KALAU PENYAKIT BISA BICARA MEREKA AKAN "TERIAKK"
1. TUMOR
“Aku tumbuh pelan-pelan karena kamu terlalu lama menahan.
Marah kamu simpan, sedih kamu tutup,
Kecemasan kamu pendam.
Yang tidak keluar... akhirnya mencari jalan sendiri.”
2. AUTOIMUN
“Aku muncul saat kamu terus melawan dirimu sendiri.
Di luar kamu bilang ‘aku kuat’, padahal di dalam kamu lelah.
Tubuhmu ikut bingung,
karena kamu tak pernah jujur pada rasa.”
3. KANKER
“Aku besar dari luka yang kamu kunci rapat.
Maaf yang tak pernah terucap.
Tangis yang tak pernah tumpah.
Sakit hati yang tak pernah sembuh.”
4. STRES KRONIS
“Aku bukan cuma di pikiran.
Aku masuk ke tidurmu, ke makananmu, ke napasmu.
Kamu bilang ‘aku baik-baik saja’,
padahal tubuhmu berteriak minta istirahat.”
5. INSOMNIA
“Aku datang karena kepalamu tak pernah benar-benar berhenti.
Kamu rebah, tapi pikiranmu masih berlari.
Kapan terakhir kali kamu benar-benar tenang?”
6. SAKIT MAAG / LAMBUNG
“Aku perih karena kamu terlalu sering ‘menelan’ keadaan.
Tidak enak hati.
Tidak enak menolak.
Tidak enak berkata jujur.”
Cukup...
Tubuh bukan musuh.
Ia hanya alarm.
Belajar dengarkan sebelum ia teriak lebih keras.
Bayangin kamu nyakitin perempuan yang hidupnya memang udah sepi dari awal. Teman tak ramai, keluarga pun jauh dari hangat. Dalam dunia dia yang sunyi itu, cuma kamu satu-satunya tempat dia bergantung.
Kamu pergi… atau kamu hancurkan dia.
Itu bukan sekadar sakit biasa. Itu seperti meruntuhkan satu-satunya tempat dia pulang. Badannya masih ada, tapi dalamnya kosong seolah-olah yang hidup cuma raga, hatinya sudah lama hilang.
ga semua hal buruk di relationship harus diceritain ke temen atau org terdeket apalagi kalo MASIH MAU BARENG soalnya lo bisa terima dan maafin pasangan lo, tp org terdekat belum tentu bisa terima lo disakitin (ga berlaku buat case abuse atau kelakuan binatang)