emang sulit sih. tapi beneran deh, hidup kalau udah bisa, “yaudah lah ya, that happens, that’s just how it is, that’s life” rasanya lebih ringan aja.
meskipun diri ini masih suka ngeluh juga sih wkwk. tapi mau gimana lagi, dinikmatin aja lah hidup genre comedy slice of life ini.
Dulu pun saya ngiranya quarter life crisis cuma ada di umur 25… wait till you face early adult crisis, midlife crisis, existential crisis, saturn return crisis, late life crisis…
Alias sejatinya kita hidup dari satu krisis ke krisis yg lain 😭
Kalau kamu punya kecerdasan emosional, maka hidupmu akan bahagia. gak punya dendam, dan gak punya rasa iri.
Beda lagi orang yang gak punya kecerdasan emosional, biasanya cenderung tempremental, sering menyalahkan orang lain, dan selalu merasa paling benar.
Nemu kalimat tercantik pembangkit energi yang harus kamu baca berulang-ulang.
“maka, bertumbuhlah dengan sangat cantik. biarlah luka-luka itu menjadi perjalanan yang perlahan membentukmu menjadi akar yang kuat.
lalu, jika nasi telah menjadi bubur, buatlah bubur yang enak. barangkali hidup memang bukan tentang memilih apa yang terjadi, tapi tentang bagaimana kita mengolahnya menjadi sesuatu yang tetap layak dijalani.”
Untuk teman-teman yang lagi berangkat kerja, pulang kerja, dan yang lagi berpergian, hati-hati dan semoga selamat sampai tujuan.
Semoga kita selalu dalam lindungan-Nya, dan masih diberikan kesempatan untuk bertemu keluarga dirumah 💐🩵
Terkadang manusia ada "human error" nya, jadi wajar kalau melakukan kesalahan.
Gue belajar untuk tidak mempersulit hidup orang lain supaya hidup gue juga tidak dipersulit orang lain. Semoga rasa toleransi gue terhadap kesalahan orang lain, bisa membuat orang lain juga menoleransi kesalahan gue di kemudian hari.
dunia jangan jahat jahat ya, aku gamau nyusahin siapa siapa buat jadiin tempat ngadu, aku cuma bisa nyalahin diri sendiri buat semua hal yang udah terjadi.
selalu respect sama orang yang tumbuh dari luka masa kecil, yang dulu gak dapet kasih sayang utuh tapi gak jadi orang yang nyakitin juga. they chose a different path.
mereka pelan-pelan belajar buat ngerti diri sendiri, memahami, menerima, dan akhirnya menyembuhkan. sambil break the cycle, they learn to give themselves what they never really had.
walaupun gak mudah, they still show up tanpa terus-terusan blaming life.
karena aku juga lagi di fase itu, jadi i know this isn’t easy. keliatannya simple, but it’s actually heavy. we’ll figure it out.
Gue respect banget sama orang-orang yang selalu peka dan selalu ada buat sekitar dia.
Kayak, ada yang sakit dia dateng nengokin, ada yang meninggal dia ikut melayat, ada yang lahiran dia bawa hadiah, pas lebaran nyempetin mampir, ulang tahun juga gak pernah lupa ngucapin, ketemu anak kecil atau orang tua langsung berbagi… pokoknya all out.
Jujur, gue sendiri ngerasa belum bisa jadi sehangat itu. Hati sama jiwa kalian tuh luas banget sih, salut bener 🥹🤍
ada bbrp pertanyaan yg belakangan ini susah bgt kujawab:
"biasanya weekend ngapain aja?"
"kamu hobinya apa?"
"suka dengerin lagu apa? artis favoritnya siapa?"
i don't even know what i like; it seems that nothing ever excites me anymore 🥹
i want to rediscover my spark.
Ada masa di mana capek itu nggak bisa dijelasin ke siapa-siapa. Bukan karena nggak mau cerita, tapi karena tahu nggak semua orang bakal ngerti. Jadi dipilih buat diam, sambil berharap semuanya pelan-pelan membaik.
mungkin gue sebenernya uda hidup di doa dan mimpi yg gue harapkan itu cuma ga sadar aja. soalnya ketika kita grow, ekspektasi kita berubah lagi ke referensi lain. padahal yg sekarang mungkin harapan kita yg waktu dulu.
aku suka banget sama orang yang fokus sama hidupnya sendiri, enjoy sama dunianya, enggak berisik, enggak banyak show off, dan enggak ngejar perhatian. Hidupnya tenang, kerja stabil, work-life balance, enggak haus validasi dan enggak sibuk ngurusin urusan orang lain.
🫶🏿🤍