- Sebuah Thread -
Halo teman murti, ramainya linimasa beberapa hari lalu mengenai Dago Elos, dan Muller Cs sbg otak dibelakang sengketa tanah, maka malam ini kami menelusuri kembali sepak terjang Muller dan keturunannya.
Penelusuran kami memperjelas bahwa Muller cs itu SERAKAH
Setelah sekian lama mencari ruang untuk bicarakan ini di ruang “kelas”. Mari kita mulai dengan pertanyaan sederhana “kurang rajin apa badut berkostum pikachu di jalanan?”
Tadi siang cukup menarik. Bicara tentang Indonesianis dan tipikal mereka memilih rencana disertasi calon mahasiswanya. Ada yang cukup elitis. Rekam jejak aktivisme seseorang ikut menentukan argumen dibalik balasan email : Sorry, your research is not on my page.
@ucinotsiti2 juga tentang perbedaan kultur dalam parenting yang perlu diberi ruang
kepentingan terbaik bagi anak tidak bisa diukur dari satu sudut pandang kebudayaan mayoritas
Bacaan menarik untuk melihat bagaimana pasca perang dingin timbul paranoia yang melihat perombakan sosial dalam bentuk apapun di negara ‘berkembang’ sebagai ancaman.
Kekerasan yang terjadi adalah rangkaian peristiwa yang terbingkai dalam sudut pandang global.
@Bambangelf@Brigade01Arwan1@DPP_PKB Maaf beda pandangan. Banyak sekali kejadian yang bukan soal hormat. Yg terakhir aja, ziarah ke makam #GusDur saja umuk gitu. Dan dalam isu² yg diteladankan GusDur spt perlindungan minoritas, saya juga tidak melihat sepakterjang PKB. Lebih banyak ketemu PDIP & Nasdem.
@ucinotsiti2 ((periode awal karir dosen adalah fase-fase kritis)) biasanya naik jadi AA ya cuma segitu, tak ayal akhirnya mengampu jabatan struktural di Universitas - kaya kenal
Sementara banyak warga lain kerasan hidup di Singapura, 20% kaum muda Singapore pengen pindah ke negeri lain, khususnya Australia. Begitu laporan tahun 2018, persis seperti yang pernah saya baca di akhir dekade 1990an.
https://t.co/OlXYgCxB5i
“Here, it seems that there has been little or no coordination across ministries and the relevant departments to identify all the consequences of this policy or to ensure consistency in its implementation”