@sehendayey tapi kebebasan berekspresi juga ga berarti konteks profesional jadi irrelevant, jdi kl menurut lu penampilan itu tetap appropriate sebagai guru, ya argue that bukan geser isu jadi heteronormativity lol
@sehendayey gw ga prnh blg guru harus menerapkan standar heteronormative btw, lu yg masukin gender/sexual expression ke dalam argumen gw, poin gw simpel dari awal cuma soal professional appropriateness dlm konteks sekolah. someone can absolutely express themselves while being professional.
@sehendayey kl emang menurut lu standard nya problematic, minimal jelasin dulu kenapa professional boundaries buat guru itu ga justified, kl nggak ada argumen ke arah sana, then we’re literally just going in circles dari tadi 😂😂😂😂😂
@sehendayey lu bilang standarnya yg harus dikritik, tapi lu sendiri ga jelasin knp standar itu ga reasonable dalam konteks sekolah 😭😂😂 kl alesan nya cuma “manusia itu beragam”, that doesn’t really address the point, kberagaman ga otomatis menghapus boundaries profesional
@sehendayey A teacher is not just “a person expressing themselves”; they’re also an authority figure and a role model, kadi yang gw persoalkan bkn keberagamannya, tapi appropriateness dalam konteks pendidikan, context matters.
@sehendayey we absolutely can teach kids abt diversity, but diversity doesn’t mean professional boundaries suddenly don’t apply, anak anak bisa belajar bahwa manusia itu beragam tanpa harus menghilangkan konteks, dress code, dan standards yang berlaku di lingkungan sekolah.
@sehendayey disclaimer I’m not homophobic, nor do I have a problem with how anyone chooses to express themselves
my point is about professionalism and context.
@sehendayey No offense, tapi posisi guru itu harusnya bukan cuma “ngajar”, tapi juga punya sense of responsibility sebagai sosok yang disegani dan diteladani, jdi please, jangan bawa bawa “terserah gue” kalau konteksnya udah masuk lingkungan pendidikan