Buat yang ga ngikutin isu perang US - Iran
> Perang melebar, Saudi kemarin ngebom bandara Sanaa di Yaman. Provokasi kelompok houthi.
> Ini isunya jauh lebih darurat daripada Hormuz. Houthi mau tutup selat Bab al-mandab. Artinya bukan cuma harga minyak yang bakal makin menggila, tapi juga harga komoditas, termasuk bahan makanan.
> Pada saat yang sama, Rupiah melemah terus terhadap Dollar. APBN bakal makin jebol buat beli minyak dan bayar hutang.
How are we going to survive this?
Guys, ada satu pertanyaan yang sudah lama menggantung di kepala banyak orang Indonesia tapi jarang dijawab dengan serius.
Kenapa Luhut Binsar Panjaitan tidak bisa dipecat oleh presiden manapun?
Bukan karena dia kebal hukum.
Bukan karena dia punya backing militer.
Jawabannya jauh lebih kompleks dan jauh lebih mengejutkan dari yang kebanyakan orang bayangkan.
Mulai dari fakta yang paling menggelikan sekaligus paling mencengangkan:
Di puncak jabatannya Luhut memegang secara bersamaan: Menko Maritim, merangkap Plt Menteri ESDM, merangkap Menteri Kelautan ad interim, merangkap Koordinator PPKM saat COVID, merangkap Ketua Komite Kereta Cepat, merangkap Koordinator Polusi Jakarta.
Itu yang tercatat di Perpres.
Luhut sendiri mengaku punya 27 tugas tambahan.
Usianya waktu itu: 75 tahun.
Dan 19 Oktober 2024 dia mengumumkan
pensiun di Instagram. Video viral.
Semua menonton.
Dua hari kemudian dua jabatan baru sudah menunggunya di era Prabowo.
Dan tidak ada satu orang pun yang kaget.
Dan ini tentang bisnis yang selalu ada di balik setiap kebijakan yang paling perlu dipahami:
Di balik semua jabatan pemerintahan itu hampir selalu ada jaringan bisnis yang mengikuti.
Tambang batu bara di Kalimantan.
Kebun sawit 8.000-an hektar.
Pembangkit listrik di Sulawesi.
Motor listrik di jalanan Jakarta.
Semua di bawah PT Toba Sejahtera didirikan 2004 Luhut memegang 99% sahamnya.
Diakui sendiri di persidangan.
LHKPN 2024 mencatat kekayaannya Rp1,51 triliun naik dari Rp655 miliar pada 2018.
Dan kasus yang paling menggambarkan polanya: Oktober 2021 saat COVID.
Luhut sebagai Koordinator PPKM mewajibkan tes PCR untuk semua penumpang pesawat.
Satu bulan kemudian Tempo mengungkap:
PT Toba Sejahtera memiliki saham di PT Genomik Solidaritas Indonesia lab PCR terbesar saat itu.
Dua entitas Toba memegang 16,3% saham gabungan.
Estimasi bisnis PCR saat itu: Rp3 triliun.
Deputinya sendiri mengakui:
"Saya kurang hati-hati mengingatkan Pak Luhut terkait saham GSI sehingga muncul potensi conflict of interest."
Kasus dilaporkan ke KPK.
Tidak berlanjut.
Dan dua minggu setelah terungkap kewajiban PCR dicabut.
Dan ini tiga mekanisme yang membuat Luhut tidak bisa digantikan yang paling penting untuk dipahami:
Mekanisme pertama: Mr. Fix It.
Dalam teori organizational behavior ada konsep yang disebut Strategic Contingency Theory bahwa dalam setiap organisasi ada zona ketidakpastian.
Masalah lintas departemen.
Berisiko tinggi.
Semua orang menghindarinya karena takut namanya tercatut kalau gagal.
Siapapun yang mampu masuk ke zona itu dan menyelesaikannya dialah yang punya power sesungguhnya.
Luhut selalu masuk ke zona itu.
PPKM. Kereta Cepat.
Polusi Jakarta.
Freeport.
Setiap krisis nasional yang kementerian teknis tidak bisa selesaikan satu nama selalu muncul:
Luhut Binsar Panjaitan.
Dan setelah dia masuk masalahnya selesai atau at least berhasil dikelola.
Analoginya: bayangkan kamu punya pabrik dengan satu mesin besar dan hanya satu mekanik yang bisa memperbaikinya.
Mekanik itu sering datang terlambat.
Sering tidak balas WA.
Tapi kamu tidak bisa memecatnya karena harga kehilangan dia jauh lebih mahal dari harga mentolerir semua kelakuannya.
Itulah Indonesia dengan Luhut. Luhut adalah key man risk-nya Indonesia.
Mekanisme kedua: Structural Holes.
Sosiolog Ronald Burt dari University of Chicago menemukan bahwa orang paling berpengaruh dalam sebuah jaringan bukan yang punya koneksi terbanyak tapi yang mampu menghubungkan dua dunia yang tidak terhubung.
Luhut menghubungkan: TNI dan sipil.
Indonesia dan China.
Oligarki Soeharto dan reformis Jokowi.
Militer dan teknokrat. Politik dan bisnis.
Tidak ada satu orang pun di Indonesia yang duduk di semua persimpangan itu sekaligus.
Dan itu bukan kebetulan.
Itu dibangun selama 40 tahun lebih.
Mekanisme ketiga: Trust Before Power.
David Meister dari Harvard punya rumus trust: kredibilitas ditambah reliabilitas ditambah intimacy dibagi self orientation.
Dan yang paling langka dari semua komponen itu adalah intimacy yang tidak bisa dibangun lewat shortcut.
Hubungan Luhut dan Jokowi tidak dimulai dari politik. Dimulai dari bisnis bersama di 2008 PT Rakabu Sejahtera Luhut 49%, Jokowi 51%.
Lima tahun sebelum Jokowi jadi presiden.
Hubungan Luhut dan Prabowo tidak dimulai dari 2024. Dimulai dari Kopassus 1982 43 tahun yang lalu Luhut mendirikan dan memimpin Detasemen 81, Prabowo adalah wakilnya.
Ada video yang beredar:
setelah dilantik jadi presiden
Prabowo hormat kepada Luhut.
Bukan sebaliknya.
Trust yang dibangun sebelum ada kekuasaan yang perlu dibagi adalah trust yang paling tahan lama.
Tidak bisa dibeli.
Tidak bisa ditiru dalam semalam.
Dan setiap presiden yang ingin menggantikan Luhut harus menjawab satu pertanyaan yang tidak bisa dijawab:
siapa orang yang bisa kamu percaya seperti kamu mempercayai seseorang yang sudah kamu kenal selama 40 tahun?
Tidak ada jawaban.
Dan karena itu Luhut tetap ada.
Dan ini satu pola yang paling menarik dari semua video dan wawancara Luhut:
Luhut tidak pernah sekalipun mengkritik presiden di depan publik.
Tidak pernah berbeda pendapat secara terbuka.
Tidak pernah menunjukkan bahwa dia lebih pintar dari bosnya.
Selalu: "Yang dilakukan Presiden sudah benar.
Saya hanya mengikuti arahan Presiden.
Yang hebat itu Pak Jokowi.
Yang hebat itu Pak Prabowo."
Ini bukan kebetulan. Ini adalah aplikasi sempurna dari hukum pertama kekuasaan yang ditulis Robert Greene dalam 48 Laws of Power:
Never outshine the master.
Jangan pernah bersinar lebih terang dari tuanmu.
Pemimpin yang merasa bawahannya mengancam dia tidak akan mempertahankan bawahan itu.
Pemimpin yang merasa bawahannya membuat dia terlihat lebih baik akan mempertahankan bawahan itu selamanya.
Luhut paham ini lebih baik dari siapapun.
Luhut tidak bisa dipecat bukan karena dia kebal.
Tapi karena dia membangun sesuatu yang jauh lebih kuat dari jabatan:
ketidakbisaan untuk digantikan.
Dia adalah satu-satunya orang yang bisa masuk ke zona krisis yang semua orang hindari dan menyelesaikannya.
Satu-satunya yang menghubungkan dunia-dunia yang tidak terhubung.
Satu-satunya yang punya trust yang dibangun puluhan tahun sebelum kekuasaan itu ada.
Dan selama tidak ada orang lain yang mampu mereproduksi kombinasi dari tiga hal itu secara bersamaan setiap presiden baru akan menemukan alasan yang sama untuk tetap membutuhkan Luhut.
Videonya pamit pensiun.
Dua hari kemudian jabatan baru sudah menunggu.
Dan tidak ada satu orang pun yang kaget.
Karena kita semua sudah tahu: di bawah langit ini memang semua ada waktunya tapi waktu itu tampaknya belum datang untuk Luhut Binsar Panjaitan.
guys lu pada tau gk nih......
di tengah huru hara negara ini
satu pertanyaan yang paling sering muncul di kepala banyak orang:
Bisakah Prabowo dilengserkan?
Jawabannya pendek: Tidak.
dan mustahil untuk terjadi
Dan itu bukan kebetulan.
Pertama mari kita lihat peta kekuatan DPR sekarang:
DPR periode 2024-2029 punya 580 kursi. Komposisinya seperti ini:
Koalisi pemerintah langsung:
Golkar 102,
Gerindra 86,
PKB 69,
PAN 48, Demokrat 44.
Total 349 kursi 60,2% dari DPR.
Partai pendukung tidak langsung:
NasDem 69, PKS 53. Total 122 kursi tambahan.
Penyeimbang yang artinya oposisi:
PDIP seorang diri dengan 110 kursi 18,97%.
Artinya: koalisi Prabowo menguasai 471 dari 580 kursi DPR lebih dari 81%.
Kedua bagaimana mekanisme pelengseran presiden di Indonesia:
Berdasarkan Pasal 7A UUD 1945, presiden hanya bisa dimakzulkan melalui tiga tahap berturut-turut yang semuanya harus berhasil:
Tahap satu di DPR:
Butuh minimal 2/3 dari anggota yang hadir dalam sidang paripurna yang dihadiri minimal 2/3 anggota.
Artinya butuh sekitar 387 suara untuk bisa mengusulkan.
Tahap dua di MK:
MK memeriksa dan memutuskan dalam 90 hari apakah presiden benar terbukti bersalah.
Tahap tiga di MPR:
Butuh dihadiri 3/4 anggota MPR dan disetujui 2/3 dari yang hadir untuk melengserkan.
Sudah terlihat betapa mustahilnya ini? Kita belum masuk ke poin utama.
Ketiga kenapa angka 2/3 DPR itu mustahil dicapai:
Untuk mengusulkan pemakzulan di DPR dibutuhkan sekitar 387 suara.
Yang bisa dikumpulkan oleh oposisi?
Hanya PDIP dengan 110 kursi.
Itu hanya 19% dari DPR.
Bahkan kalau NasDem dan PKS bergabung sepenuhnya dengan oposisi totalnya hanya 232 kursi.
Masih jauh dari 387.
Dan ini yang paling krusial:
NasDem tidak akan kemana-mana.
PKS pun bukan musuh ideologis Prabowo yang cukup kuat untuk mengambil risiko politik sebesar itu.
Secara matematis tidak mungkin.
Keempat dan ini yang paling brilian dari kalkulasi Prabowo:
Prabowo tidak hanya merangkul koalisi biasa.
Dia merangkul hampir semua kekuatan politik besar
Indonesia dalam satu genggaman.
Golkar partai terbesar kedua dengan jaringan birokrasi terluas di daerah.
PKB Cak Imin yang dulu sempat berseberangan — sekarang di dalam.
Demokrat yang punya warisan SBY di dalam.
NasDem yang dulu bersama Anies di dalam.
PAN di dalam sejak awal.
Yang tersisa di luar hanya PDIP.
Satu partai. Sendirian.
Dengan 110 kursi dari 580.
Dan bahkan PDIP pun posisinya sangat tidak nyaman karena Megawati tidak punya sekutu kuat yang tersisa di parlemen.
Kelima faktor Jokowi yang sering dilupakan:
Ada yang sering bilang Jokowi sekarang berseberangan dengan Prabowo.
Tapi mari kita lihat fakta: putra Jokowi Gibran adalah wakil presiden Prabowo.
Menantu Jokowi Bobby Nasution adalah Gubernur Sumatera Utara dari Gerindra.
Keluarga Jokowi sudah terikat secara struktural dengan kekuasaan Prabowo.
Memisahkan diri dari Prabowo berarti memotong jalur kekuasaan keluarganya sendiri.
Jokowi mungkin tidak selalu sejalan dengan Prabowo. Tapi dia tidak akan secara aktif membantu menjatuhkan Prabowo karena itu sama dengan menjatuhkan Gibran.
Keenam dan ini yang paling pahit untuk diterima:
Semua yang terjadi sekarang rupiah ambrol, guru honorer Rp250.000, MBG kacau, putusan MK diabaikan, militerisme merayap ke mana-mana tidak cukup untuk melengserkan Prabowo secara konstitusional.
Karena mekanisme konstitusional Indonesia tidak dirancang untuk merespons kinerja yang buruk.
Dia dirancang untuk merespons pelanggaran hukum yang terbukti dan diproses melalui tiga lembaga negara secara berurutan.
Selama tidak ada pelanggaran hukum yang terbukti di MK dan selama koalisi 81% DPR tidak pecah dari dalam Prabowo aman sampai 2029.
Demo sebesar apapun.
Kritik sekeras apapun.
Rupiah selemah apapun.
Secara konstitusional tidak ada jalan paksa.
Dan ini yang paling penting untuk dipahami:
Prabowo tidak beruntung mendapat koalisi sebesar ini. Ini adalah hasil kalkulasi politik yang sangat dingin dan sangat sistematis merangkul semua yang bisa dirangkul, menetralisir semua yang berpotensi jadi musuh, dan meninggalkan hanya satu partai di luar.
Apakah itu bagus untuk demokrasi? Tidak.
Ketika 81% DPR ada di satu pihak fungsi check and balance sudah hampir tidak ada.
DPR yang seharusnya mengawasi pemerintah sudah hampir identik dengan pemerintah itu sendiri.
Tapi apakah itu efektif secara politik?
Sangat efektif.
Harapan untuk melengserkan Prabowo melalui jalur konstitusional dalam periode ini: hampir nol.
Bukan karena sistemnya tidak ada tapi karena angkanya tidak mungkin terpenuhi dengan komposisi parlemen yang ada sekarang.
Satu-satunya skenario yang bisa mengubah ini adalah kalau koalisi pecah dari dalam kalau ada satu atau dua partai besar yang memutuskan keluar.
Tapi dengan Golkar, Gerindra, PKB, PAN, dan Demokrat semuanya punya kepentingan di dalam kekuasaan kemungkinan itu sangat kecil dalam waktu dekat.
Seperti yang Okky Madasari bilang:
bukan soal menurunkan Prabowo sekarang.
Soalnya adalah jangan jatuh ke lubang yang sama di 2029.
Karena di 2029 rakyat masih punya satu senjata yang tidak bisa diambil oleh komposisi DPR manapun:
suara di kotak suara.
Hidup gweh diisi dengan mansplaining. I can easily tell their eyes are sparkly (sotau bgt) when they tell me stuff about what we’ve talked about for months.
Yaudalah, kebahagiaan mereka kecil dan sederhana
Hujan yang masih kerap terjadi di Jawa selama Mei dipicu oleh aktivitas gelombang di atmosfer yaitu Kelvin dan MJO. Namun, setelah 25 Mei, gelombang di atmosfer sudah tak aktif (kotak hitam), sehingga kemarau yg lebih kering efek El Nino akan terjadi secara konsisten.