selama jadi stafsus kuliah S2 di Harvard
- Pake beasiswa lain: Tanoto Foundation
Btw aturan LPDP:
"Penerima beasiswa LPDP dilarang keras menerima pendanaan lain (double funding)"
- Tapi mungkin ini oke karena dia belum mulai S3? Jadi belum mulai dibiayain LPDP?
- Ya tapi kenapa gak langsung berangkat ke UPenn aja?
- Kenapa ngasih dia diskresi, terus malah dipakai kuliah di tempat lain dengan beasiswa lain?
???
***
Oke sekarang dia lagi kuliah S3 di UPenn dong?
Kan berangkat Februari 2023? 3-6 tahun lah di Amerika?
Kan kata LPDP:
"Yang bersangkutan kemudian mulai mengajukan administrasi penerbitan Letter of Guarantee (LoG) pada Januari 2023 dan tercatat telah memulai perkuliahannya di University of Pennsylvania, Amerika Serikat, pada Februari 2023 untuk program doktor/S3."
Ohoho, tunggu dulu.
***
8 Oktober 2025
Dia diangkat jadi:
Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua oleh Presiden Prabowo.
Lah, katanya lagi di Amerika? di University of Pennsylvania?
Kok jadi pejabat?
Pakai LPDP dengan segala drama diskresinya?
Udah lulus S3-nya?
???
***
1 Februari 2026
Dia punya Yayasan "Kitong Bisa", di sana dia menjabat sebagai Dewan Penasehat.
Yayasan ini jadi salah satu SPPG, mengelola dapur MBG di Kabupaten Jayawijaya.
Dapurnya mengelola 3500 - 4000 paket MBG.
Lah, katanya lagi S3?
Kok malah mengelola MBG?
***
Lalu perhatikan Dr (Candidate) yang ada di list gelarnya.
Dia memang lagi S3 berarti?
Apakah di University of Pennsylvania?
Tidak.
Di University of Buckingham di Inggris.
Dengan biaya sendiri.
***
Yang UPenn gimana?
Katanya udah berangkat?
Aturan LPDP:
"Penerima beasiswa wajib menyelesaikan studi sesuai dengan durasi yang telah disepakati dalam kontrak"
Udah dipakai dong dana LPDP-nya?
Terus gak jadi?
???
Telah nyata kerusakan di darat dan di laut karena ulah tangan manusia. (QS 30:41)
Catatan reflektif tentang bencana…
Rangkaian badai, tanah longsor, banjir bandang, gunung meletus, hingga satwa yang kelaparan belakangan ini jangan hanya kita pandang sebagai musibah alam, tetapi wajib dipandang sebagai cermin diri.
Badai, hujan lebat, gunung meletus, adalah peristiwa alam yang telah berlangsung jutaan tahun. Namun, kita memperparah dan mengubahnya menjadi bencana ketika kita memperlakukan alam tanpa etika. Tata ruang dilanggar, hutan ditebang habis, pesisir dicemari, habitat satwa dihancurkan.
Ingat kan di masa kampanye lalu kita pernah sama-sama membahas tentang pentingnya tobat ekologis, yaitu mengakui dosa kolektif kita pada bumi, lalu mengubah cara kita hidup dan cara negara mengelola kuasa?
Kita perlu mengakui bahwa kerusakan ini adalah hasil pilihan kolektif, mulai dari kebijakan yang lemah, mengabaikan analisis risiko, pengawasan yang longgar, serta ketidakpedulian ketika aturan dilanggar demi keuntungan jangka pendek yang hanya dinikmati sebagian orang.
Hari ini kita harus jujur bahwa kita terpaksa hidup berdampingan dengan bencana. Terlalu sulit untuk mencegah semuanya. Iklim sudah berubah, bentang alam sudah banyak dilukai. Namun, kita masih bisa mengurangi risikonya, sembari terus berusaha memperbaiki kerusakan alam.
Caranya, dengan tata kelola yang transparan, penegakan hukum yang tegas, gaya hidup yang lebih ramah bumi, keberanian berkata “tidak” pada proyek yang merusak, serta mendidik dan membiasakan mitigasi bencana secara serius bagi seluruh masyarakat.
Ini mungkin unpopular opinion: bumi tidak peduli pada kita, dan bumi tidak butuh kita peduli padanya. Bumi akan terus berputar, dengan atau tanpa manusia. Yang sedang terancam punah bukanlah planetnya, tapi keberlangsungan hidup kita sendiri. Maka kitalah yang butuh peduli pada bumi.
Tobat ekologis, sebuah pengingat dari Paus Fransiskus, adalah upaya yang harus kita jalankan untuk mengembalikan batas. Batas serakah, batas abai, batas melanggar aturan. Demi bumi yang lebih layak dihuni untuk anak dan cucu kita semua. •••
@tanyakanrl engga nder, bidan juga pengennya lahirannya ga robek2 dan ga jahit2 soalnya gampang awoakwoak, kalo emg butuh di episiotomi/jahit kan ada indikasinya juga. ayo melahirkan dg bpjs 👍 (bukan buzzer pemerenta)
Di twit saya di bawah ini, kok banyak banget yg tanya loker, bukannya tingkat pengangguran paling rendah sejak 1998? Kenapa masih banyak yg gelisah soal lapangan kerja? Mungkin ini penjelasannya…
call me barisan sakit hati, anak abah, buzzerp, penguin bokep blablabla. but ketua penguin bravely declined Israel to join the world cup & this abah just wrote a long ass tweet that your gemoy MBG okegas okegas president could never
Malu, kan?
Pidato presiden kalian dikutip dan dipuji langsung penjajah dan pembantai paling biadab abad 21
Prabowo gak mengguncang dunia. Sebaliknya, ia justru mengukuhkan genosida dan kolonialisme
Tapi yaudah lah, mau berharap apa juga dari presiden pembantai Timor Leste
Ini adalah sebaran kasus keracunan MBG yang terjadi sejak program ini dimulai pada Januari silam.
Di tengah maraknya kasus keracunan massal, kelompok masyarakat sipil menyerukan agar MBG dihentikan sementara atau anggarannya dialihkan untuk pendidikan.
https://t.co/5d12t6O15Y