⠀
“Sebagai kapten, dan sebagai 𝘮𝘢𝘯𝘵𝘢𝘯 kakak kelas kalian, saya tidak akan mengajak kalian pergi tanpa bekal apa-apa.” Ia tersenyum kecil.
“Laut itu indah, sailors. Tapi cuaca bisa berubah, ombak tidak selalu bersahabat, dan kalian harus tahu cara menjaga diri sendiri maupun orang di sekitar kalian.”
Layar sihir di belakangnya berganti.
⠀
https://t.co/2cQhGEmW2G
⠀
“Tapi soal pulau itu, saya simpan dulu ceritanya.”
Ia mengedipkan sebelah mata.
“Biar kalian yang menemukan sendiri keajaibannya nanti begitu kita sampai di sana.”
⠀
⠀
“Dan jangan lupa bikin thread daftar barang bawaan kalian, ya,” tambahnya sambil tersenyum lebar.
“Kalau ada yang mau ditanyakan, langsung hubungi panitia saja.” Gesturnya menunjuk barisan guru di antara kerumunan.
⠀
https://t.co/CdZJRVKf4e
⠀
“Nah, soal barang bawaan kalian untuk empat hari ke depan.” Layar sihir berganti menampilkan infografis lengkap.
“Yang wajib, yang opsional, sampai yang dilarang, semuanya sudah diatur. Jadi tinggal cek satu persatu. Bawa lengkap, pastikan modal awal Shell kalian penuh.”
⠀
⠀
Begitulah musim panas di Hogwarts seharusnya terasa.
Lambat, hangat, sedikit membosankan, tetapi justru nyaman karena tidak ada yang benar-benar menuntut perhatian.
⠀
⠀
Bahkan aula depan terasa lebih lengang dari biasanya. Papan pengumuman hanya menyisakan satu pengingat untuk hari itu: makan malam pukul 18.20, don’t be late!
Beberapa murid yang melewatinya berhenti sebentar untuk membaca, lalu pergi lagi tanpa terlihat terlalu peduli.
⠀