Aisha (R.A) had no children.
Maryam (A.S) had no partner.
Fatima (R.A) was tested by economic hardship.
Asiyah (A.S) lived with the worst man in history.
Khadijah (R.A) found her partner at the age of 40.
And Allah SWT chose them as the best women of all time.
Semenjak denger Ustadz felix di podcast ini bener-bener terngiang-ngiang setiap aku kerja🥹
Beliau lagi menjelaskan konsep rezeki, pekerjaan, dan rasa syukur🥹
I came across a video by a mufti. He said, “Never assume your trials are because of your past sins. Allah does not hold grudges. That is a human trait.” Have good thoughts about Allah. Even in hardship, believe He is arranging something better. Allah is Most Merciful.
Saudaraku, Setelah hijrah, fokus lah belajar & cari ketenangan
Tidak TERLALU sibuk posting: Foto selfie perubahan diri (jenggot, cingkrang, cadar), foto bersama ustadz terkenal, foto semua kegiatan tanpa terkecuali
Memberi nafkah pada anak-istri itu ibadah yg agung & bukan beban; ibadah itu ada "rasa nikmat dari manisnya iman"; laki2 berjiwa hanif itu merasa bahagia bahkan "sense of pride" bisa menafkahi anak-istri
dipikir pikir, Allah tuh jauh lebih pengen dan chance kita masuk surga lebih besar dibanding masuk neraka.
bayangin aja, baru niat beramal baik aja udh kehitung pahala.
membantu orang lain? pahala.
sedekah walau cuma senyum? pahala
istighfar? pahala. bahkan menggugurkan dosa.
belum tiap kita lakuin ibadah wajib? pahala.
ibadah sunnah? pahala.
ketika kita menyesal dan bertaubat ngelakuin maksiat? pahala + diampuni pula
ketika kita ngira Allah marah? pintu taubat Allah justru lagi terbuka. 25/7 non stop utk SEMUA orang selama hidup…
kurang baik apa yaAllah 🥹 jd kalo sampe kita takut utk balik ke Allah tuh beneran bisikan syaithan biar kita ga taubat.
Allah Maha Baik. gamungkin Allah mengadzab hambaNya sampe masuk neraka kecuali udh keterlaluan banget
Peter Dinklage pernah bagi pesan yang simpel tapi nampol banget: secara hitungan aerodinamika, badan lebah terlalu berat buat sayapnya.
Kalau ikutin "hukum fisika," lebah HARUSNYA gak bisa terbang.
Tapi lebah gak baca text book.
Dia tetep terbang.
Bukan karena dia ngelanggar hukum alam, tapi karena dia gak pernah tau ada "hukum" yang bilang dia gak bisa.
Ini nyerempet konsep self-fulfilling prophecy dalam psikologi: begitu lo internalize batasan yang orang lain kasih ke lo , soal fisik, latar belakang, ekspektasi sosial, batasan itu jadi nyata cuma karena lo percaya.
Padahal batasan itu sering kali cuma angka statistik, bukan hukum mutlak.
Dinklage sendiri hidup buktinya , dari sering ditolak industri film karena kondisi fisiknya, sampe jadi salah satu aktor paling dihormati di Hollywood.
DI UEA istilah "ibu rumah tangga" (housewife) digant jadi "Generation Shaper" (Pembentuk/Pendidik Generasi), Apa perlu di Indonesia juga ganti istilah? Apa masih ada yg anggap remeh ibu yg fokus berkhidmat di rumah?
akuuu lagiii sukaa bangettt sama postingan-postingan akun Ustadz Firanda.
BAGUSS-BAGUSSS BANGETT KONTENNYA😭
awal liat konten ini cekikikan banget WKWKWKWK, makin geser slidenya makin ngena dihati, makin Istighfar dan muhasabah diri sbg kaum whan when yaa.
Mendengar berita perang bbrapa negara & pengaruhnya terhadap negara sekitar, bersyukur Indonesia masih aman, ini salah satu nikmat terbesar, semoga Allah menjaga saudara kita yg terdampak perang
Gangguan mental bukan PASTI krn kurang iman, krn gangguan mental itu multifaktorial, tapi kurang iman itu bsa jadi menyebabkan gangguan mental, ibu yg "baby blues" tidak boleh divonis PASTI kurang iman
Tidak Semua Berita Baik Harus Disebarkan
"Bantulah kesuksesan hajat-hajat kalian dengan MERAHASIAKANNYA karena setiap orang yang memiliki nikmat itu akan menjadi sasaran HASAD orang lain.
(HR. Ath-Thabrani, silsilah shahihah: 1453)
Gue tadi nonton podcast Wendi Cagur sama Adhika Pratama, terus ada cerita dari Arief Didu yang lumayan nyangkut di kepala
Katanya dulu waktu masih baru di dunia film, dia liat Dian Sastro lagi ambil makan di prasmanan. Ya udah dia ikut ambil juga karena ngira emang semua makan di sana
Eh ternyata malah diteriakin sama kru. Katanya makanan itu bukan buat dia dan dia disuruh ambil nasi kotak
Entah kenapa gue ngerasa sedih aja dengernya. Bukan soal prasmanan atau nasi kotaknya. Tapi karena orang yang baru masuk industri malah dapet pengalaman kayak gitu. Padahal tinggal bilang baik-baik juga pasti ngerti
Makanya gue gak heran kalo PH Imajinari sering banget dipuji sama pemain maupun kru. Dari banyak cerita yang beredar, mereka bikin semua orang punya hak yang sama di lokasi syuting. Makan di tempat yang sama, menu yang sama, fasilitasnya juga sama-sama bisa dinikmati. Katanya makanannya enak, ada barista, dan jam kerja juga lebih manusiawi
Hal-hal kecil kayak gini ternyata bikin orang merasa dihargai. Dan menurut gue, rasa dihargai itu gak kalah penting dibanding budget produksi yang besar
Respek buat Ernest Prakasa sama Dipa Andika. Semoga makin banyak PH yang punya budaya kerja kayak gini
Belum Baligh, Sebaiknya Anak Tidak Masuk Full Pondok Pesantren
Anak belum baligh sangat butuh dengan kasih sayang dan perhatian orang tua terutama ibu
Perlu dekat dengan orang tua mereka
(Sekedar saran, bukan keharusan mutlak)
Bisa jadi bisikan kejelekan & masukan yg menyebabkan penyesalan terbesar itu ternyata datang dari teman terdekat
"Agama seseorang itu sesuai teman dekatnya, perhatikanlah siapa saja yang menjadi temanmu" [HR. Abu Dawud]
Dari cerita ini aku jadi belajar, mertua nggak wajib menyayangi menantu seperti anak kandungnya.
Tapi memperlakukan orang dengan adil dan menjaga perasaannya, itu tetap bagian dari akhlak.
Karena kadang yang diingat seseorang seumur hidup bukan hadiah yang diberikan, melainkan bagaimana ia diperlakukan.
dalil istri untuk dipelajari istri
dalil suami untuk dipelajari suami
dalil orang tua untuk dipelajari orang tua
dalil anak untuk dipelajari anak
jangan malah ambil dalil org lain untuk nuntut tapi sendirinya abai sama dalil untuk dirinya sendiri
jadinya? ribut. hidup rungsing. emosi. sakit hati🙏
Allah tuh ya saking pemaaf dan penyayangnya, mau lu dulunya pernah ngelakuin dosa segede apapun, sebanyak apapun, selama lu tobat sungguh sungguh dan gaakan ngulangin lagi, PASTI DIAMPUNI.
serius. lu PASTI diampuni.
dan bayangin, sepanjang hidup kita, kita bisa taubat KAPANPUN. dimanapun.
“trus kalo ngulangin lg gimana?”
taubat lagi. terus taubat. terus minta tolong hidayahNya. terus minta dijaga. terus minta lingkungan yg supportif sampe lama lama lu risih dengan dosa tersebut.
kebayang kan? seberapa besar kemungkinan kita diampuni Allah??
(kecuali lu dzolim sama manusia lain, nah ini pasti dihisab di akhirat)
jadi klo kita sampe takut kembali ke Allah, takut berdoa, takut minta ampun, padahal pintu taubat buka 24/7, utk siapapun, dimanapun, dan kapanpun, artinya apa?
artinya setan berhasil bikin kita ga berusaha taubat ke Allah. setan yg kesenengan😔