Pertanyaan akhir:
Apakah RTBF di RUU HAM ini benar-benar urgent?
Atau energi DPR lebih baik disalurkan ke hal yang lebih realistis & produktif untuk masyarakat?
@jakpost#RTBF#RUUHAM#KebebasanPers
Kalau RTBF tetap diterapkan, syaratnya HARUS jelas.
TIDAK BERLAKU untuk:
๐ซ Kasus korupsi
๐ซ Kejahatan publik
๐ซ Figur publik
Tanpa batasan ini, RTBF berisiko jadi senjata cuci rekam jejak bagi yang punya kuasa.
RTBF โ Takedown Hoaks.
Untuk hoax, disinformasi, fitnah โ sudah ada prosedurnya:
โ Dewan Pers
โ Hak jawab
โ Hubungi media langsung
ITU yang seharusnya diperkuat โ bukan RTBF untuk konten faktual.
Reality check.
"Once it's on the internet, it's there forever."
Wayback Machine, mirror sites, screenshot, dark web โ semua di luar kontrol regulator.
Malah, upaya menghapus sering bikin VIRAL. Namanya Streisand Effect.
Paradox HAM:
RTBF lindungi HAM privasi individu, tapi bentrok dengan HAM lain:
๏ฟฝ๏ฟฝ Hak masyarakat atas informasi
โ Kebebasan pers
โ Kebebasan berekspresi
Kalau tidak diatur ketat โ jadi sensor halus yang legal.
Data resmi Google EU (2014-2019):
๐ 3,2 juta permintaan RTBF
๐ 30% terkait rekam jejak hukum & kejahatan
(21% legal history + 9% crime)
Proporsi sangat signifikan. Inilah yang dikhawatirkan: RTBF dipakai untuk "membersihkan" jejak yang justru kepentingan publik.
RTBF sebenarnya sudah ada di UU ITE Pasal 26.
Kenapa harus pindah ke RUU HAM? Apa tujuan & implikasi sebenarnya?
Di Uni Eropa yang regulasinya jauh lebih matang, RTBF masih diperdebatkan bertahun-tahun. Bagaimana di Indonesia?
RTBF (Hak untuk Dilupakan) diusulkan masuk RUU HAM.
Tujuan: lindungi privasi.
Risiko: jadi alat sensor halus yang LEGAL.
Mari saya jelaskan kenapa ini perlu dipikirkan ulang. ๐งต๐
Kurang dari 1% user Instagram pernah punya chat yang benar-benar private.
Mulai 8 Mei 2026, Meta resmi cabut fitur end-to-end encryption di DM Instagram.
Media ramai memberitakan seakan-akan DM Instagram dulu aman.
Faktanya: DM Instagram TIDAK PERNAH aman by default.
Video lengkap + 8 slide analisis forensik ada di Instagram: https://t.co/xbIt3polF9
Data aktual telah disamarkan. Bersumber dari klaim publik Everest Ransomware Group yang sudah diliput media Indonesia.
Everest Ransomware klaim eksfiltrasi 44 GB data DJBC.
Tapi yang menarik bukan jumlahnya โ tapi lokasi file yang tercatat di Properties Windows:
C:\Users\Administrator\Desktop\CUSTOMSID
Ini bukan server. Ini Desktop.
Thread analisis forensik ๐งต
Pertanyaan untuk IT/security practitioners:
Apakah shared drive yang berisi file .pbix di organisasi kalian sudah dilindungi dengan level yang sama seperti database production?
Reply dengan jawaban kalian.
@bssn_ri@DitjenBeaCukai@KemenkeuRI
3 pelajaran untuk setiap organisasi:
1. File .pbix dan .xlsx yang terhubung ke data sensitif = DATABASE. Perlakukan seperti itu.
2. Laptop analis adalah target. Endpoint security bukan opsional.
3. Transfer 44 GB ke luar tanpa alert = tidak ada DLP. Pasang sekarang.
Yang bocor bukan sekadar data โ tapi cara negara berpikir:
โข Algoritma deteksi fraud
โข Logic penargetan audit (siapa yang diincar berikutnya)
โข Rekonsiliasi lintas DJPโDJBC
โข Temuan BPK yang belum dipublikasi
Ini intelligence, bukan sekedar database.
Kenapa .pbix lebih berbahaya dari database dump?
File Power BI dalam mode Import menyimpan snapshot database PENUH di dalam file itu sendiri. Offline. Portable. Siap pakai.
Tidak perlu koneksi ke SQL Server.
Cukup salin filenya.
Data langsung ada. Dalam format analitik siap pakai
Apa yang diklaim dieksfiltrasi?
โข 41 file Power BI (.pbix)
โข Total 44.8 GB
โข 173.292 NPWP badan hukum
โข Dashboard monitoring audit nasional
โข Logic deteksi fraud kepabeanan
โข Target re-audit aktif
Tidak ada file .sql. Tidak ada .bak. Semua .pbix.
Itu bukan kebetulan.
Everest Ransomware Group aktif sejak 2020, berbahasa Rusia, model: double extortion โ data dicuri dulu, tebusan diminta belakangan.
Sebelumnya menyerang NASA dan lembaga pemerintah Brasil.
Kali ini target: sistem analitik DJBC.
"Data kamu tiba-tiba mati. Terus ada SMS masuk suruh install app buat pulihkan sinyal."
Kalau kamu ikutin instruksinya โ selamat. WhatsApp kamu baru saja dibajak. ๐ต
#Morpheus#Spyware#WhatsAppHack#Vaksincom#alfonstan https://t.co/mlzkJvtVUy