Untung indonesia ada MBG jadi walopun perang III pun rakyat ga akan kelaparan, makasih pak Prabowo😍
Mungkin menunya diganti dengan ransum agar rakyat selalu siap di medan tempur👊
Buka instagram: buset banyak duit ya orang-orang
Buka threads: buset kenceng bener anjir larinya
Buka tiktok: buset pada kaga ada otaknya
Buka twitter: buset banyak banget orgil
Buka hati: buset aku tertipu lagi
Sebagian orang menjadikan buku dan penulis favorit sebagai identitas kepribadian (personality). Akibatnya, saat muncul kritik terhadap karya atau penulis tersebut, pembaca merasa terserang secara personal. Mereka lupa bahwa yang dikritik adalah kualitas karya, bukan selera atau harga diri pembacanya. Jadi, tidak perlu defensif; kritik terhadap sebuah buku bukanlah ejekan terhadap seleramu.
Pembaca (yang enggak nulis buku) juga sangat boleh kok berpendapat buku itu bagus atau buku itu jelek.
Dan sebagai pembaca lain, masa cuma matokin seleramu pada klaim orang lain? Bahkan sebelum kamu baca.
Misal, buku yang aku baca dan menikmati, belum tentu cocok di kamu. Pun sebaliknya, buku yang aku gak suka, bisa jadi cocok di kamu.
Bisa jadi minat kita sama. Bisa jadi enggak.
Baca buku selalu butuh petualangan personal. Tiap orang akan menemukan petualangannya masing-masing.
Pendapat orang lain, jadikan bagian pengayaan pandangan aja.
Dinamika gitu bagus kok, makin banyak sudut pandang pada buku.
untung yg lagi rame dibahas tuh contoh buku jelek, coba kalo contoh skripsi jelek, mungkin 85% skripsi mahasiswa indo masuk semua (termasuk punya gw 😔).
- Sang Penyaksi Nafsu Ngaceng -
Ramai soal pelecehan seksual di medsos.
Ini buat semua laki-laki.
Ngaceng, nafsu itu wajar. Tapi saat gitu, jangan dilawan, tapi juga jangan dipuaskan, jangan melecehkan, maksa orang buat ngentot.
Benar-benar sadari ngaceng, nafsu itu. Jadilah sang penyaksi nafsu ngaceng.
Jangan lari, nggak perlu “ini salah” atau “harus disalurkan”. Karena itu bikin konflik batin yg malah ngasih energi ke nafsu.
Sadari tanpa pelarian, nggak ditekan, nggak disalurin secara membabi buta, maka nafsu mengendur secara alami.
Masuk babak ke-2, pertandingan masih berjalan grasak-grusuk. Mungkin karena kedua tim masih lelah berjuang mati-matian di papan bawah klasemen liga…
#beINUEL