Dokter Zara Yupita Azra tersangka pemerasan dan bully yg picu korban bundir.
Tak disanksi apapun oleh @undip malah akan diluluskan lebih cepat barengan dengan kakak tingkatnya Agustus 2025. Harusnya dia lulus 2026.
Tandai muka dan namanya.
Buat @undip , shame on you
TW : Bundir
Dokter muda RSUD Kardinah Tegal meninggal bundir dengan cara suntikkan obat ke tubuh.
Diduga tak kuat menahan bully selama ikut PPDS Anestesi Undip Semarang.
Mohon bantuan RTnya karena ada indikasi kasus ini ditutupi dngan menyebut korban sakit saraf kejepit. 🙏
Surga terakhir Indonesia yang bernama Raja Ampat itu kini berada dalam ancaman keserakahan industri nikel dan hilirisasinya yang digadang-gadang pemerintah.
Raja Ampat : Wisata Ikonis atau Galeri Tambang Nikel?
Simak lengkapnya di https://t.co/jDnDlGO68r
Pemangkasan Anggaran, Potensi Sabotase, dan Terciptanya yang Rezim Baru
Di tahun 2025 ini, pemerintah Indonesia menerapkan kebijakan pemangkasan anggaran di berbagai kementerian, termasuk Kementerian Kesehatan sebesar Rp19,63 triliun, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi sebesar Rp22,54 triliun, serta program riset yang dipangkas 20% dari anggaran sebesar Rp1,1 triliun. Nah anehnya, anggaran untuk Badan Intelijen Negara (BIN), Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kementerian Pertahanan, dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tidak ikut dipangkas, sehingga memicu reaksi dari masyarakat karena dianggap lebih mengutamakan sektor keamanan daripada kesejahteraan publik.
Beberapa hari terakhir ini saya bertanya-tanya, “Kenapa bisa anggaran untuk keperluan masyarakat dipangkas, sedangkan untuk keamanan tidak?”. Di sisi lain, terjadi carut marut kebijakan seperti pembatasan pembelian LPG 3 Kg yang menimbulkan efek keresahan hingga kematian, yang akhirnya kebijakan itu dicabut oleh Prabowo. Saya pun sempat mencuitkan statement di akun X saya, bahwa saya merasa ada upaya sabotase atas berbagai kebijakan yang berhubungan dengan efisiensi anggaran ini.
Nah yang jadi pertanyaan saya selanjutnya yaitu, “Apakah ada potensi sabotase yang bertujuan untuk menciptakan chaos? Untuk mengguncang stabilitas pemerintah? Dan, apakah hal ini dapat memicu terciptanya rezim yang baru?”.
-Sebuah Esai-
Semoga bangsa ini mulai faham bhw tugas pemimpin negara adalah tugas konsepsi(Yuris). Mayoritas masy kagum dg yg spt ini padahal tdk bermakna sama sekali utk kapasitas pres/wapres. Ini kerja level Dirjen (factie). Kapan rakyat sadar klu aksi non kapasitas(pencitraan) adalah tipu?
Hati2 pengkonsumsi daging penyembelihan yg tidak sesuai Syariat Islam. Akibat kurang kontrol dari Pemerintah. RPH PEGIRIAN MILIK BUMD SURABAYA jatuhnya Bisa Haram jika dikonsumsi umat Islam karena tdk disembelih sesuai Syariat Islam
DEMI ALLAH MAU MARAHHHH, salah satu daycare di Pekanbaru nyiksa anak yang dititipin. Kasihan anak-anaknya ga dikasih makan, mulut dilakban, kakinya diikat bener-bener pengasuh dan owner daycarenya gapunyaa hatiiiiiiii. Full story du ig phy_losophy. bantu up teman-teman
Korban begal, viralkan kasus di Medsos, diancam pelaku begal😳
Firman, driver ojek online warga Cileungsi, Bogor mendapatkan ancaman dari pelaku yang merampas motornya karena memviralkan peristiwa yang menimpanya di Babelan, Bekasi.
Diduga pelaku itu mendapatkan nomor ponselnya dari aplikasi ojol indrive yang digunakan. Meski demikian, Firma belum kembali lagi ke Polsek Babelan karena pertimbangan jarak.
Sebelumnya, Firman sudah melaporkan kejadiannya ke polsek setempat. Sampai di sana, Firman diminta melengkapi berkas karena motor masih belum lunas.
Adapun pembegalan yang dialami Firman bermula ketika menerima order dari Cileungsi tujuan Pasar Babelan. Pelaku, menurut Firman membatalkan sepihak ketika dalam perjalanan.
Di Babelan, pelaku sempat berhenti dan ke warung. Wajahnya terekam jelas. Rekaman CCTV itu yang disebar di medsos.
Source : https://t.co/UnxtaTyOP0