Pada 11 Juli 1960, Sukarno mengkritik nama kota Solo, yang katanya itu salah eja, peninggalan dari salah kaprahnya Belanda. Kata Bung Karno, โYang betul adalah Sala, bukan Solo.โ
Menurut Remy Sylado, kalau menurut cerita uthak-athik gathuk-mathuk, sejarahnya Solo itu terjadi pada zaman Kapiten Tack hendak menangkap Untung Surapati.
๐https://t.co/ybx6Tf02QX