🚨THREAD: Kenapa Indonesia Emas Nggak Bakal Terjadi
1/7
Seebelum Jumatan tadi Mindrasos selesai nonton Endgame: episode Ferry Latulihin dgn Gita Wirjawan.
Ferry lempar satu pendapat yg penting buat siapa pun yang mikirin masa depan Indonesia.
Dia nggak sepenuhnya setuju sama ide "push generasi muda ke STEM biar kejar Malaysia & Singapura."
Bukan karena STEM salah. Tapi karena itu bukan akar masalahnya.
2/7
Ferry kasih contoh yang nampol: BJ Habibie dulu kirim ribuan anak muda Indonesia belajar teknik ke Belanda.
Mereka pulang bawa ilmu. Tapi Indonesia belum siap proyeknya.
Hasilnya? Banyak yang cuma nganggur di rumah, main catur doang. Ujung-ujungnya brain drain, otak terbaik bangsa kabur lagi ke luar negeri.
Kirim orang sekolah STEM doang, tanpa ekosistem yang siap nampung, cuma buang-buang investasi.
3/7
Dari situ Ferry ngajak pakai logika Ricardian; Comparative Advantage.
Indonesia belum punya modal teknologi canggih atau listrik cukup (baru ~1.300 kWh/kapita, butuh tambahan 600 GW).
Tapi kita punya sesuatu yang nggak semua negara punya: ekosistem hijau terbesar di dunia.
4/7
Starting point-nya menurut Ferry: monetisasi alam.
Jual karbon kredit ke perusahaan global yang butuh offset emisi. Uangnya dipakai buat gaji penjaga hutan 2x UMR biar mereka bisa hidup cukup, sekolahin anak, tanpa mikir besok makan apa.
Entry point kecil ini bisa jadi pondasi buat bangun sektor lain.
5/7
Ferry mengatakan kita nggak bisa ambil jalan pintas.
Membangun bangsa butuh institusi kuat, meritokrasi, disiplin fiskal & moneter yang sehat. Bukan cuma ambisi populis atau hilirisasi paksa di sektor yang belum kita kuasai.
6/7
Saran Ferry ke pemerintah:
Stop program yang nggak efisien. Bangun institusi yang bisa dipercaya pasar modal. Rombak jajaran ekonomi kabinet dengan figur yang punya track record & kredibilitas tinggi di mata investor.
7/7
Kesimpulan Ferry yang paling nempel di kepala Mindrasos:
Kalau institusi rusak, mau cetak berapa ribu sarjana STEM pun, hasilnya tetap nggak optimal. Kasus Habibie udah buktiin itu.
Kemarin liat ada proyek di Kebon Sirih tengah malem sampe dijagain dishub, kek tumben bgt😂. Oh ternyata buat persiapan proyek MRT Jakarta East - West…
Semakin ga sabar😂
👨🦱: gmn tes kemarin hasilnya?
me : belum rezekinya
🧕: makanya daftar yg banyak kayaknya si x
me : emg aku keliatannya ga pernah daftar², emg aku keliatan ga berusaha ya??
🧕: iya
👨🦱: daftar yg banyak
me : udah ada kali 1000 apply
👨🦱: cuma 3 kali, 1000 mah pasti ada yg nyantol
sinanggar🙏🏻tullo🙏🏻tullo a tullo 🙏🏻o o🙏🏻
sinanggar🙏🏻tullo🙏🏻tullo a tullo 🙏🏻o o🙏🏻
sinanggar🙏🏻tullo🙏🏻tullo a tullo 🙏🏻o o🙏🏻
sinanggar🙏🏻tullo🙏🏻tullo a tullo 🙏🏻
sinanggar🙏🏻tullo a tullo 🙏🏻
sinanggar🙏🏻tullo a tullo 🙏🏻
Jaga tokooo aku jaga tokooo
Sambil menatap cashflow yang mines (3x)
Kalau abang beli mentega
Lima puluh ribu harganya
Bayar pake uang gaji buta
Bayarnya di mukaaa
Kalau abang beli mentega
Lima puluh ribu harganya
Bayar pake uang gaji buta
Bayarnya di mukaaa
JPO Donat gak mengintegrasikan kemana mana.
Mau ke LRT Jabodebek? Masih kudu jalan ke peron St. Sudirman buat ke Skybridge nya.
Mau ke Halte BRT Dukuh atas/Galunggung? Tetep kudu jalan jauh buat ke JPO Existing nya.
Jadi kemana arah integrasi JPO donat ini?
Ini bahaya banget, SEMUA orang bisa kena dampaknya bukan cuma LGBT kalau bener-bener ada. Buka mata dah coba.
Ini malah bisa jadi hukum karet yang bisa jadi senjata untuk semua. Undang-undang yang dirancang untuk menargetkan satu kelompok minoritas jarang berhenti di situ. Bakal selalu melebar menjadi alat kontrol terhadap siapa saja yang dianggap tidak normal atau mengganggu. Mirip pasal-pasal karet UU ITE.
Identifikasi juga mustahil, coba dah gimana caranya?
Bagaimana negara mendefinisikan LGBT? Apakah dengan penampilan, koleksi seni, like di medsos, atau sekadar fitnah tetangga? Kalau aparat dikasih kekuasaan longgar, yang kena bukan cuma LGBT, tapi siapa saja yang feminine, tomboy, single lama, atau punya musuh.
Potensi penyalahgunaan aparat itu gede. Di negara di mana aparat masih suka sewenang-wenang, menambah pasal pidana subjektif sama saja memberi peluru kosong yang bisa ditembakkan ke siapa saja. Hari ini LGBT, besok bisa kamu yang suka seni seperti tari, besoknya temenmu yang dianggap terlalu dekat sama temen, atau tongkrongan kena fitnah.
Ini bukan perlindungan masyarakat, tapi perluasan kekuasaan negara ke ranah pribadi.
Hukum yang berdasarkan moralitas mayoritas tanpa batas yang jelas adalah undangan terbuka untuk tirani terhadap kehidupan pribadi semua warga.