Nanik S Deyang : Kepala BGN baru
Rekam jejaknya:
2018: Orang yang menyebarkan foto hoaks Ratna Sarumpaet di Facebook, menyebarkan kronologi "penganiayaan" fiktif via broadcast WhatsApp, dan membawa langsung Ratna menemui Prabowo untuk melaporkan kebohongan itu. Diperiksa polisi dua kali. Bersaksi di persidangan.
2019: Wakil Ketua tim pemenangan Prabowo-Sandi.
September 2025: Nangis di depan kamera minta maaf soal ribuan anak keracunan MBG. Di saat yang sama, aktif menyerang balik pengkritik program di media sosial.
Juni 2026: Diangkat jadi Kepala BGN , lembaga yang ngurus makan puluhan juta anak Indonesia setiap hari.
Latar belakang gizi? Nol.
Keamanan pangan? Nol.
Yang ada: loyalitas politik sejak 2018.
Ini bukan soal kompetensi vs loyalitas lagi.
Ini soal siapa yang dipercaya ngurus makanan anak-anak lo , dan jawaban pemerintah adalah: orang yang ikut sebar hoaks 2018.
Presiden indo jadi bahan taruhan di situs Polymarket wkwkw.
Penjelasan singkat :
> Polymarket itu platform taruhan online berbasis crypto
> jadi bukan modelan kasino, tapi lebih ke taruhan prediksi
> topik taruhannya "prabowo mundur sebagai presiden indonesia pada tahun...?"
> orang bikin pertanyaan tentang kejadian nyata
> intinya nanti peserta taruhan bakal beli vote "yes" atau "no"
> kalo bener kejadian, yg beli vote "yes" dapat duit, kalo gak kejadian, yg beli vote "no" dapat duit
nah aturan mainnya :
> ada 3 pilihan tanggal, 31 Mei, 30 Juni, 31 Desember
> market resolve "YES" kalau Prabowo berhenti jadi presiden dalam periode apapun
> termasuk: resign, ditahan, dicopot, atau dihalangi jalankan tugasnya
> kalau ada pengumuman resmi lengser, langsung resolve YES, ga peduli kapan efektifnya
> sumber keputusan: info resmi pemerintah Indonesia atau konsensus media kredibel
yang udah pesimis atau punya bisikan ordal bisa nih ikutan ambil votenya wkwkkwkw
🇮🇩 Threat actors are advertising an alleged “BCA Mobile Bank Access & Database” dataset targeting Indonesian banking customers.
According to the forum post, the seller claims:
• ~890,000 mobile banking “accesses”
• ~4.9 million database records
• Banking-related personal information
• Internal/account-related fields allegedly tied to customer data
The authenticity of the claims remains unverified at this stage.
What makes this concerning is not only the volume, but the wording “accesses,” which often implies:
• Account/session access
• Credential collections
• Infostealer logs
• Mobile banking takeover potential
• Compromised customer devices
If legitimate, the combination of financial data and potential account access could enable:
• Fraudulent transactions
• SIM swapping
• Social engineering campaigns
• Account takeover attacks
• Money mule operations
• Credential stuffing against other financial platforms
And honestly… underground forums have evolved from:
“Selling hacked Netflix accounts”
to
“Would you like 4.9 million banking records with that?”
Indonesia continues to experience growing cybercriminal interest due to:
• Rapid digital banking adoption
• Large mobile-first population
• Expanding fintech ecosystem
• Increasing online payment usage
Financial institutions should closely monitor for:
• Credential abuse spikes
• Suspicious login activity
• Large-scale phishing campaigns
• Mobile malware distribution
• Unauthorized API activity
• Anomalous customer behavior patterns
Users should:
• Change banking passwords immediately if concerned
• Enable MFA wherever possible
• Avoid SMS-only authentication
• Monitor accounts for unusual activity
• Be cautious of fake banking calls/messages
At this time, the claims should be treated as alleged until independently verified.
🇮🇩 #DDW #Intelligence #Indonesia #CyberSecurity #DarkWeb #ThreatIntelligence #DataLeak #Banking #Infosec